P gon
sekedar info untu' hidup agar lebih berpengalaman
* Kahlil Gibran *
Khalil gibran dikenal sebagai salah satu nama pujangga dan penyair terhebat yang pernah hidup di dunia. Bagi sebagian orang, syair dari Kahlil Gibran sangat indah. Karya sastra dan seni dari kahlil Gibran sangat romantis dalam pandangannya yang banyak dipengaruhi oleh Alkitab, karya Friedrich Nietzsche, dan William Blake. Tulisan syair Kahlil Gibran lebih banyak bertema cinta, kematian, alam, dan kerinduan akan tanah air. Kahlil Gibran merupakan penyair asal Lebanon yang banyak menghabiskan hidupnya di Amerika. Namun sayangnya, ia meninggal di usia 48 tahun ketika masih produktif dalam menghasilkan karya sastra.
Kahlil Gibran lahir dengan nama lengkap Jubran Khalil Jubran. Ia lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di wilayah Bsharrī, Lebanon. kahlil Gibran dikenal sebagai seorang novelis, penyair, serta seniman. Kahlil Gibran memiliki ayah bernama Khalil Gibran. Ibunya bernama Kamila Gibran. Ia juga memiliki dua orang saudara perempuan bernama Mariana dan Sultana serta saudara laki-laki bernama Peter. Keluarga Kahlil Gibran merupakan penganut agama Kristen Manonit, sebuah sekte agama kristen yang berada di Lebanon.
Kahlil Gibran menyelesaikan pendidikan dasarnya di Beirut, Lebanon. Setelah itu, ia bersama dengan orang tuanya serta adik perempuannya kemudian pindah ke Boston, Amerika Serikat pada tahun 1895. Namun beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Lebanon pada tahun 1898 dan belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901. Hanya beberapa tahun saja di tanah kelahirannya, ia kembali ke Boston, Amerika Serikat pada tahun 1903.
Kahlil Gibran diketahui pada tahun itu juga, Kahlil Gibran menerbitkan karya sastra pertamanya. Dan di tahun 1907, Kahlil Gibran bertemu dengan Mary Heskell, seorang wanita yang sangat berpengaruh dalam kehidupan dan karier Kahlil Gibran. Mary Elizabeth Haskell adalah seorang kepala sekolah terkenal di Boston. Ia juga mennjadi editor Kahlil Gibran. Selain sebagai kepala sekolah, Haskell juga seorang penyair, seniman, dan penulis. Mary Haskell juga mendukung Gibran secara finansial selama di Boston. Namun tidak diketahui apakah Mary Haskell dan Kahlil Gibran menjalin hubungan atau tidak, sebab Haskell menikah dengan pria lain.
Mary Haskell juga yang memperkenalkan Gibran dengan Emilie Michel, seorang guru bahasa Prancis yang membantu Gibran belajar seni di Paris, Perancis pada tahun 1908. Disana ia menimba ilmu di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Pada tahun 1903, Kahlil Gibran menerima kabar dari konsulat Turki bahwa adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun bernama Sultana meninggal karena TBC. Gibran segera kembali ke Boston. Tak lama kemudian, Kakaknya laki-lakinya yang bernama Peter yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Dan ibunya yang bernama Kamilah juga meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adik perempuannya yang bernama Marianna yang masih tersisa. Dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya, Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran melalui upah dari menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.
Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya yang berjudul Spirits Rebellious ditulis di Boston dan diterbitkan di New York. Karyanya ini berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat. Sudut pandang Kahlil Gibran mengenai tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi kemudian mengilhami cara pandangnya dalam menulis syair.
Ini kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab. Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.
Kemudian di tahun 1911, Kahlil Gibran memilih menetap di New York, Amerika. Disana ia banyak menulis syair dan cerita pendek baik dalam bahasa arab serta bahasa inggris. Selain sastra, ia juga hobi melukis. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di jalan 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis. Sebelum tahun 1912, Karya berjudul Broken Wings telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Kahlil Gibran dikenal sebagai penyair yang sangat produktif. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan seninya. Ia juga s**a melakukan korespondensi dengan wanita kaya Lebanon bernama May Ziadeh yang tinggal di Kairo, Mesir. Pada tahun 1918, Kahlil Gibran menerbitkan buku sastra pertamanya dalam bahasa inggris yang berjudul The Madman. Selain The Madman, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah Twenty Drawing yang terbit tahun 1919, dan The Forerunne yang terbit tahun 1920. Pada tahun 1920 juga Kahlil Gibran bersama dengan para penulis serta penyair yang berasal dari Arab mendirikan Al Rabitat al Qualamiya atau The Pen bond Society. Itu merupakan sebuah perkumpulan para sastrawan yang berasal dari Arab.
Pada tahun 1923, Karya Kahlil Gibran yang paling terkenal bernama The Prophet diterbitkan dan langsung menuai kesuksesan. Pada tahun itu juga ia menjalin pertemanan dengan penyair wanita bernama Barbara Young yang kemudian menjadi orang kepercayaanya. Kahlil Gibran diketahui bahwa karya sastra dan syair Kahlil Gibran lebih banyak dipengaruhi oleh Alkitab. Tak mengherankan bila pada tahun 1926, ia menyelesaikan karyanya yang berjudul Sand and Foam. Dan pada tahun 1928, ia menerbitkan karyanya yang berjudul Jesus, the Son of Man. Naskah dramanya yang berjudul Lazarus ia selesaikan pada tahun 1929. Setelah itu ia menerbitkan karya lainnya yang berjudul The Earth Gods pada tahun 1931.
Pada tanggal 10 April 1931, penyair besar Kahlik Gibran meninggal dunia di sebuah rumah sakit di St. Vincent’s Hospital, New York di usia 48 tahun. Penyebab kematiannya karena sirosis hati dan TBC, penyakit yang sama diderita oleh Penyair Chairil Anwar. Jasadnya kemudian dibawa ke Lebanon. Kahlil Gibran dimakamkan pada tanggal 21 Agustus di kota kelahirannya di Bsharri tepatnya di biara Mar Sarkis (Saint Serge) yang kini berubah menjadi museum. Setelah kematiannya, Karyanya Kahlil Gibran yang berjudul The Wanderer yang selama ini ada di tangan Mary kemudian terbit namun tanpa nama pada tahun 1932.
* Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) *
Berawal pada thn 1963, kaum perempuan diberikan hak, kewajiban, dan kehormatan yang sama dengan kaum pria untuk ikut serta dalam bidang militer yakni bergabung organisasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL). Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta dari TNI-AL dalam pengantar Info Historia Buletin Kesejarahan TNI AL (2018) mengungkapkan, TNI Angkatan Laut lahir bersamaan dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 1945. Oleh karena itu, dinamika pasang surut perjalanan NKRI juga dirasakan sepenuhnya oleh TNI-AL dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Unsur kehadiran kaum wanita juga tidak boleh luput dari perhatian dalam sejarah tersebut. Tentu, ini semua memiliki alasan tersendiri. Stigma mengenai kaum hawa yang saat itu masih sangat tabu di masyarakat membuat ruang gerak para perempuan menjadi terbatas. Tak jarang, kaum wanita dipandang sebelah mata sehingga tidak terlihat potensi yang sebenarnya mereka punya karena sebenarnya para perempuan juga bisa turut andil dalam berbagai bidang, termasuk di kancah militer atau ketentaraan.
Sejarah Hari Korps Wanita Angkatan Laut TNI-AL dibentuk tak lama setelah kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya tanggal 10 September 1945. Usulan dibentuknya Korps Wanita Angkatan Laut mulai muncul pada dekade 1960-an. Dikutip dari artikel Perpusnas, di lingkungan Angkatan Laut timbul gagasan untuk menampilkan peranan wanita Indonesia dalam bidang pertahanan, keamanan. Bahkan, Laksmana R. E. Martadinata selaku perintis awal TNI-AL benar-benar ikut mendukung usulan tersebut. Pada Juli 1961, beberapa Perwira Staf Pendidikan TNI-AL pergi ke Markas Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat di Bandung. Di sana mereka belajar tentang Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) yang telah lahir pada 22 Desember 1960. Proses pembelajaran itu berlangsung kurang dari setahun untuk mempersiapkan pembentukan Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL). laksamana TNI R.E. Martadinata selaku Menteri/Panglima Angkatan Laut mengeluarkan Surat Keputusan mengenai pembentukan KOWAL untuk memberikan hak, kewajiban, serta kehormatan kepada wanita Indonesia yang ingin bergabung di bidang kemiliteran. Anggota awal KOWAL berjumlah 12 orang perempuan yang dilantik menjadi siswa resmi pada 5 Januari 1963. Inilah hari yang merupakan cikal bakal kelahiran Hari Korps Wanita Angkatan Laut atau KOWAL dan terus diperingati hingga kini.
Dalam buku 21 Peran Korps Wanita Angkatan Laut Dalam Menghadapi Tantangan Global, Siwi Sukma Adji selaku Kepala Staf Angkatan Laut menerangkan, dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah lahir para pejuang wanita Indonesia yang jejak historisnya telah ditorehkan dengan tinta emas. Para perempuan hebat tersebut juga tidak sebatas beraksi dalam bidang sosial, pendidikan, budaya, tapi juga politik dan kemiliteran. KOWAL menjadi salah satu pelopor emansipasi wanita di kancah militer yang sebelumnya kerap diidentikkan dengan kaum pria.
15 November
Sejarah PT Angkasa Pura I (Persero) - atau dikenal juga dengan Angkasa Pura Airports - sebagai pelopor pengusahaan kebandarudaraan secara komersial di Indonesia bermula sejak tahun 1962. Ketika itu Presiden RI Soekarno baru kembali dari Amerika Serikat. Beliau menegaskan keinginannya kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum agar lapangan terbang di Indonesia dapat setara dengan lapangan terbang di negara maju.
Tanggal 15 November 1962 terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran. Tugas pokoknya adalah untuk mengelola dan mengusahakan Pelabuhan Udara Kemayoran di Jakarta yang saat itu merupakan satu-satunya bandar udara internasional yang melayani penerbangan dari dan ke luar negeri selain penerbangan domestik.
Setelah melalui masa transisi selama dua tahun, terhitung sejak 20 Februari 1964 PN Angkasa Pura Kemayoran resmi mengambil alih secara penuh aset dan operasional Pelabuhan Udara Kemayoran Jakarta dari Pemerintah RI. Tanggal 20 Februari 1964 itulah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi perusahaan.
Pada tanggal 17 Mei 1965, berdasarkan PP Nomor 21 tahun 1965 tentang Perubahan dan Tambahan PP Nomor 33 Tahun 1962, PN Angkasa Pura Kemayoran berubah nama menjadi PN Angkasa Pura, dengan maksud untuk lebih membuka kemungkinan mengelola bandar udara lain di wilayah Indonesia.
Secara bertahap, Pelabuhan Udara Ngurah Rai (Denpasar), Pelabuhan Udara Halim Perdanakusumah (Jakarta), Pelabuhan Udara Polonia (Medan), Pelabuhan Udara Juanda (Surabaya), Pelabuhan Udara Sepinggan (Balikpapan), dan Pelabuhan Udara Hasanuddin (Ujungpandang) kemudian berada dalam pengelolaan PN Angkasa Pura. Selanjutnya, berdasarkan PP Nomor 37 tahun 1974, status badan hukum perusahaan diubah menjadi Perusahaan Umum (Perum).
Dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 1986 tanggal 19 Mei 1986, nama Perum Angkasa Pura diubah menjadi Perusahaan Umum Angkasa Pura I. Hal ini sejalan dengan dibentuknya Perum Angkasa Pura II yang sebelumnya bernama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng, secara khusus bertugas untuk mengelola Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Kemudian, berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 1992, bentuk Perum diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Negara Republik Indonesia sehingga namanya menjadi PT Angkasa Pura I (Persero). Saat ini, Angkasa Pura Airports mengelola 15 (lima belas) bandara di Indonesia, yaitu:
1. Bandara I Gusti Ngurah Rai - Denpasar
2. Bandara Juanda - Surabaya
3. Bandara Sultan Hasanuddin - Makassar
4. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan - Balikpapan
5. Bandara Frans Kaisiepo - Biak
6. Bandara Sam Ratulangi - Manado
7. Bandara Syamsudin Noor - Banjarmasin
8. Bandara Jenderal Ahmad Yani - Semarang
9. Bandara Adisutjipto - Yogyakarta
10. Bandara Adi Soemarmo - Surakarta
11. Bandara Internasional Lombok - Lombok Tengah
12. Bandara Pattimura - Ambon
13. Bandara El Tari - Kupang
14. Bandara Internasional Yogyakarta - Kulon Progo
15. Bandara Sentani - Jayapura
Selain itu, Angkasa Pura Airports saat ini memiliki 5 (lima) anak perusahaan, yaitu PT Angkasa Pura Logistik, PT Angkasa Pura Properti, PT Angkasa Pura Suport, PT Angkasa Pura Hotel, dan PT Angkasa Pura Retail.
#1962 – 15 November
Pemerintah RI mengeluarkan PP No.33 Tahun 1962 tentang Pendirian Perusahaan Negara (PN) Angkasa Pura Kemayoran, yang ditandatangani oleh Pejabat Presiden RI Ir. Djuanda. Tugas pokoknya adalah pengelolaan dan pengusahaan Bandar Udara Kemayoran Jakarta yang saat itu merupakan satu-satunya bandar udara internasional yang melayani penerbangan dari dan keluar negeri selain penerbangan domestik.
10 NOVEMBER
PERISTIWA 10 November 1945 yang sekarang dikenal sebagai Hari Pahlawan, merupakan satu peristiwa heroik segenap rakyat Indonesia, dalam mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikannya, pada 17 Agustus 1945.
Peristiwa bersejarah ini, dipicu oleh tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, dalam pertempuran di Surabaya, Jawa Timur. Dalam peperangan itu, Mallaby tewas terpanggang di dalam mobil yang ditumpanginya, diduga akibat terkena lemparan granat, saat melintas di depan Gedung Internatio. Komandan Angkatan Perang Inggris di Indonesia Jenderal Christison menyebut tewasnya Mallaby sebagai satu pembunuhan yang kejam. Dia menyatakan, akan menuntut balas terhadap rakyat Indonesia, dan Surabaya khususnya. Pucuk Pimpinan Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) Sutomo atau biasa dipanggil B**g Tomo alias B**g Kecil mengatakan, rakyat Indonesia tidak takut dengan ancaman Christison yang akan menuntut balas. Dia juga melihat, di balik pernyataan Christison yang ingin menurunkan kekuatan militernya secara penuh, untuk menggempur rakyat Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamirkannya itu, terdapat satu muslihat licik.
Dalam hal ini, B**g Tomo teringat perang Jepang melawan China, tahun 1931. Ketika itu, Jepang ingin menguasai Mansuria. Dalam pertempuran dengan rakyat Tiongkok itu, opsir Nippon Nakamura tewas. Tidak terima serdadunya tewas, Jepang mengancam akan menuntut balas. Mula-mula, perasaan rakyat Jepang untuk menuntut balas yang dikobarkan. Lalu, dari berbagai penjuru, tentara Nippon menyerang dan mencaplok seluruh wilayah Mansuria. Satu serdadu Nippon tewas, seluruh wilayah Mansuria dikuasai. Dengan tewasnya Mallaby, B**g Tomo khawatir pihak Belanda memakai Inggris untuk mencaplok kawasan Surabaya, seperti Jepang menguasai Mansuria, saat perang melawan China. Kekhawatiran itu pun terbukti benar. Pihak Belanda melalui Inggris, mengultimatum pemerintah Indonesia yang baru terbentuk, untuk menyerahkan diri dengan meletakan senjata, dan mengangkat tangan tinggi-tinggi. Dalam selebaran yang disebar melalui udara, Komandan Angkatan Perang Inggris di Jawa Timur Mayor Jenderal Mansergh meminta seluruh pimpinan Indonesia, pemuda, polisi, dan kepala radio Surabaya, menyerahkan diri ke Bataviaweg atau Jalan Batavia, pada 9 November 1945.
Penghinaan itu kontan membuat dada para pejuang kemerdekaan terbakar. Dengan cepat, BPRI memberikan pelatihan kilat perang gerilya. Terutama tentang tata cara penggunaan senjata hasil rampasan pas**an Nippon. Perlu diketahui, pada zaman itu banyak pejuang rakyat yang belum mengerti tata cara menggunakan senjata rampasan. Hingga akhirnya, tidak jarang senjata itu memakan tuannya sendiri, dan otomatis merugikan perjuangan kemerdekaan. Setelah mendapatkan pelatihan yang cukup, secara bergantian mereka memberikan pengajaran kepada teman-temannya yang lain, dan seterusnya. Mereka inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan "pas**an berani mati".
Di antara kelompok pejuangan itu, terdapat bukan hanya rakyat Surabaya. Tetapi juga pejuang dari Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Bali, para kiai dan alim ulama dari berbagai Pulau Jawa. Anak-anak, pemuda, pemudi, dan orang tua. Semua terjun ke medan perang. Di tengah situasi genting itu, Gubernur Jawa Timur Suryo berpidato di corong radio, meminta rakyat untuk bersabar dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat di Jakarta. Karena ultimatum itu, ditunjukkan kepada republik yang baru berdiri. Tetapi Jakarta menyerahkan keputusan yang diambil kepada pemerintah daerah dan rakyat. Akhirnya, Gubernur Suryo kembali berpidato, dan meminta rakyat mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamirkan.
Hingga 10 November 1945 pagi, rakyat yang siap angkat senjata pun masih menunggu. Hingga akhirnya tersiar kabar, sekira pukul 09.00 WIB lebih, seorang pemuda melaporkan terjadi penembakan oleh pas**an Inggris. Peristiwa yang ditunggu-tunggu pun tiba. Masing-masing pas**an pemuda, dikerahkan ke pos dan pangkalan yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Pertempuran hebat pun terjadi. Moncong senjata memuntahkan pelornya. Segenap rakyat berjuang bersama. Tidak ada perbedaan golongan, tingkatan, agama, dan paham. Ketika satu Indonesia terancam, satu bangsa Indonesia akan membelanya. Inilah hakikat dari peristiwa bersejarah itu. Di mana semua rakyat menjadi satu, dan melupakan semuanya, kecuali Republik Indonesia. Perorangan tidak berlaku pada hari itu. Pemerintah, tentara, rakyat, melebur jadi satu. Kepada segenap rakyat Indonesia yang telah berkorban saat itulah, gelar pahlawan layak disematkan. Selamat Hari Pahlawan.
:
http://daerah.sindonews.com/read/801803/23/peristiwa-10-november-1945-1383559832
19/08/2020
Ubi Garut
15/08/2020
Ubi Gembili
12/08/2020
Tela ungu
09/08/2020
Wortel
05/08/2020
* Kacang Panjang *
04/08/2020
Kacang Hijao
03/08/2020
* Kacang Merah *
02/08/2020
* Kacang Kedelai Hitam *
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jepara