Shelvicenthil Bundu
manhaj salaf akhir pencarian ku
30/12/2023
Bismillah
syi'ah rhafidah mereka bukan islam wala'u mereka bertaqiyah mengaku islam .
mereka kebingungan jika sudah datang ke madinah .
Umat Syi'ah rhafidah yang mengaku pengikut dan pecinta ahlul ba'it mengalami benturan sewaktu berdzi'arah ke Kota Nabi ﷺ Madinah Munawarah.
Disinilah mereka menjadi bingung.
"Ahlul ba'it"nya berantakan.
tidaklah Sulit menemukan sejarah pasti keberada'annya.
– Syi'ah rhafidah sangat gemar berdzi'arah kubur.
– Makam imam di hormati bahkan dikeramatkan.
– Berdzi'arah ke makam Imam Reza sama dengan ibadah haji.
Tapi sangat ironi dan tragis di Madinah jama'ah haji syi'ah rhafidah tidak bisa berdzi'arah ke makam Nabi ﷺ.
alasan nya karna Mereka tidak ma'u , karena yang berdampingan dengan Rasulullah ﷺ justru makam shahabat Abu bakar Shiddiq dan Umar Ibnul Khattab. Du'a orang yang paling dibenci dan dilaknat dalam ajaran Syi'ah rhafidah.
ka'um syi'ah rhafidah Pilihan dzi'arah adalah Baqi al Gharghad.
Disana ada makam Fatimah .
Kesanalah tuju'an utama ka'um syi'ah Rafidhah untuk berdo'a dan melantunkan kesedihannya.
Akan tetapi problem juga ada, di are'a makam itu justru juga terdapat makam Aisyah dan istri istri Nabi ﷺ yang la'in. Itu juga orang orang yang mereka benci dan dilaknat.
Belum lagi ada shahabat Usman bin Affan yang juga "dimusuhi" Syi'ah rhafidah.
Ketika orang berburu Ra'udhoh, Syi'ah rhafidah bingung lagi karena di dalam Ra'udhoh ada "Ustuwanah Aisyah" ti'ang dimana dahulu adalah tempat ditunjuk Aisyah sebaga'i tempat yang bi'asa Rasulullah ﷺ shalat.
Lalu terlihat sekelompok mendatangi "Tsaqifah Bani Sa'idah" tempat hija'u kebun dahulu Rasulullah ﷺ gemar berkumpul dengan shahabat shahabat-Nya.
Namun celaka lagi bagi Syi'ah, rhafidah ternyata di tempat itu justru menjadi monumen penting dalam sejarah umat Islam. Disinilah proses pemilihan Khalifah terjadi. Abubakar Shiddiq terpilih menjadi Khalifah pertama pengganti Nabi Muhammad Sementara Syi'ah rhafidah hanya mengaku'i Ali.... Dan itu Pukulan berat bagi umat Syi'ah rhafidah adalah "Tsaqifah Bani Sa'idah Madinah Munawarah Kota Rasulullah ﷺ beserta "ahlul ba'it" nya ternyata membu'at tidak nyaman dan bingung umat Syi'ah rhafidah.
Memang kebingungan mesti melanda orang menganut ajaran kebenci'an dan laknat. Penuh kedengki'an pada Shahabat Rasulullah ﷺ dan istri istri Nabi ﷺ. Akidahnya menyimpang. Syi'ah rhafidah itu bukan Islam.
mungkin ada pertanya'an : KALA'U SYI'AH RHAFIDAH BUKAN ISLAM , KENAPA BISA BERHAJI KE MAKKAH DAN MADINAH ...????
JAWABAN NYA : Pemerintah Sa'udi memahami bahwa Mekah dan Madinah, bukan semata urusan negara. Tapi urusan ka'um muslimin seduni'a. Mereka yang berhaji, yang datang ke tanah suci, tidak hanya muslim ahli ta'uhid, tapi pembela syirik yang mengaku muslim juga sangat banyak. Karena itulah, banyak situs haji yang disalah gunakan oleh pembela kesyirikan, tetap dibi'arkan di Sa'udi.
Pemerintah Sa'udi menggunakan prinsip toleran. Membongkar situs semacam ini, bisa jadi akan membu'at banyak ka'um muslimin marah, dan menimbulkan kekaca'u'an.
Sungguh aneh, ketika ada orang yang menuduh, pemerintah Sa'udi ingin menghancurkan kuburan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Kemudi'an, sejatinya pemerintah Sa'udi menerapkan politik yang pernah diterapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sekte syi'ah rhafidah adalah sekte sesat. Terutama sekte Syi'ah rhafidah Iran, yang mengkafirkan seluruh sahabat dan ka'um muslimin. Mereka mayakini al-Qur'an tidak otentik dan telah di'ubah. Bahkan salah satu tokohnya: At-Thibrisy, menulis satu buku untuk membuktikan bahwa al-Qur'an yang dipegang ka'um muslimin tidak otentik.
Buku itu berjudul:
فصل الخطاب في تحريف كتاب رب الأرباب
[Kalimat pemutus tentang adanya penyimpangan dalam kitab Tuhan].
Di'a menyebutkan berbaga'i sumber syi'ah rhafidah untuk meyakinkan umat bahwa al-Qur'an yang ada di tangan ka'um muslimin telah dipalsukan sahabat. (Maha Suci Allah ﷻ dari tuduhan keji mereka).
Sementara itu, mereka memiliki prinsip taqiyah, berbohong untuk mencari aman. Sehingga tidak mungkin bisa ditangkap dengan bukti yang terang.
Di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ke'ada'an yang paling mirip dengan mereka adalah orang munafik.
Ketika berkumpul bareng ka'um muslimin, mereka sok muslim, ikut shalat jama'ah, ikut jihad, menampakkan dirinya sebaga'imana layaknya muslim.
Begitu mereka kumpul dengan sesama munafik, baru mereka menampakkan kotoran hatinya, dan upayanya untuk menghancurkan islam. Allah ﷻ berfirman tentang mereka,
وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا
Mereka orang-orang munafik mengatakan:"(Kewajiban Kami hanyalah) ta'at". tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagi'an dari mereka mengatur si'asat di malam hari (mengambil keputusan) la'in dari yang telah mereka katakan tadi. Allah ﷻ menulis si'asat yang mereka atur di malam hari itu, Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah ﷻ. cukuplah Allah ﷻ menjadi Pelindung.
(QS. An-Nisa: 81)
Kita tidak boleh berpikiran, bisa jadi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak tahu si'apa saja orang munafik.
Kita tidak boleh berpikir demiki'an.
Karena berarti kita suudzan kepada Allah ﷻ. Bagi'an dari penjaga'an Allah ﷻ kepada Nabi-Nya adalah dengan memberikan informasi si'apa saja musuh belia'u, termasuk musuh dalam selimut, yai'tu orang munafik.
Allah ﷻ menurunkan beberapa wahyu dan ayat yang menjelaskan si'apa mereka. Ayat semacam ini diisitilah dengan ayat ata'u surah Fadhihah. (simak Tafsir at-Thabari 14/332, Ibn Katsir 4/171, dan Tafsir al-Baghawi 4/7)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tahu si'apa saja mereka, dan bahkan ada sahabat yang tahu si'apa saja munafik di Madinah. Di'antaranya adalah Hudza'ifah ibnul Yaman. Belia'u diberitahu oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beberapa nama orang munafik di Madinah. Dan karena inilah, Hudza'ifah digelari dengan Shohibu sirrin Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (pemilik rahasi'a Nabi ﷺ).
Pertanya'an yang mendasar, mengapa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat tidak mengusir orang munafik itu dari Madinah?
Mengapa belia'u tidak memerangi ata'u bahkan membi'arkan mereka tetap berkeli'aran di Madinah?
Umar berkali-kali menawarkan diri untuk membunuh gembong munafik Abdullah bin Uba'y bin Salul.
Namun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selalu melarang belia'u dan mengatakan,
دَعْهُ لَا يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّ مُحَمَّدًا يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ
"Bi'arkan di'a, jangan sampa'i manusi'a berkomentar bahwa Muhammad membunuh sahabat-Nya." (HR. Bukhari 4905, Muslim 2584, Turmudzi 3315, dan yang la'innya).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membunuh mereka, tidak mengusir mereka, dalam rangka menghindari dampak buruk yang lebih parah. Membi'arkan mereka di keli'aran di Madinah, dampaknya lebih ringan dari pada membanta'i mereka.
Anda tidak boleh mengatakan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membi'arkan mereka kelu'ar masuk masjid nabawi, itu bukti bahwa orang munafik BUKAN orang kafir.
sedangkan syi'ah rhafidah mereka masuk kesa'udi memaka'i identitas negara maka mereka akan bertaqiyah mengaku muslim .
Kebijakan itulah yang ditempuh pemerintah Sa'udi. Apa yang akan dikatakan muslim seluruh duni'a ketika pemerintah Sa'udi melarang seluruh orang syi'ah rhafidah Iran berangkat haji??
Dengan demiki'an, tidak ada hubungannya antara kehadiran syi'ah rhafidah ke tanah suci dan keikut-serta'an mereka dalam ibadah haji, dengan status aqidah mereka yang dinila'i kafir oleh para ulama.
Allahu a'lam
Copas...
Repost :
Ⓜ️ UTI'ARA NASEHAT PARA SAHABAT NABI ﷺ
https://www.facebook.com/groups/172408735598001/?ref=share_group_link
23/12/2023
Bismillah
🇯🇴 TASYABBUH (menyerupai) Orang Orang Kafir
Jika kaum muslimin merayakan maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam, apa masalahnya mereka juga merayakan maulid Nabi Isa alaihissalam. Bukankah dia seorang Nabi yang diutus oleh Allah Azza wa Jalla?
Beriman kepada Nabi Isa alaihissalam sebagai seorang rasul yang diutus oleh Allah Ta’ala untuk menjadi Nabi bagi Bani Israil merupakan bagian dari keimanan kepada Allah dan Rasul-nya. Tidaklah sah iman seseorang kecuali jika dia beriman kepada seluruh rasul. Allah Ta’ala berfirman,
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ (سورة البقرة: 285)
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian p**a orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya.”
QS. Al-Baqarah: 285.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Orang-orang mukmin beriman bahwa Allah adalah esa, sendiri tempat bergantung, tidak ada tuhan yang disembah selainNya, tidak ada tuhan pengatur selainnya. Mereka beriman kepada seluruh nabi dan rasul dan kitab-kitab yang diturunkan dari langit kepada hamba-hambaNya para nabi dan rasul. Mereka tidak membeda-bedakan antara para nabi dengan beriman kepada sebagiannya dan kufur kepada sebagian lainnya. Bahkan menurut mereka, para nabi adalah orang-orang yang jujur, berbakti, mendapat petunjuk dan menunjukkan ke jalan-jalan kebaikan.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 1/736)
As-Sa’dy rahimahullah berkata,
فالكفر ببعضهم كفر بجميعهم بل كفر بالله
“Kufur dengan sebagian mereka (para nabi) sama dengan kufur terhadap seluruhnya, bahkan dianggap kufur kepada Allah.” (Tafsir As-Sa’dy, hal. 120) firman Allah Ta’ala, “Siapa yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka dia bagian dari mereka.” Demikian dari kitab Iqtidha Siratal Mustaqim, hal. 82-83)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Telah jelas bagi anda bahwa sebab hilangnya agama dan syariat Allah dan munculnya kekufuran dan maksiat adalah tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir. Sebagaimana sebab dari segala kebaikan adalah menjaga sunah-sunah para nabi dan syariat mereka. Karena itu, munculnya bid’ah dianggap sebagai pelanggaran besar dalam agama, meskipun di dalamnya tidak menyerupai orang kafir, apalagi jika berkumpul keduanya (bid’ah dan tasyabbuh)?!”
(Iqtidha Siratal Mustaqim, hal. 116)
Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Mengucapakan selamat natal atau perayaan keagamaan lainnya kepada orang-orang kafir adalah perkara haram berdasarkan kesepakatan para ulama. Karena hal tersebut berarti persetujuan terhadap syiar-syiar kekufuran mereka dan ridha dengannya. Meskipun dia tidak ridha dengan kekufuran itu sendiri, akan tetapi diharamkan bagi seorang muslim untuk menyerupai orang kafir dengan merayakan symbol-simbol kekufuran atau mengucapkan selamat kepadanya. Juga diharamkan bagi seorang muslim mengadakan acara-acara terkait dengan moment tersebut atau saling tukar hadiah, membagi-bagi kue, makanan atau meliburkan pekerjaan dan semacamnya.
Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
“Siapa yang menyerupai suatu kaum, dia adalah bagian dari mereka.”
(HR. Abu Daud)
Demikian dikutip dengan ringkas dari kitab Majmu Fatawa Wa Rasail Ibnu Utsaimin, 3/45-46.
Kesimp**an, keburukan yang lahir karena kaum muslimin ikut merayakan hari raya natal terwujud dalam beberapa perkara;
- Di dalamnya terdapat tasyabbuh terhadap orang-orang kafir dan musyrik yang mengadakan perayaan-perayaan tersebut dengan motivasi kekufuran dan kesyirikan mereka kepada Allah yang Maha Agung, bukan berdasarkan pengamalan terhadap syariat Nabi Isa alaihissalam.
Karena berdasarkan kesepakatan kita dan kesepakatan mereka juga, bahwa dia tidak mensyariatkan perayaan-perayaan serupa itu.
Perayaan tersebut merupakan campuran antara syirik dan bid’ah, ditambah lagi dengan kefasikan dan kemaksiatan di dalamnya sebagaimana yang umumnya telah dikenal. Bagaimana kita menyerupai mereka dalam perayaan seperti ini? yang rusak, karena di dalamnya terdapat kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.
Perkara seperti ini tidak dapat diqiyaskan dengan sesuatu apapun dan tidak dapat dikecualikan sedikitpun dengan membolehkannya.
Jika qiyas ini dibenarkan, maka akan muncul pertanyaan, mengapa tidak kita lakukan perayaan kelahiran seluruh nabi? Bukankah mereka para nabi yang diutus oleh Allah? Pendapat seperti ini tidak ada seorang pun yang menyatakannya.
Mengetahui hari kelahiran para Nabi secara persis tak mungkin, bahkan termasuk terhadap nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, sesungguhnya, hari kelahirannya tidak dapat diketahui secara pasti. Para ahli sejarah berbeda pendapat dalam beberapa pendapat hingga sembilan pendapat lebih. Maka merayakan kelahirannya menjadi batal bagi dari sisi syar’I maupun syar’i. Maka masalah ini secara keseluruhan, baik peringatan terkait dengan kelahiran nabi kita atau Nabi Isa alaihimassalam merupakan perkara yang tidak ada dasarnya.
Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Merayakan kelahiran Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak sah, baik dari sisi sejarah maupun dari sisi syariat.” (Fatawa Nurun Aladdarb, 19/45)
Bismillah
18/12/2023
Bismillah
*Tidak Usah Membuat Acara Tandingan Ketika Malam Tahun Baru*
Jalanilah malam tahun baru sebagaimana malam-malam biasanya. Tidak ada yang spesial di malam tahun baru. Tidak perlu membuat “saingan” berupa kegiatan Islami dalam rangka menyambut tahun baru. Intinya tidak perlu membuat acara khusus dalam rangka menyambut tahun baru masehi. Tidak perlu membuat majelis dzikir atau pengajian dalam rangka tahun baru. Karena jelas tahun baru masehi bukan perayaan kaum Muslimin dan jelas itu adalah perayaan non-muslim serta memiliki sejarah yang terkait dengan agama kuno Romawi.
Sebagaimana dalam buku “The World Book Encyclopedia” vol.14 hal.237 dijelaskan: “Semenjak abad ke 46 SM raja Romawi julius caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun. Orang Romawi mem persembahkan hari 1 Januari kepada janus, dewa segala gerbang pintu-pintu dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama janus sendiri,yaitu dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menghadap ke (masa) depan dan satu wajah lagi menghadap ke (masa) lalu”. Jelas tahun baru masehi bukanlah bagian dalam Islam dan jangan sampai kita ikut-ikutan menyerupai mereka. Karena jika kita ikut-ikutan menyerupai mereka maka kita bisa dihukumi bagian dari mereka. Tidak perlu menjadikan momen tahun baru untuk ajang saling mendoakan tau membuat majelis “pengajian” khusus untuk menyambutnya. Atau sekedar basa-basa walapun tidak berniat merayakannya.
🌐muslim.or.id 📷 .id .
18/12/2023
Bismillah
Saudaraku , mari kita berfikir sejenak untuk menghilangkan kebodohan pada diri kita , Allah memberikan kita fikiran supaya kita bisa berfikir dengan normal karna kebenaran itu datang bagi orang yg mau berfikir .
lihatlah di gambar itu ...???? , apa tujuan nya mendatangi kuburan keramat ...??? hanya sekedar ziarah kubur atau lagi memburu berkah di kuburan yg di anggap orang sholeh ????
jika tujuan nya hanya ziarah kubur maka ziarah kubur yg di khususkan kepada tempat tertentu itu tidak boleh , karna ziarah kubur yg sesuai sunnah sudah di contohkan oleh nabi kita muhammad shallalahu alaihi wa salam .
jika tujuan nya mencari berkah maka mereka berbuat syirik dan dosa syrik dosa paling besar yg ada di bumi , sampai pelakunya tidak dapat ampunan sebelum ia mau bertaubat sebelum meninggal .
dan apabila mereka percaya jika kuburan itu bisa mengambulkan permintaan mereka atau Berdoa di kuburan , lalu terkabulkan
Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan, jika ada orang yang datang kepada kuburan yang dianggap kuburan wali. Lalu ia berkata, "Wahai wali Fulan, wahai sayyid Fulan, aku sedang sakit sembuhkanlah aku".
Dan ternyata orang ini sembuh! Apakah berarti wali tersebut bisa menyembuhkan dan perbuatannya benar?
Jawabnya, mayit atau wali tersebut tidak menyembuhkan sama sekali dan ia tetap berbuat kesyirikan. Karena Allah ta'ala berfirman:
إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
"Jika kamu berdoa kepada mereka (sesembahan selain Allah), mereka tidak mendengar doamu. Dan andaikan mereka mendengar, mereka juga tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kesyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti" (QS. Fatir: 14).
Maka yang menyembuhkan orang itu sejatinya adalah Allah. Namun dijadikan ia sembuh setelah ia mengusahakan sebab yang haram (berdoa kepada kuburan) sebagai fitnah (ujian) bagi si peminta jatuh dalam perbuatan Dosa syirik (Menghapuskan seluruh amal serta pelakunya diancam kekal didalam Neraka
Wal iyyadzubillah
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).
Dai penyeru Neraka Jahannam 👇👇👇
17/12/2023
•Hukum Ucapan Shodaqollahul Azhim•
🎙 Syaikh utsaimin رحمه الله berkata,
"Apa yang dilakukan sebagian orang jika ia selesai membaca Al-Qur'an di masjid atau selainnya, dengan mengatakan shodaqollahul azhim tidak ada asalnya, bahkan ucapan tersebut merupakan bid'ah."
💡Ref. Fatawa Nur Alad Darb jilid 26 hal 286
08/12/2023
Bismillah
i بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمٰنِ الرَّ حِيْمِ
KUBURAN BAQI' DI MADINAH
Inilah kuburan yg sesuai dengan syariat islam sebenarnya »Tidak membangun diatas kuburan : Tidak disemen,Tidak dikeramik,tidak ada tulisan ,tidak diberi penerangan ,tidak ditaburi bunga, tidak dipagari,tidak diberi kelambu kayak pengantenan(tidak diistimewakan)
Tidak ada yg datang ngalap berkah dikuburan, tidak ada yg dzikir goyang2 kepala dikubur,tidak ada yg thawaf di kuburan, tidak ada yang shalat dikuburan & tdk ada semua perbuatan syirik & tidak ada tuntunan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (perbuatan Bid'ah)
Dari Jabir radhiallahu 'anhu, ia berkata,
عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ
Dari Jabir radhiallahu 'anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari mengkafuri (memberi semen) pada kubur, duduk di atas kubur dan memberi bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970). Wallahu'alam bish showab
Saat kita terpuruk atau terkena musibah maka kita akan tahu ada yg sibuk menyalahkan&menghakimi, ada yg berpura2 simpati dan ada p**a yg tulus mengasihi. 🥱
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jeneponto