Girls Talk

Girls Talk

Share

Smile is the best make up ever !

08/01/2014

Mohon Saran dan Kritik untuk Page ini :D

08/01/2014

NOVEL :

TETESAN AIR HUJAN

Teman Baru


“ T utup pintu Rana ! “ , Ibu panti menyuruhku untuk menutup pintu karena diluar hujan turun sangat deras dengan gemuruh petir mengiringinya, lalu aku beranjak keluar kamar dan pergi menutup pintu jati dengan ukiran bunga yang kuno itu. “ Menutup pintu “ itu memang kebiasaan tempat tinggal kami tepatnya, di “ Panti Asuhan Putri Kartini “. Panti asuhan ini hanya ditinggali oleh wanita. Tempat ini juga yang mengajari semua hal tentang hidup, cinta ,kasih sayang dan arti keluarga. Candra Kirana Larasati adalah nama yang menemaniku sampai 14 tahun ini, mungkin bagi kalian nama itu biasa tapi menurutku nama itu melambangkan bagaimana pemiliknya, “ Rana “ adalah nama panggilanku. Aku bersekolah di SMP Tunas Mulia di kelas VIII. Umurku sekarang 14 tahun.
Setelah aku menutup pintu aku kembali kekamarku. Kupergi duduk di kursi meja belajar di dekat jendela tua. Hujan turun gerimis, Hujan itu anugrah dan mungkin kotaku dianugrahi oleh tuhan, karena hampir setiap saat hujan turun di kotaku, kota Bogor. Tetesan air ini begitu indah, tak tau bagaimana, tuhan bisa menciptakan butiran-butiran air hujan seperti berlian. Hujanpun berhenti, tak ada setetespun air turun. Jam menunjukan pukul 3 sore, aku bergegas pergi kedapur untuk membantu Ibu panti memasak makan malam kami. Sesampainya di dapur Ibu penti berkata “ Rana tolong bantu Ibu belikan minyak goreng di super market dekat lapangan ya ? “, “ Iya bu ! ” jawabku, “ Ini uangnya ! Jangan lama-lama ya ? “ kata Ibu panti sambil memberikan uang padaku. Aku pergi ke super market. Jalanan begitu lici dan basah oleh lumpur, sesampainya di super market aku menuju tempat minyak goreng. Ada seorang laki-laki meyenggolku sehingga aku jatuh, ia berkata “ Maaf “ tanpa melihat wajahku lalu ia pergi begitu saja. Mungkin ia terburu-buru karena ia ada urusan. Setelah membayar aku kembali pulang, ditengah perjalanan ada sebuah mobil melaju dengan cepat di sebuah lubang dengan lumpur akhirnya akupun terkena lumpur itu, jadi bajuku basah kuyup dan kotor. Pemilik mobil itu keluar dan memintaa maaf “ Sorry....sorry ! “ katanya, “ Iya, gak apa-apa kok ! “ jawabku, “Tapi...tapi ? bajumu kotor ! tadi di super market aku menabrakmu juga-kan, sampai-sampai kamu jatuh ! “ katanya padaku. “ Iya gak apa-apa ! “ jawabku, “ Rumah kamu mana ? biar aku anterin deh naik mobil ! “ pinta laki-laki yang belum kuketahui namanya, “ Emangnya gak apa-apa ? “ jawabku, “ Iya lagian aku juga kan yang salah ! yaudah kalau gitu buruan naik ! “ jawabnya sambil mengajakku naik mobilnya. “ Eh...iya nama kamu siapa ? “ tanyanya “ Rana ! kalau kamu ? “ tanyaku balik “ Ryan ! “ jawabnya “ ini rumahku ! berhenti ! “ kataku “ Mana ? panti asuhan ini ? “ tanyanya, “ Iya “ jawabku turun dari mobil “ Mau mampir dulu ? “ ajakku, “Nggak lain kali aja Ran ! “ jawabnya sambil pergi meninggalkanku. Aku bergegas masuk dan pergi ke dapur “ Rana kok lama sekali sih ? bajumu basah lagi, buruan mandi gih ? “ seru Ibu panti. Aku segera mandi.
Sesudah mandi aku pergi kekamar untuk beres-beres kamar, karena besok pagi aku harus sekolah seperti biasa. Selesai membersihkan kamar aku harus pergi ke ruang makan untuk makan malam karena waktu telah menunjukkan pukul 6.30 malam. Makan malam bersama anak-anak panti memang penuh dengan canda tawa, meski mereka telah kehilangan kedua orang tua mereka. Kadang-kadang aku juga memikirkan orang tua, bagaimana mereka dan siapa mereka. Makan malam usai aku pergi ke kamar untuk dan tidur di ranjang tua itu, Bulan purnama bersinar terang diluar sana, bulan selalu menemani tidurku disaat aku merasa sendiri.

Keesokan paginya....
Sinar matahari telah bersinar pagi ini menyambutku untuk bangun, akupun segera mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah. Selesai bersiap-siap aku pergi ke ruang depan untuk berpamitan dengan ibu panti dan lekas pergi kesekolah dengan jalan kaki. SMP Tunas Mulia adalah sekolah yang sangat berjasa bagiku karena sekolah itu mengajariku apa arti sahabat dan hidup. Aku berjalan ke kelas dan segera meletakkan tas merah yang biasa membawa ilmu kertas yaitu buku-buku. “ Pagi Ran ! “ sapa Rekha Puspita, dia adalah sahabatku sekaligus teman sebangkuku. “ Pagi Rekha ! “ aku meletakkan tasku. Bel masuk berbunyi akupun segera mengeluarkan seragam olahraga untuk pelajaran pertama. Setelah ganti baju akupun segera menuju lapangan, materi hari ini adalah tenis. Jangankan main tenis, pegang raket tenis aja gak pernah, maklum di panti asuhan hanya ada bola plastik. Setiba di dilapangan aku melihat anak-anak sudah baris dengan rapi akupun mengikuti dibelakang Angel teman sekaligus musuh terbesarku, Angelita Fiastra Jelita anak terkaya dan tercantik dikelasku, tetapi ia sangat sombong dan dia juga mempunyai genk bernama “ Beauty Girl “ yang beranggotakan Maria, Vivia dan ia sendiri. Akhirnya Pak Joko sebagai guru olahraga kamipun tiba di lapangan dengan seorang lelaki. “ Pagi anank-anak ! “ sapanya, “ Pagi pak “ jawab kami serentak. “ Pagi ini kalian semua akan memulai pelajaran olahraga kali ini dengan teman baru yang berasal dari Jakarta, tolong perkenalkan dirimu nak ! “ seru Pak Joko, “ Iya pak ! Perkenalkan nama saya Muhammad Arrakha Aqhi kalian bisa memanggilku Arrakha atau Rakhaa “ ia berkata seperti itu pada kami “ Oke kalau begitu kalian akan saya bagi menjadi sepasang-sepasang “ Kata Pak Joko. Pak Joko membagi kami ternyata Rekha dengan Angel, semoga aku dengan teman yang baik denganku. Tiba giliranku “ Candra Kirana Larasati“ kata Pak Joko “ dengan, “ terusnya, “ Muhammad Arrakha Aqhi “ kata Pak joko menambahkan. Aku harus bersama dia saat main tenis mungkin ini bukan hari keberuntunganku. “ Hai ! “ sapanya, “ Hai juga, kamu anak Jakarta kan ? “ tanyaku, “ Ya ! namamu siapa ? “ tanyanya padaku “ Candra Kirana Larasati, panggil aja Rana ! “ jawabku, “ wah... namamu secantik wajahmu ya... ? “ katanya memujiku. Kami segera melakukan pemanasan, setelahnya aku dan Rakkha segera berlatih tennis, “ Ran, bisa main tennis ga ? “ tanyanya, “ Emang kalo gak bisa masalah buat kamu ? “ jawabku judes, “ ya.. gak apa-apa sih. Cuma nanya ! lagian kalo gak bisa aku bisa ngajarin kamu biar bisa “ pintanya padaku, “ gak usah repot-repot ! kita hanya pasangan olahraga gak lebih ! lagian juga kita kan gak kenal, jadi jangan sok care sama aku ! “ jawabku judes, mungkin perkataanku itu sedikit melukai perasaannya, tapi mau gimana lagi sudah terlanjur, semoga dia gak marah sama aku. “ Kumpul semua ! “ teriak pak Joko, “ kalian akan mulai bertanding antar ganda campuran ! apa kalian siap ? “ teriak pak Joko lagi, “ Siap Pak ! “ jawab kami serentak. Pasangan-pasangan pun telah bertanding Angel dan Rekha pun jadi lawan kami, aku memasuki lapangan dengan membawa raket merah ini, dengan gugup aku memasuki lapangan. “ Ran, kamu nggak apa-apa kan ? “ tanya Rakkha, “ Ya ? “ jawabku, “ aku tau kamu nggak bisa main tennis ! jadi nanti kamu minggir aja biar aku yang main ! “ pinta Rakkha, “ Aku kan udah bilang jangan sok care sama aku ! “ jawabku judes. Pertandingan pun dimulai, teamku kalah tiga point dengan teamnya Angel, samapi sekarang aku belum men-spike bola sama sekali, pada tengah pertandingan Angel mengarahkan bola padaku, otomatis aku kaget dan bola itu mengenai kepalaku, aku pingsan.
“ Ran...ran ? “ kata Rakkha, akupun terbangun kulihat sekitar, ternyata aku sudah ada di UKS. “ Aku kenapa ? “ tanyaku pada Rakkha, “ Tadi pas waktu tennis kepalamu kena bola jadi pingsan, terus aku yang bawa kamu kesini dan nunggu kamu sampai 6 jam di UKS, sekarang udah waktunya pulang kamu pulang gak ? “ jelas Rakkha, “ Ya ! Aku juga udah baikkan kok ! Mana tas ku ? “ tanyaku, “ Ini ! “ jawab Rekkha. Aku keluar sekolah dan segera pulang. Sesampainya di rumah aku mengecek tas, apakah ada yang hilang. Di selipan buku FISIKA aka kertas yang dilipat, aku segera membacanya.
Hai Rana ? Semoga kamu baikan sekarang ! Maafin aku kalau ada salah sama kamu ! 083548443778 ini nomer telfonku .Salam kenal !
M. Arrakha Aqhi
Aku mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada Rakkha. Tapi mengapa aku ragu-ragu ! Aku meyakinkan diri untuk mengirim pesan singkat.
Dari : Candra Kirana
Untuk : Rakha
Ya...=) gak apa2 dari Rana =)
Aku berfikir panjang untuk menentukan kata-kata yang tepat untuk Rakkha. Setelah beberapa saat Rakkha membalas pesanku.
Dari : Rakha
Untuk : Candra Kirana
By the way, thanks kamu dah sms aku =)
Semoga dia nggak ke-GR-an. Dia lumayan ganteng sih perhatian lagi, tapi aku merasa kalau aku nggak sepadan.
Dari : Candra Kirana
Untuk : Rakha
Hahaha....Sama-sama Rakha !
Makasih juga tadi udah bantuin aku waktu tennis =D
Balasku, entah kenapa hari ini aku seneng banget. Hp-ku berdering ternyata Rakkha mengirim pesan lagi.
Dari : Rakha
Untuk : Candra Kirana
Sama2 Ran ! Malam ini kamu mau gak dateng kerumaku
Soalnya kakakku lagi ulang tahun

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Kediri?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Jalan Panglima Sudirman No. 68 Rt. 02 Rw. 02 Ds. Gampeng Kec. Gampengrejo Kab. Kediri JaTim
Kediri