WENE POGA

WENE POGA

Share

publikasih tentang video pendek yang membuat banyak orang nonton dan senang

29/05/2025

Ledakan Bom di Intan Jaya Tewaskan Tiga Anggota TPNPB, Warga Sipil Jadi Korban Operas
Ledakan Bom di Intan Jaya Tewaskan Tiga Anggota TPNPB, Warga Sipil Jadi Korban Operasi Militer IndonesiaIntan Jaya,

15 Mei 2025 — Situasi keamanan di Intan Jaya, Papua kembali memanas. Tiga anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dilaporkan gugur, dua lainnya luka-luka, setelah terkena ranjau bom yang diduga dipasang oleh aparat militer Indonesia di tubuh salah satu anggota TPNPB yang sebelumnya tewas dalam kontak senjata. Insiden tragis ini terjadi saat proses evakuasi jenazah di Distrik Hitadipa, Selasa (13/5) dini hari.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Panglima Kodap VIII Intan Jaya, Brigjen Undius Kogoya, melalui siaran pers resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Kamis (15/5). Kontak senjata pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIT di Distrik Hitadipa, menyebabkan satu anggota TPNPB gugur. Saat pasukan hendak mengevakuasi jenazah, ranjau meledak dan menyebabkan dua anggota lainnya meninggal dunia serta dua lainnya terluka oleh serpihan bom.

Ketiga anggota TPNPB yang gugur adalah Gus Kogoya, Notopinus Lawiya, dan Kanis Kogoya. Sementara dua korban luka, Tinus Wonda dan Dnu-Dnu Mirip, masih menjalani perawatan di markas TPNPB.

Warga Sipil Jadi Korban

Tak hanya pejuang TPNPB, warga sipil juga dilaporkan menjadi korban dalam operasi militer berskala besar yang dilancarkan aparat TNI di sejumlah kampung di Intan Jaya. Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba menjadi sasaran penyisiran sejak dini hari, 13 Mei.

Aparat dilaporkan melakukan penembakan sembarangan, bahkan saat warga masih terlelap tidur. Beberapa korban sipil antara lain Ibu Junite Zanambani (terkena tembakan di lengan), putranya Minus Yegeseni (terkena tembakan di telinga), serta Nopen Wandagau (terkena di tangan). Para korban telah dievakuasi ke sebuah rumah milik Klasis Gereja di Hitadipa.

Lebih tragis lagi, tiga warga sipil yang diculik oleh aparat — Elisa Wandagau (seorang gembala), Ruben Wandagau (Kepala Desa Hitadipa), dan seorang nenek bernama Mono Tapamina — ditemukan tewas dan diduga telah dikremasi secara paksa oleh aparat keamanan.

Upaya Pelarian dari Eksekusi

Enam warga sipil lainnya dilaporkan berhasil melarikan diri dari pos militer Indonesia di Bilapa pada Rabu malam (14/5), setelah mendapat informasi akan dieksekusi mati. Mereka adalah Peles Hondani dan istrinya, Misael Tabuni dan istrinya, Julianus Janambani, dan Daniel Hondani.

Karena eskalasi militer yang memburuk, ratusan warga dari Distrik Hitadipa dan Distrik Sugapa dilaporkan telah mengungsi ke hutan demi keselamatan.

Seruan ke Pemerintah Indonesia

Dalam pernyataan resminya, Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengecam keras pemasangan ranjau di jenazah prajurit dan meminta Presiden Prabowo Subianto serta Panglima TNI menghentikan praktik-praktik yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional. Mereka juga mendesak agar penembakan terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, dihentikan segera.

Kecaman juga ditujukan kepada Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, agar menghentikan dukungan terhadap operasi militer dan mencabut pos-pos militer dari pemukiman warga sipil.

Siaran pers ini ditandatangani oleh jajaran tinggi TPNPB-OPM, termasuk Jenderal Goliath Tabuni (Panglima TPNPB-OPM), Letjen Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

**

29/05/2025

DI RUANG KELAS YANG SENYAP

Pendidikan, katanya,
jembatan menuju masa depan.
Tapi mengapa
kami hanya diajari diam?

Di papan tulis
sejarah dipotong,
kebenaran disusun rapi
agar tak mengguncang kursi kekuasaan.

Kami duduk,
menyimak tanpa bertanya,
karena bertanya
adalah tanda pembangkangan.

Pendidikan kritis
tinggal bayang di balik kurikulum,
hilang di antara tumpukan soal
dan perintah "hafalkan, bukan pikirkan."

Padahal kami ingin tahu,
mengapa petani dirampas tanahnya,
mengapa suara rakyat dibungkam,
mengapa damai tak juga jadi hak.

Di ruang kelas yang senyap,
aku merindukan guru
yang mengajarkan kami
untuk berani menjadi manusia.

Eko-vinsent

29/05/2025

Kerusakan hutan di Papua memiliki dampak yang luas dan serius, mulai dari hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat adat, hingga erosi identitas budaya. Penebangan liar, konversi hutan menjadi lahan pertanian atau perkebunan, dan eksplorasi mineral tanpa izin adalah beberapa penyebab utama kerusakan hutan di Papua.

Dampak Kerusakan Hutan di Papua:

1. Kehilangan Keanekaragaman Hayati:
Hutan di Papua merupakan rumah bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan yang unik dan endemik. Kerusakan hutan menyebabkan hilangnya habitat mereka dan berpotensi mengancam kepunahan spesies tertentu.
2. Perubahan Iklim:
Hutan berperan penting dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Kerusakan hutan menyebabkan penurunan kemampuan hutan untuk menyerap CO2 dan memicu pemanasan global.
3. Hilangnya Sumber Mata Pencaharian:
Masyarakat adat Papua sangat bergantung pada hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, seperti berburu, berkebun, dan mengumpulkan hasil hutan. Kerusakan hutan menyebabkan hilangnya sumber mata pencaharian mereka.
4. Erosi Identitas Budaya:
Hutan merupakan bagian penting dari identitas dan budaya masyarakat adat Papua. Kerusakan hutan dapat menyebabkan hilangnya pengetahuan tradisional tentang penggunaan sumber daya alam, ritual, dan nilai-nilai budaya yang terkait dengan hutan.
5. Peningkatan Bencana Alam:
Kerusakan hutan dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Hutan yang gundul tidak dapat menyerap air hujan dengan baik, sehingga dapat menyebabkan banjir di daerah hilir, sedangkan tanah yang tidak ditutupi oleh hutan menjadi lebih mudah erosi dan longsor.
6. Pencemaran Lingkungan:
Kerusakan hutan dapat menyebabkan pencemaran air dan tanah. Penebangan liar dan kegiatan tambang tanpa izin dapat menyebabkan pencemaran sungai dan tanah, serta mengancam ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir.
7. Konflik Sosial:
Kerusakan hutan dapat memicu konflik sosial antara masyarakat adat dengan perusahaan, pemerintah, atau pihak lain yang terlibat dalam eksploitasi sumber daya alam.
8. Perpecahan Antar Anak Bangsa:
Kerusakan hutan yang dilakukan secara besar-besaran dan tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat adat dapat memicu rasa tidak adil dan perpecahan antara masyarakat adat dengan pihak yang menguntungkan dari kerusakan hutan.

Upaya yang Perlu Dilakukan:

Penegakan Hukum:
Perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penebangan liar, konversi hutan, dan kegiatan tambang ilegal.
Perlindungan Hutan Adat:
Perlindungan dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat atas hutan adat.

Pemberdayaan Masyarakat:
Pemberdayaan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan dan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pendidikan Lingkungan:
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan lingkungan.
Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan:
Pengembangan ekonomi yang tidak merusak hutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

29/05/2025

Tangan besi, kekuatan tanpa hati. Menghancurkan bumi, sumber daya alam tercabut. Hutan yang hijau, sungai yang jernih. Dibabat, dijarah, tanpa kasih sayang. Langit yang biru, kini berasap tebal. Bumi yang subur, kini tandus dan kering. Masa depan gelap, generasi terjajah Oleh kerakusan, oleh kekuasaan. Gerakan Radikal adalah kunci sukses dalam menghindari perubahan iklim global.

Dewan Jalanan

Photos from WENE POGA's post 29/05/2025

WEST PAPUA DARURAT MILITER, EKOSIDA, ETNOSIDA, & DARURAT GENOSIDA. KONFLIK POLITIK YANG SULIT DIHINDARI.

Oleh Epicuro S

Papua terancam Ekosida dan Etnosida demi kepentingan ekploitasi mineral, perang TPNPB dan TNI/Polri akibat konflik politik sulit dihindari.
Dampaknya yang jadi korban adalah rakyat sipil papua secara fisik maupun psikis melahirkan krisis kemanusiaan ditegah inflasi ekonomi.

Akibatnya dehumanisme dan imunitas akan semain masif, terstruktur dan sistematis demi kepentingan ekploitasi , monopoli dan ambisi kekuasan negara dan korporasi oligarki.
Ini adalah krisis moralitas krisis humanisme dan krisis kesadaran manusia di pengaruhi oleh nafsu dan kerakusan penguasa.

Krisis Kesadaran di abad ini adalah ancaman serius terhadap keseimbangan kehidupan manusia dan alam semesta di dunia tetapi lebih khusus di Papua.

Papua salah satu-satu dari tiga wilayah yang dikategorikan sebagai paruh-paruh dunia yang memiliki hutan tropis dan didalamnya hidup hewan-hawan tumbuhan dan flora dan fauna yang harus dilindungi ditegah ancaman perubahan iklim.

Masyarakat secara potensial, konflik kemanusiaan akibat keberagaman sangat mungkin terjadi tetapi yang terjadi tidaklah demikian. Demikian p**a pelanet ini didiami jutaan spesies hewan menjadikannya sebagai negara dengan ragam hewan paling majemuk di dunia.

Hewan-hewan ini memiliki peran dalam menjaga keseimbangan hidup di alam. Selanjutnya hutan diklaim sebagai wilayah hutan yang berperang besar dalam menyelamatkan bumi yang memberikan kehidupan kepada manusia.
Di bawah perut bumi juga kaya dengan mineral yang berharga menjaga stabilitas kehidupan planet bumi ini.

Semua potensi ini perlu dilindungi dan dipergunakan secara arif demi kelangsungan keseimbangan alam untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Semua kekayaan ini adalah bagin dari penegasan identitas suatu bangsa harus dijaga dikelola dan dipelihara.

Prinsip cinta damai berlandaskan kesadaran eksistensial adalah hal yang mutlak diperlukan oleh masyarakat terutama masyarakat adat.
Kesadaran eksistensial tidak hanya dibangun dengan alasan-alasan rasional dan penggugahan emosi nafsu keinginan serta kekuasaan semata tetapi melingkupi dan melampainya.

Setiap orang harus sadar bahwa latar belakang, pengetahuan, budaya dan cara pandangan yang berbeda itu adalah hanyalah perbedaan aksidental yang dimiliki setiap manusia.
Masyarakat juga perlu sadar bahwa dirinya juga sama-sama makhluk seperti juga hewan, tumbuhan dan mineral yang hakikatnya semua berasal dari satu substansi yang sama.

Pola lama pandangan logika Aristotelian yang memandang setiap aksiden memiliki esensi yang berbeda sehingga setiap wujud yang menjelma dianggap masing-masing sebagai wujud terpisah perlu ditinjau kembali.

Sistem ini telah mempengaruhi paradigama intelektual manusia dan merasuki nalar agama.
Perbedaannya pada tataran aksiden yang dikenai hukum gerak yang berupa kualitas, kuantitas, tempat dan posisi sebenarnya bukanlah perubahan wujud sebab wujud hakikatnya adalah satu. Perbedaannya hanya dalam segi intensitas.

Prinsip kesadaran manusia ini adalah sebuah evaluasi logika-filsafat yang mendalam.
Terdapat empat orientasi dasar kesadaran eksistensial yang diperlukan manusia dalam rangka menciptakan keharmonisan lingkungan dan keselarasan dengan alam.

Pertama adalah : Dalam rangka menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.
Kedua adalah : Kesadaran tentang melindungi aneka hewan-hewan atau binatang liar
Ketiga adalah : Yakni kesadaran pelestarian hutan
keempat adalah : Kesadaran pemanfaatan sumberdaya alam dan mineralnya

Semua itu dibangun dengan prinsip kesadaran bahwa kita semua adalah bagian dari wujud yang berasal dari sumber yang sama.
Kesadaran Sesama Manusia
Setiap orang perlu menyadari bahwa semua manusia itu memiliki kelima ketegori substansi yang sama yakni materi, bentuk, jasad , jiwa dan akal.

Perbedaan-perbedaan antar individu hanya pada kategori-kategori. Terlahir sebagai orang Papua dan suku sukunya merupakan kategori-kategori aksiden.

Demikian juga perbedaan pola pikir ataupun agama hanya merupakan perbedaan cerapan-cerapan panca indera dan konsepsi pikiran.
Perbedaan-perbedaan itu tidak merubah unsur penting kita sebagai manusia yakni substansi. Bahkan keyakinan-keyakinan yang berbeda tetap saja tidak akan membuat perbedaan pada unsur-unsur substansi kita.

Karena itu, setiap orang perlu memiliki kesadaran eksistensial untuk berpegang pada prinsip-prinsip universal kebenaran yang dikandung setiap agama, aliran kepercayaan dan kearifan-kearifan lokal.

Kesadaran Perlindungan adalah setiap orang sebagai manusia perlu memiliki pengetahuan akan pentingnya keberadaan spesis-spesies hewan guna menjaga stabilitas alam termasuk persoalan hidup manusia.

Sumber-sumber pengetahuan tentang pentingnya keberlangsungan hidup hewan-hewan demi keseimbangan alam kiranya harus melampaui pemahaman sederhana seperti rantai makanan atau mutualisme simbiosis yang diajarkan pada bangku sekolah.

Perlu ditelaah kitab-kitab kuno untuk mempertegas pentingnya eksistensi hewan-hewan. Contohnya ajaran ajaran India kuno yang memandang setiap spesies hewan persis seperti penjaga kitub-kutub alam.

Kesadaran akan perlindungan satwa tidak hanya diperlukan pada ranah luar seperti membanggakan diri bahwa bangsa Papua memiliki spesies-spesies unik dan lengkap, tetapi diperlukan kesadaran yang lebih mendalam yakni kesadaran eksistensial.

Prinsip ini dapat dipahami dengan baik sehingga muncul kesadaran bahwa hewan-hewan juga berada dalam status wujud sama sepeti kita manusia. Perbedaannya hanya pada tataran hirarkinya.Dan hirarki-hirarki itu sekaligus berada dalam lingkup wujud.

Demonstrasi dan argumentasi yang mendalam dan menyeluruh tentang prinsip ini diharapkan dapat melahirkan kesadaran sesungguhnya bahwa manusia dan hewan-hewan adalah tidak terpisahkan dalam wujud.

Kesadaran pelestarian tumbuhan dimana kesadaran pelestarian ekosistem hutan dan tumbuh-tumbuhan adalah bagian penting dari penerapan identitas.

Sisten ajaram wujud Hamzah Fansûrî bila dikemukakan secara mendalam dan menyeluruh akan memberikan kesadaran paling mendasar kepada kita akan pentingnya pelestarian hutan dan tumbuh-tumbuhan.

Ajaran ini akan menghentikan keserakahan sebagian kecil orang yang merugikan hampir semua orang dan hamper semua makhluk.
Kesadaran yang akan dimunculkan oleh sisten wujud ini tidak hanya kesadaran emosional atau kesadaran intelektual saja tetapi melingkupi itu semua dan lebih mendasar yakni kesadaran eksistensial. Kesadaran ini akan melampaui emosi maupun inteleksi sebab kesadaran eksistensial adalah kesadaran pra emosi dan pra inteleksi.

Kesadaran tentang Sumber Daya Mineral Bila kesadaran bangsa timbul karena pengetahuan-pengetahuan tentang bahaya menipisnya cadangan sumber daya alam, maka kesadaran itu adalah kesadaran inteleksi.

Kesadaran inteleksi ini umumnya berlanjut pada timbulnya rencana, hasrat atau keinginan untuk bertindak untuk melakukan sesuatu yang dapat menghentikan atau mencegah terjadinya kepunahan atau penipisan sumber daya alam khususnya mineral.

Munculnya rencana atau hasrat ini disebut dengan kesadaran emosi. Tetapi karena basisnya hanya intelek dan emosi, sementara pola pikir dan emosi manusia sifatnya berubah-ubah, maka sekalipun dua model kesadaran ini telah menghantarkan pada tindakan nyata, tetap saja pada kondisi tertentu pola pikir dan doktrin tertentu tetapi kesadaran ini adalah kesadaran yang mengada bersama manusia bersamaan dengan eksistensi manusia itu sendiri.

KESIMPULAN

Dari uraian tulisan ini, maka jelaslah bahwa prinsip manusia adalah sebuah sistem ideal yang dapat ditawarkan menjadi bagian dari landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi.
Ajaran sufi adalah ajaran yang paling ideal untuk masyarakat karena kesesuaiannya dengan watak masyarakat.

Keberagaman yang sangat kaya yang dimiliki bangsa ini dalam setiap sisinya adalah kelebihan yang harus terus-menerus dirawat. Cara terbaik merawat keberagaman ini adalah dengan menghidupkan kembali ajaran-ajaran kaum intelektual masa lalu yang telah terbukti mampu menghadirkan harmonisasi.

Ajaran tasawuf seperti yang dianut Hamzah Fansûrî adalah bagian dari kekayaan tradisi intelektual masa lalu yang mengajarkan prinsip-prinsi epistemologi dan ontologi yang kuat sehingga dapat menweujudkan kesadaran sesungguhnya yang melampaui penalaran dan emosi.

Ajaran-ajaran yang mengedepankan kekerasan dengan basis pemikiran yang dangkal tidak sesuai dengan corak dan watak masyarakat papua harus diatasi dengan suatu ajaran yang mengedepankan kedamaian dan memiliki basis yang kuat.

Ajaranajaran yang mengedepankan kekerasan itu sibuk mencari perbedaan guna mereasisasikan permusuhan.

Sementara ajaran sufi adalah ajaran yang melihat perbedaan sebagai sarana mendisiplinkan dan meningkatkan kualitas pribadi dengan cara menemukan kesamaankesamaan dalam tiap-tiap perbedaan.

29/05/2025

Memang dibunuh oleh TNI. Dia ditangkap, dibawa ke pos, disiksa. Mengalami tindakan kekerasan fisik, telinga, testa, mulut dipotong. Mutilasi. Kekerasan seperti ini pernah terjadi di Timika,” kata Hesegem kepada Jubi, pada Jumat (25/4/2025).

Hesegem mengatakan Abral Wandikbo merupakan warga sipil, dan bukan bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB. Hesegem mengatakan warga sipil harus mendapatkan perlindungan dan beraktivitas secara aman, tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

“Dia masyarakat sipil bukan TPNPB. Jangan menangkap sewenang-wenang, interogasi atau dipukul atau disiksa dan dibunuh. Tidak usah membunuh masyarakat. Hal-hal ini tidak boleh tidak terjadi. Masyarakat sipil harus dilindungi. [Jangan] emosi lampiaskan ke masyarakat sipil,” ujarnya.

Hesegem meminta agar pelaku pembunuhan diproses hukum demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarga korban. Hesegem meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Nduga melakukan pemantauan di Kampung Yuguru tersebut.Hesegem menyebutkan 12 rumah warga di Kampung Yuguru termasuk rumah dinas guru juga dirusak TNI. Mereka mencopot pintu, tiang rumah dan mengambil kasur, dan peralatan masak warga

“Mereka aparat keamanan membongkar dan merusak rumah-rumah milik warga Yuguru,” katanya.

Lanjut Hesegem setidaknya ada 200 anggota TNI berada di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. TNI menempati SD Negeri Yuguru, dan Puskesmas sebagai pos keamanan. Anggota TNI tersebut menghamburkan buku-buku dan ijazah siswa.

Hesegem menjelaskan TNI mulai memasuki Yuguru pasca pembebasan Pilot pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mahrtens. Kelompok bersenjata TPNPB yang dipimpin Egianus Kogoya menyandera Phillip Mark Mehrtens setelah pilot Susi Air itu mendaratkan pesawatnya di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023. TPNPB kemudian membebaskan Philip Mark Mahrtens di Kampung Yuguru, pada 21 April 2024

29/05/2025

"Menteri HAM Natalius Pigai S.IP"

Kaka saya, apa kabar semoga kak sehat selalu di Jakarta bersama pimpinan mu Prabowo Subianto Presiden NKRI. Nama besar NP sudah menghilang jejak setelah Prabowo lantik sebagai Menteri HAM.

Rakyat Papua sedang merindukan atas kehilangan mu, dimanakah nilai kemanusiaan, rakyat Papua mengungsi, rakyat Papua ditembak mati secara brutal oleh Militer Indonesia, terlebih khusus di Intan Jaya, Nduga, Puncak Jaya, Puncak Papua dan Papua lain-nya.

Beliau lupa karena jabatan Menteri Ham, segera melihat situasi Papua, Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah tugas dan tanggung nya Menteri HAM, yang harus duduk bicara dan diskusi agar ada kedamaian, bukan diam, bisu, tuli, buta dan pura" tidak tahu.

Fungsi kerja Menteri HAM, maka rakyat Papua berharap kepada Menteri HAM segera mencari solusi utk penyelesaian, Pembunuhan massal di Intan Jaya Oleh Militer Indonesia kepada rakyat murni, Rakyat korban dlm kontak senjata antara TNI/POLRI dan TPN-PB.

Terimakasih
Nbx, 17 Mei 2024

21/06/2024

Dengan Yoel Everlov – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemarnya yang sedang naik daun! 🎉

18/06/2024

Kalo nyate buat keluarga besar begini caranya bun... Biar efektif :D

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jayapura?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Bomou
Jayapura
0200