Vemma Solusi_Sehat
Vemma Vitamins Essential Minerals Mangosteen Aloe Vera. Simak http://vemmaoke.weebly.com/panduan-upgrade.html gratis http://mamansuryaman.hpage.com
07/08/2014
KEKENTALAN DARAH DLM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?
Ada satu pertanyaan: Mengapa kita hrs minum AIR putih banyak2..?
🌏 Sebenarnya jawabannya cukup "MENGERIKAN" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur hrs dijawab dgn jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR.. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.
� Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.
Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorang PEROKOK..!
Air sebanyak itu diperlukan utk mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita lewat Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekresi.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??
Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?
👪 Dgn jalan "Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!
👪 Darah yg dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar
ketimbang Darah Encer.
👪 Saat melewati Ginjal (tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.
👪 Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada Glomerulus Ginjal.
👪 Akibatnya,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan 2 jt Rupiah seminggu utk Cuci Darah.
👪 Bagaimana dgn OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat. Otak tdk lagi "Encer", krn Sel2 Otak adalah yg paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yg mengakibatkan STROKE...!!
🌏 Jika anda men-share ini kepada orang yang anda sayangi, artinya anda sdh dpt menyelamatkan 1 nyawa....KEKENTALAN DARAH DLM TUBUH, BAGAIMANA BISA TERJADI?
Ada satu pertanyaan: Mengapa kita hrs minum AIR putih banyak2..?
🌏 Sebenarnya jawabannya cukup "MENGERIKAN" tetapi karena sebuah
pertanyaan jujur hrs dijawab dgn jujur, maka topik tersebut bisa dijelaskan sbb:
Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari AIR.. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yg memiliki kadar air di atas 80%.
Dua organ paling penting dgn kadar air di atas 80% adalah:
OTAK dan DARAH.
� Otak memiliki komponen Air sebanyak 90%,
Sementara Darah memiliki Komponen Air sebanyak 95%.
Jatah minum manusia normal sedikitnya adalah 2 Liter sehari atau 8 Gelas Air putih sehari.
Jumlah di atas hrs ditambah bagi seorang PEROKOK..!
Air sebanyak itu diperlukan utk mengganti cairan yg keluar dari tubuh kita lewat Air Seni, Keringat, Pernapasan, dan Sekresi.
Apa yg terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 Liter sehari..??
Tentu tubuh akan menyeimbangkan diri. Caranya?
👪 Dgn jalan "Menghisap" Air dari komponen tubuh sendiri terdekat: DARAH..!!
👪 Darah yg dihisap Airnya akan menjadi Kental.
Akibat pengentalan Darah ini, maka perjalanannya akan kurang lancar
ketimbang Darah Encer.
👪 Saat melewati Ginjal (tempat menyaring Racun dari Darah),
Ginjal akan bekerja Extra keras menyaring Darah.
👪 Dan karena Saringan dlm Ginjal halus, tidak jarang Darah yg kental bisa menyebabkan perobekan pada Glomerulus Ginjal.
👪 Akibatnya,
Air Seni berwarna kemerahan, tanda mulai Bocornya saringan Ginjal.
Bila dibiarkan terus menerus,
Anda mungkin suatu saat hrs mengeluarkan 2 jt Rupiah seminggu utk Cuci Darah.
👪 Bagaimana dgn OTAK?
Nah saat Darah Kental mengalir lewat Otak, perjalanannya agak tersendat. Otak tdk lagi "Encer", krn Sel2 Otak adalah yg paling boros mengkonsumsi Makanan & Oksigen, ini yg mengakibatkan STROKE...!!
🌏 Jika anda men-share ini kepada orang yang anda sayangi, artinya anda sdh dpt menyelamatkan 1 nyawa....
BANTU SHARE PADA TEMAN
JANGAN ABAIKAN, TOLONG DI BACA:
Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan share ini.
Air Liur+Buah = Obat Cancer"
Dr. Stephen memperlakukan pasien sakit Cancer dgn cara yg "un-ortodoks" & banyak pasien Sembuh!
Ia percaya pd penyembuhan alami dlm tubuh terhadap penyakit.
Obat utk Cancer sdh ditemukan!
Anda percaya?
Saya berdukacita bagi pasien cancer yg meninggal di bwh perawatan konvensional.
Pasien cancer tdk seharusnya mati !
Menurut DR. Shu, 3 generasi Sinshe di Taiwan:
Makan buah segar dan caranya!
Ini sangat informatif!
Umumnya makan buah berarti membeli buah, cuci, memotongnya & masukkan ke dalam mulut kita?
Tapi tidak semudah yg kita pikirkan! Pengetahuan penting bagaimana & kapan harus makan buah.
Cara yg tepat makan buah;
+ TIDAK MAKAN BUAH-BUAHAN SETELAH ANDA MAKAN.
+ BUAH HARUS DIMAKAN PD SAAT PERUT KOSONG.
BUAH ADALAH MAKANAN PALING PENTING!
BAHAYA! Buah bercampur dgn makanan lain akan membusuk & menghasilkan gas sehingga lambung akan kembung!
Menurut penelitian Dr Herbert Shelton;
Jika Anda telah menguasai cara yg benar makan buah2an,
Anda memiliki;
umur panjang,
selalu sehat,
Penuh energi,
tubuh dan pikiran jadi nyaman & berat badan normal.
Makan buah yg utuh segar dan bersih (Bukan buah/Juice kemasan kaleng/botol Plastik) lebih baik dari pada minum jus.
Tapi jika terpaksa minum jus, maka minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur degan air liur Anda sebelum menelannya.
MINUM AIR ES SETELAH MAKAN = KANKER!!
Air dingin akan membuat makanan yang berminyak menjadi solid (beku)!.
Hal ini akan menghambat proses pencernaan.
Ketika 'lumpur' tsb bereaksi dgn asam, maka akan jadi lemak bertoksin(Racun) & berbaris di dalam usus dan terserap dng sangat cepat! Sehingga menyebabkan Cancer!
Cara Terbaik adalah;
* Minum air hangat setelah makan
* Makan buah segar saat perut kosong.
(Buah + Air Liur Manusia = Obat Cancer).
Semoga bermanfaat ^^ Klik Like n Share ya ^^
24/06/2014
Keengganan berkonsultasi kepada dokter ketika ada gangguan penyakit membuat masyarakat cenderung mengobati sendiri penyakitnya dengan membeli obat bebas. Hal tersebut bisa berbahaya karena ada risiko kita meminum obat bersamaan dengan obat lain.
Pada beberapa kasus, kombinasi dua obat atau lebih memang diperlukan. Tetapi kombinasi yang keliru bisa berakibat fatal. Berikut adalah beberapa kombinasi obat yang berpotensi meracuni tubuh.
SSRIS + Opioids
(antidepresi + pereda nyeri)
Beberapa jenis antidepresi bekerja dengan meningkatkan kadar hormon "bahagia" atau serotonin di otak. Sebagian obat penghilang sakit juga memiliki efek serupa, sehingga akibatnya adalah terlalu merasa bahagia. Kadar serotonin yang terlalu tinggi bisa menyebabkan hilang kesadaran, suhu tubuh naik, detak jantung dan napas meningkat.
Opioids + Benzodiazepine
(pereda sakit + obat anti-cemas)
Kedua jenis obat ini berfungsi untuk menekan rasa depresi dan rasa cemas berlebihan. Tetapi kedua jenis pil ini juga menurunkan detak jantung dan napas, terkadang terlalu banyak.
Statin + Fluconazole
(penurun kolesterol + obat antijamur)
Mereka yang menderita infeksi jamur tentu sudah akrab dengan obat dengan nama generik fluconazole. Sementara itu statin adalah jenis obat yang paling banyak diresepkan dokter sehingga kombinasi kedua obat ini sangat mungkin terjadi. Jika itu terjadi maka efek sampingnya antara lain kelemahan otot atau kerusakan ginjal.
Opioids + Benzodiazepines + Carisoprodol
(antinyeri + anticemas + pelemas otot)
Kebanyakan dokter paham kombinasi obat tersebut bisa mematikan. Tetapi ada kemungkinan pasien mendapat obat-obatan ini dalam waktu berdekatan dari dokter yang berbeda atau membeli sendiri. Karena itu penting bagi kita untuk menyebutkan pada dokter obat apa saja yang sedang kita konsumsi.
Sumber :
www.womenshealthmag.com
24/06/2014
Hampir semua orang tahu bahaya terlalu banyak duduk bagi kesehatan. Tidak hanya membuat gemuk, penelitian juga telah membuktikan, terlalu banyak duduk lebih dari 11 jam sehari dapat meningkatkan 40 persen risiko kematian karena penyakit apapun.
Belum lama ini, sebuah studi dalam Journal of the National Cancer Institute menemukan, orang yang menghabiskan paling banyak waktu duduk memiliki risiko kanker usus 24 persen lebih besar. Risiko tersebut meningkat menjadi 54 persen pada orang yang menghabiskan waktunya paling banyak di depan televisi.
Bahkan meski seseorang berolahraga, namun ketika banyak menghabiskan waktunya sehari-hari untuk duduk, ia tetap memiliki risiko mengalami penyakit-penyakit degeneratif. Peneliti menyebutnya, penyakit terlalu banyak duduk.
Nah, berikut ini merupakan beberapa cara yang mungkin akan membantu untuk mengurangi waktu duduk Anda sehari-hari.
1. Menyetel alarm
Terdengar aneh, namun alarm bisa membantu mengingatkan Anda bila sudah terlalu lama duduk. Para ahli merekomendasikan untuk selalu berdiri 10 menit setiap satu jam duduk.
2. Mulailah bergerak
Ada beberapa kegiatan yang mampu dilakukan sambil berdiri, misalnya mengangkat telepon atau mengobrol. Coba mulai sekarang untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut dengan duduk, tetapi berdiri.
3. Berjalanlah kapanpun bisa
Anda akan terkejut mengetahui berapa banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk berjalan, namun selama ini Anda lupakan, ,misalnya waktu setelah makan siang. Bahkan berjalan setelah makan akan membantu Anda untuk membakar lemak lebih banyak. Selain itu, Anda juga bisa memarkir kendaraan lebih jauh daripada biasanya untuk memberikan kesempatan kaki Anda bergerak lebih banyak.
4. Pilih tempat duduk yang tepat
Daripada duduk di depan meja makan, cobalah untuk duduk di kursi bar. Bentuk kursi tersebut akan membantu Anda menjaga tulang punggung tetap lurus sehingga distribusi berat badan pun lebih merata.
5. Beranjaklah untuk menemui orang
Dengan akses teknologi yang lebih mudah, orang menjadi cenderung lebih malas untuk bergerak. Keperluan dengan orang lain pun bisa diselesaikan dengan mengirim email, telepon atau pesan, bahkan orang yang berada tidak jauh dari Anda. Nah, kini mulailah untuk berjalan menemui orang tersebut selama masih mampu dijangkau.
Sumber :
www.health.com
18/06/2014
Demam Piala Dunia baru saja dimulai, di China sudah ada penonton yang tewas karena kelelahan menonton siaran langsung. Jaga kondisi jika memang ingin menikmati pesta sepakbola ini, jangan sampai jantung ikut menanggung dampaknya.
Diberitakan oleh detikSport baru-baru ini, seorang pria 25 tahun di Suzhou China tewas saat menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2014. Pria yang tidak disebutkan namanya itu menghembuskan napas terakhir, ketika Belanda menumbangkan Spanyol dengan skor 5:1.
Sebelumnya, si pria dilaporkan tidak tidur selama beberapa hari demi menonton siaran langsung pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2014. Namun demikian, tidak jelas betul apakah kematiannya semata-mata karena kurang tidur atau karena sebab lain.
Salah satu penyebab kematian yang juga perlu diwaspadai saat menonton siaran langsung pertandingan Piala Dunia adalah serangan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, jumlah kunjungan kedaruratan jantung di sejumlah rumah sakit di Kota Munich meningkat 2 kali lipat selama perhelatan Piala Dunia 2006 di Jerman.
Dipublikasikan di New England Journal of Medicine, penelitian tersebut menunjukkan bahwa risiko serangan jantung meningkat saat digelar pertandingan-pertandingan penting alias big match. Artinya, tensi pertandingan turut mempengaruhi risiko jantung kolaps.
"Makin penting pertandingannya, makin besar p**a risikonya (serangan jantung)," kata salah seorang peneliti, Dr Ute Wilbert-Lampen seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/6/2014).
Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengamati 4.279 kasus serangan jantung yang terjadi di Munich dan sekitarnya selama berlangsungnya Piala Dunia 2006. Pada laki-laki, risiko serangan jantung meningkat hingga 3,26 kali lipat saat timnas kebanggaannya tampil berlaga.
http://health.detik.com/read/2014/06/18/085037/2611242/763/hati-hati-jantung-rentan-kolaps-saat-big-match-piala-dunia?l992205755
detikHealth : Hati-hati, Jantung Rentan Kolaps Saat Big Match Piala Dunia!
Penyakit orang bekerja sampai tua :
1. Bekerja sampai usia 75 tahun: Kanker
2. Bekerja sampai usia 79 tahun: Sakit jantung
3. Bekerja sampai usia 45 tahun: Radang sendi
4. Bekerja sampai usia 40-an tahun: Diabetes tipe 2
5. Bekerja sampai usia 54 tahun: Sakit mata
6. Bekerja sampai usia 64 tahun: Kerusakan Pendengaran
7. Bekerja sampau usia 70 tahun: Rentan jatuh
8. Bekerja sampai usia 70 tahun: Masalah kognitif
waspadalah !!!!
13/06/2014
Melalui bisnis ini anda boleh memiliki bisnis internasional, modal rendah tanpa investasi, boleh dipasarkan secara online dan yang paling penting mempunyai potensi income yang tidak terbatas...
Application Apps mudah - GRATIS
Web mudah - GRATIS
Hantaran kerumah - GRATIS
Bayaran mudah melalui kredit, tunai atau card.
Bayaran untuk Indonesia, Malaysia, Singapura & 60 negara
Bayaran dual income, disimpan koleksi - satu melebihi kaki
Boleh gunakan sebagai contoh & berikan kawan atau saudara....
06/06/2014
Air Liur+Buah = Obat Cancer"
Dr. Stephen memperlakukan pasien sakit Cancer dgn cara yg "un-ortodoks" & banyak pasien Sembuh!
Ia percaya pd penyembuhan alami dlm tubuh terhadap penyakit.
Obat utk Cancer sdh ditemukan!
Anda percaya?
Saya berdukacita bagi pasien cancer yg meninggal di bwh perawatan konvensional.
Pasien cancer tdk seharusnya mati !
Menurut DR. Shu, 3 generasi Sinshe di Taiwan:
Makan buah segar dan caranya!
Ini sangat informatif!
Umumnya makan buah berarti membeli buah, cuci, memotongnya & masukkan ke dalam mulut kita?
Tapi tidak semudah yg kita pikirkan! Pengetahuan penting bagaimana & kapan harus makan buah.
Cara yg tepat makan buah;
+ TIDAK MAKAN BUAH-BUAHAN SETELAH ANDA MAKAN.
+ BUAH HARUS DIMAKAN PD SAAT PERUT KOSONG.
BUAH ADALAH MAKANAN PALING PENTING!
BAHAYA! Buah bercampur dgn makanan lain akan membusuk & menghasilkan gas sehingga lambung akan kembung!
Menurut penelitian Dr Herbert Shelton;
Jika Anda telah menguasai cara yg benar makan buah2an,
Anda memiliki;
umur panjang,
selalu sehat,
Penuh energi,
tubuh dan pikiran jadi nyaman & berat badan normal.
Makan buah yg utuh segar dan bersih (Bukan buah/Juice kemasan kaleng/botol Plastik) lebih baik dari pada minum jus.
Tapi jika terpaksa minum jus, maka minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur degan air liur Anda sebelum menelannya.
MINUM AIR ES SETELAH MAKAN = KANKER!!
Air dingin akan membuat makanan yang berminyak menjadi solid (beku)!.
Hal ini akan menghambat proses pencernaan.
Ketika 'lumpur' tsb bereaksi dgn asam, maka akan jadi lemak bertoksin(Racun) & berbaris di dalam usus dan terserap dng sangat cepat! Sehingga menyebabkan Cancer!
Cara Terbaik adalah;
* Minum air hangat setelah makan
* Makan buah segar saat perut kosong.
(Buah + Air Liur Manusia = Obat Cancer).
Semoga bermanfaat ^^ Klik Like n Share ya ^^
06/06/2014
NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL
Awas Maut... Ini Serangan Jantung, Bukan Masuk Angin!
Banyak orang mengenal serangan jantung seperti yang digambarkan dalam film atau sinetron, yakni mata mendelik, dada sesak, dan tangan memegangi dada ketika pingsan. Padahal, adakalanya rasa sakit tidak mengikuti pola tertentu, bahkan tanpa diikuti rasa nyeri dada.
Simak kisah serangan jantung seperti yang dialami M Latief (38). Jurnalis yang memiliki hobi naik gunung ini mengalami serangan jantung ringan dengan gejala mirip masuk angin. Inilah pengalamannya.
Serasa baru selesai joging jarak jauh, keringat seketika mengucur deras dari kening, leher, dan sebagian badan saya. Anehnya, itu keringat dingin, bukan hangat. Dingin sekali.
Sedetik keringat menderas, tiba-tiba dada juga terasa sesak, diikuti tengkuk hingga bahu yang menegang. Fun City, tempat permainan anak Margo City, Depok, tempat saya berdiri itu, seperti pelan-pelan menyempit, mengimpit.
Pikiran saya mulai kalut. Maklum, baru kali ini mendadak kondisi badan drop secepat itu dengan tanda-tanda yang aneh, tak biasanya.
Ketika itu, rasa sesak di dada semakin menjadi. Awalnya memang sesak biasa, tetapi perlahan-lahan makin terasa nyeri, seperti diremas-remas dengan keras, bahkan lebih dari itu, seperti diinjak-injak. Napas makin sulit.
"Aneh, kok begini," batin saya.
Maklum, perubahan kondisi tubuh mendadak seperti ini baru saya alami. Rasanya seperti masuk angin, tetapi anehnya bukan seperti masuk angin biasa. Lebih dari masuk angin.
Pelan-pelan saya coba bernapas. Keringat makin deras. Kaki juga mulai lemas.
Ada sekitar hampir tiga menit perubahan aneh itu berlangsung pada diri saya. Saya lalu panggil kedua anak saya.
"Abang, adik, ayo udahan dulu mainnya. Dada ayah sesak, ayah mau ke dokter sekarang. Nanti kalau ketemu ibu, kamu bilang ke ibu ya, Bang, dada ayah sesak dan keluar keringat dingin," kata saya kepada kedua putra saya, Azka (9) dan Azzam (5).
Sebelum kejadian itu, istri saya memang izin pergi sejenak ke toilet. Hanya saya yang menemani kedua anak saya di tempat hiburan di lantai dasar pusat belanja tersebut. Namun, tak sampai lima menit istri saya pergi, kejadian itu berlangsung.
Saya dan kedua anak saya pun bergegas ke lantai satu, menyusul istri saya. Prinsip saya, jalan pelan-pelan dan usahakan tetap sadar atau tidak pingsan. Otak saya hanya memerintah untuk selekasnya ke rumah sakit.
Hanya dituntun dua bocah berumur belum genap 10 tahun, saya cuma bisa pasrah. Sambil menahan sesak, saya berjalan pelan-pelan dituntun kedua anak saya. Azka di kiri, Azzam memegang tangan kanan.
Saya tak menghiraukan ramainya pusat belanja ini. Meskipun kepala tidak terasa pusing, kaki saya lemas sehingga saya harus pelan-pelan mengikuti langkah kedua anak saya. Bahkan, dengan berusaha tetap tenang, kami bisa melewati eskalator menuju lantai satu.
"Lho, kamu kenapa? Kok dingin banget? Kamu masuk angin nih kayaknya," kata istri saya, setelah kami bertemu dengannya.
Azka, anak saya yang nomor satu memotong. "Dada ayah sesak, keringatnya dingin Bu, ayah minta ke dokter," ujar Azka.
Saya masih sadar, tetapi saya memang sudah tak mau bicara apa-apa. Dada saya makin sesak. Karena itu, saya biarkan anak saya yang bicara untuk menghemat energi supaya tidak pingsan.
"Kamu masuk angin nih. Ya sudah, kita p**ang sekarang saja ya," kata istri saya.
"Enggak, ini aneh. Rumah sakit... ke rumah sakit sekarang," kata saya.
"Kok ke rumah sakit. Pulang aja ya. Kamu tunggu dan duduk di sini, aku beli minyak angin dulu," jawab istri saya.
Nyaris, marah saya meledak. Tetapi saya sadar, marah hanya akan menguras energi. Jadi, saya acuhkan ucapan istri saya.
Saya juga tak mau duduk, tetapi tetap berdiri sembari berpegangan pada dinding mal. Pikir saya, duduk hanya akan bikin sesak di dada semakin parah.
Setengah berlari, istri saya kembali menghampiri. Dia baru selesai dari apotek.
"Kamu masuk angin nih, sini aku olesin dada kamu. Punggungnya juga sini," kata istri saya.
Saya diamkan istri saya berbuat demikian. Tetapi, hati saya makin kuat bahwa ini bukan masuk angin. Entah, feeling saya bilang lain.
"Sekarang ke rumah sakit. Cari taksi sekarang. Ini jantung, jantung," bentak saya.
Tanpa banyak cakap, kami berempat bergegas ke luar pusat belanja. Dari tempat kami berdiri, gerbang mal ini masih sekitar 200 meter.
Rasanya, sudah lebih dari lima menit perubahan aneh pada kondisi badan saya ini berlangsung. Saya sadari itu. Maka, pelan-pelan kami berjalan melewati kerumunan. Saya dituntun kedua anak saya di kiri dan kanan. Istri saya berjalan di belakang untuk menahan punggung saya.
"Itu taksi," kata istri saya, beberapa meter di pintu gerbang.
"Pak, ke rumah sakit ya, yang paling dekat," ujar istri saya.
Taksi langsung meluncur. Namun, baru sesaat masuk ke jalan raya, panik mulai melanda. Bukan apa-apa, dada saya makin sesak. Dashboard taksi ini seperti mengimpit. Badan saya juga makin lama semakin lemas.
"Tuhan... saya ingin sampai lebih dulu ke rumah sakit, jangan dulu biarkan saya mati," batin saya terus berkata demikian di antara istigfar saya di mulut.
Doa saya terkabul. Saya sadari itu meskipun mata saya terpejam menahan sakit di dada. Pasalnya, Jalan Margonda Raya yang biasanya macet pada hari libur, siang itu nyaris lengang. Hari itu, Kamis, 29 Mei 2014, adalah hari libur Kenaikan Isa Almasih.
Tak sampai 10 menit, saking ngebutnya, taksi sudah berbelok ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, tak jauh dari Terminal Depok.
Tiba di UGD, semangat saya kembali muncul. Saya keluar dari taksi sendiri tanpa dibantu sopir taksi. Saya berjalan pelan-pelan, dan tetap diapit kedua anak saya serta istri saya yang menahan bahu saya dari belakang.
"Dada sesak, keringat dingin," ujar istri saya ke petugas UGD yang datang membuka pintu sembari menyorongkan tempat tidur.
Saya ingat betul, saat itu saya langsung diminta duduk di tepi tempat tidur dan diminta diam sebentar.
"Angkat lidahnya, Pak, telan ini dan habiskan," ujar seorang petugas sembari memasukkan obat berbentuk bubuk ke balik lidah saya.
Sekonyong-konyong, selesai melumat obat tersebut, nyeri di dada saya perlahan menghilang. Petugas pun meminta saya berbaring, dan kemudian memasangkan selang oksigen ke hidung saya. Tangan kiri saya pun lantas diberi cairan infus.
Memang, meskipun rasa sesak di dada belum hilang, nyerinya sedikit berkurang. Untuk itulah, saya diminta lagi untuk menghabiskan obat yang juga sudah disiapkan oleh seorang suster.
Ada tujuh butir obat disorongkan suster itu kepada saya. Sambil membawa segelas air, dia meminta saya selekasnya minum obat tersebut.
"Habiskan, Pak," ujarnya.
Hanya lima menit seusai menenggak habis ketujuh obat itu, nyeri di dada saya hilang seketika. Tak ada lagi sesak, apalagi nyeri. Suhu tubuh saya pun mulai berubah menjadi hangat.
Seorang dokter muda, dokter jaga di UGD, tampak menghampiri saya. Ia bilang, tujuh obat itu adalah obat jantung.
"Bapak kena serangan jantung ringan. Terlambat lima menit saja, mungkin Bapak sudah enggak ada lagi. Baiklah, Bapak kami rawat di sini ya," ujar dokter muda tersebut.
Saya cuma mengangguk lemah. Dari balik pintu UGD, saya lihat Azka dan Azzam, melambai-lambaikan tangan ke arah saya sembari tersenyum. Kedua "pahlawan" saya itu tidak diizinkan masuk ke dalam ruangan, termasuk istri saya yang repot ke sana kemari mengurus perawatan selanjutnya.
Pembengkakan jantung
Hari ini, Kamis (5/6/2014), tepat seminggu lalu serangan jantung ringan itu terjadi, kondisi saya sudah berangsur pulih dan semakin baik setelah dirawat selama enam hari di RS Mitra Keluarga. Vonis dokter, saya harus mengurai kembali pola hidup sehat agar kejadian itu tak lagi terulang.
Saya tak punya riwayat jantung. Saya pun s**a berolahraga, terutama joging, meskipun hanya dua kali seminggu. Bahkan, pada umur 38 tahun ini saya masih menyalurkan hobi saya mendaki gunung.
Ya, dua pekan sebelum kejadian ini, saya juga baru p**ang mendaki Gunung Gede, Jawa Barat, bersama teman-teman. Saya rutin mendaki gunung setahun satu atau dua kali.
"Bapak memang kelihatan sehat dan banyak orang terkena serangan jantung juga dalam kondisi sehat. Tapi, kemarin itu, saat serangan datang, jantung bapak lemah untuk memompa oksigen. Sekarang, kondisi Bapak sudah membaik, meskipun masih ada pembengkakan. Bapak harus mengubah pola makan dan stop merokok," kata Dr Bona Dwiramajaya H, SpJP, FIHA, yang merawat saya.
Beruntung, penanganan ketika terjadi serangan itu bisa dilakukan secara cepat dan tepat, terutama berkat bantuan istri dan kedua anak saya. Biasanya, dengan gejala umum seperti keringat dingin yang berlebihan, dada sesak dan nyeri, serta tengkuk dan bahu tegang bukan main, waktu-waktu krisis (golden time) kala serangan itu datang, orang masih belum ngeh bahwa itu serangan jantung ringan. Lazimnya, orang berpikir itu adalah masuk angin.
Memang, tak bisa dimungkiri, gejalanya seperti masuk angin, yang dalam bahasa Betawi, sudah kedalon atau akut. Orang sering kali menganggapnya demikian. Bedanya, datangnya sangat tiba-tiba dan berbarengan, mulai dari keringat dingin berlebihan, dada sesak dan lebih nyeri, terasa tegang atau pegal mulai sekitar tengkuk hingga bahu.
Di situlah feeling yang kuat perlu Anda gunakan jika sewaktu-waktu gejala itu menimpa Anda. Pasalnya, Anda sendiri yang merasakannya, bukan orang-orang di sekitar Anda. Maka, camkan bahwa itu bukan masuk angin biasa....
29/05/2014
Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan share ini.
.. Ada sebuah artikel menarik mengenai angin duduk yang dialami salah satu rekan kerja saya yang mungkin juga bisa memberikan mas**an mengenai “Angin Duduk” salah satu penyakit yang banyak membawa kematian, tapi apa sebenarnya angin duduk itu? Well ga ada salah nya kita coba menyimak artikel berikut:
Kemarin ada seorang teman dikantor yang meninggal di usia yang ke-31 dengan status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat, kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat minta ijin p**ang karena kepalanya pusing.
Kebetulan orang tersebut tidur sekamar dengan kakak perempuannya yang juga bekerja di kantor yang sama,dan masih sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher. Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk atau nama kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut.
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja.
Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab d isebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).
Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung.
Ingat!!!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.
Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
- Rasa ditekan
- Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
- Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
- Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
- sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
- Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
- Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung.
Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.Namun kata Teguh,hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard).
Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.
“SSJKA ini memang mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan”.Kata Teguh.
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu- satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.
Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi.
Obat antiplatelet yang paling murah dan gampang di cari adalah aspirin. Obat ini selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).
Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan share ini.
.. Ada sebuah artikel menarik mengenai angin duduk yang dialami salah satu rekan kerja saya yang mungkin juga bisa memberikan mas**an mengenai “Angin Duduk” salah satu penyakit yang banyak membawa kematian, tapi apa sebenarnya angin duduk itu? Well ga ada salah nya kita coba menyimak artikel berikut:
Kemarin ada seorang teman dikantor yang meninggal di usia yang ke-31 dengan status single. Menurut dokter-dokter yang turut melayat, kemungkinan penyebabnya adalah angin duduk, karena pagi harinya dia masih masuk kantor, walaupun pada saat jam istirahat minta ijin p**ang karena kepalanya pusing.
Kebetulan orang tersebut tidur sekamar dengan kakak perempuannya yang juga bekerja di kantor yang sama,dan masih sempat terbangun karena adiknya menanyakan minyak kayu putih sekitar setengah 12 malam, lalu paginya waktu dibangunkan pagi hari untuk berangkat ke kantor, ternyata sang adik sudah meninggal dengan posisi tidur dengan wajah sedikit menahan rasa sakit, dan kebiruan sekitar leher. Atas dasar itulah saya informasikan sedikit mengenai angin duduk atau nama kerennya Sindrom Jantung Koroner Akut.
Angin Duduk sama dengan Sindrom Jantung Koroner Akut Hanya dalam 15 menit sampai 30 menit, orang yang terserang angin duduk bisa meninggal.Padahal, penderita, sebelumnya terlihat sehat-sehat saja.
Dunia kedokteran selama dua tahun terakhir berhasil mengidentifikasi istilah baru penyakit jantung yang akrab d isebut angin duduk. Ternyata, penyakit ini tak sekedar masuk angin berat, tetapi identik dengan Sindrom Serangan Jantung Koroner Akut (SSJKA).
Teridentifikasinya istilah ini, menurut Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof DR dr Teguh Santoso.SpPD, di Jakarta, pekan lalu. Menandai sebuah koreksi besar terhadap mitos yang berkembang di masyarakat selama ini. Bahwa masuk angin hebat itu adalah penyakit yang berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit sejak serangan pertama.
Jadi kata Teguh lagi, jika Anda tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk berhubungan seks. Segeralah pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat darurat jantung.
Ingat!!!. Tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Sindrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.
Gejalanya:
Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
- Rasa ditekan
- Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati.
- Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin.
Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.
Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
- Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi.
- sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
- Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus.
- Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung.
Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.Namun kata Teguh,hendaknya dibedakan antara keluhan nyeri pada sindrom serangan jantung koroner akut (SSJKA) dengan serangan jantung koroner (SJK) (infark miokard).
Pada SJK, angina terjadi akibat sumbatan total pembuluh darah jantung karena aktivitas fisik yang berlebihan. Sementara pada SSJKA angina terjadi akibat sumbatan tidak total yang dirasakan saat istirahat.
“SSJKA ini memang mendadak.Bukan karena capek, masuk angin, atau penyakit-penyakit lainnya. Biasanya penderita akan meninggal paling lama lima belas menit setelah keluhan rasa nyeri pertama kali dirasakan”.Kata Teguh.
Masyarakat diminta waspada terhadap keluhan angina ini. Soalnya penderita sebelum terserang akan tampak sehat-sehat. Solusi satu- satunya hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat anti platelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau, obat untuk mengantisipasi ketidak-seimbangan supply oksigen dan kebutuhan oksigen. Misalnya nitrat, betabloker, dan kalsium antagonis.
Di tempat terpisah, ahli jantung RS Jantung Harapan Kita dr. Santoso Karo-Karo MPH, SpJp mengungkapkan kondisi rumah sakit di Indonesia tidak terlalu bisa diharapkan untuk pengobatan SSJKA. Rumah sakit terkesan lambat menangani pasien. Untuk itu ia menyarankan agar penderita yang sudah tahu bahwa dirinya memiliki gangguan jantung sebaiknya membawa tablet antiplatelet ke manapun ia pergi.
http://mamansuryaman.hpage.com || VeMMA antioksidan selain bermanfaat sebagai pertolongan pertama mengatasi nyeri dan melonggarkan kembali pembuluh darah yang tersumbat oleh thrombosit atau platelet (sel pembeku darah).
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Kuningan Timur
45554