Ladyfem
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ladyfem, Beauty, cosmetic & personal care, Makassar.
11/09/2023
Cara Mengatasi Perut Buncit
Penyebab perut buncit sering dikaitkan dengan penumpukan lemak. Meski tidak langsung berakibat fatal, lemak berlebih di perut bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes atau penyakit jantung sehingga harus diatasi. Selain itu, perut buncit juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lain.
Perut buncit merupakan suatu kondisi ketika perut tampak besar. Kondisi ini paling sering terjadi karena banyaknya jaringan lemak di perut. Tidak hanya itu, perut buncit juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu dan penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya.
hal yang bisa menjadi penyebab perut buncit:
1. Penumpukan lemak di bagian perut
Salah satu penyebab perut buncit yang utama adalah penumpukan lemak di bagian perut. Timbunan lemak inilah yang akhirnya membuat perut terlihat besar. Dibandingkan wanita, pria dewasa cenderung lebih sering mengalaminya.
Penumpukan lemak di bagian perut dapat terjadi karena jarang olahraga dan konsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi kalori, lemak, dan gula. Selain itu, sering mengonsumsi minuman kemasan atau minuman beralkohol juga bisa memicu penumpukan lemak.
2. Kehamilan
Kehamilan dapat p**a menjadi penyebab perut buncit pada wanita. Ini karena ketika hamil, rahim yang terletak di perut bagian bawah akan membesar karena adanya janin. Bahkan, ukuran rahim bisa membesar hingga sebesar buah semangka.
Namun, pembesaran perut karena hamil memanglah kondisi alami. Bila perut membuncit disertai ciri-ciri kehamilan lainnya, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan kehamilan.
3. Penumpukan gas
Penumpukan gas berlebih dalam perut bisa membuat perut membesar dan terasa penuh. Kelebihan gas di dalam perut dapat terjadi akibat gangguan pencernaan, misalnya sindrom iritasi usus besar atau intoleransi makanan.
4. Konstipasi
Perut membuncit juga bisa terjadi akibat konstipasi. Saat mengalami kondisi ini, feses tidak dapat keluar dari tubuh sehingga tertahan di usus besar. Bila konstipasi berlangsung secara berkepanjangan, perut dapat membuncit, terasa nyeri, dan tegang.
5. Asites
Asites merupakan penimbunan cairan di antara organ yang terletak dalam perut. Bila cairan yang menumpuk makin banyak, hal ini bisa mengakibatkan perut membesar dan terasa keras.
Perut buncit akibat asites cenderung disebabkan oleh sirosis atau kwasiokor, yaitu kondisi malnutrisi berat akibat kekurangan protein.
6. Pembesaran organ di perut
Pembesaran organ di perut yang sudah parah, seperti hati atau limpa, dapat p**a mengakibatkan perut buncit. Pembesaran organ hati dapat disebabkan oleh infeksi, perlemakan hati, atau kerusakan saluran empedu.
Sementara itu, pembesaran limpa dapat disebabkan oleh penyakit liver, gangguan darah, atau infeksi mononukleosis.
Cara Mengatasi Perut Buncit
Pada dasarnya, perut buncit perlu diatasi sesuai penyebabnya. Bila muncul karena penyakit, pengobatan medis umumnya diperlukan. Sebagai contoh, perut buncit karena kwasiokor memerlukan perawatan di rumah sakit agar dokter dapat memberikan asupan nutrisi kepada pasien melalui infus.
Sementara itu, jika perut buncit akibat penumpukan lemak, perubahan pola hidup menjadi lebih sehat biasanya sudah cukup memperbaiki kondisi perut. Beberapa perubahan pola hidup yang dimaksud meliputi:
Hindari konsumsi makanan berlemak, gorengan, serta makanan tinggi gula dan garam.
Hindari konsumsi minuman manis dan minuman beralkohol.
Batasi konsumsi karbohidrat sederhana, seperti roti tawar putih dan kue kering.
Tingkatkan konsumsi serat dan karbohidrat kompleks, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Perbanyak konsumsi cairan atau air putih minimal 2 liter setiap hari.
Olahraga secara rutin, setidaknya 30 menit setiap hari.
Kelola stres dengan baik, misalnya dengan melakukan hobi atau mencoba terapi relaksasi.
Cukupi waktu tidur setiap hari.
I
30/08/2023
Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh di indung telur (ovarium) wanita. Kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita mengalami menstruasi.
Wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di sebelah kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita.
18-kista-ovarium, gejala, penyebab, cara mencegah, cara mengobati, alodokter
Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur tiap bulan mulai dari masa pubertas hingga menopause, serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Pada beberapa kasus, fungsi ovarium dapat terganggu, antara lain disebabkan oleh kista.
Penyebab dan Gejala Kista Ovarium
Terbentuknya kista ovarium tergantung pada berbagai faktor, antara lain terkait dengan siklus menstruasi atau pertumbuhan sel yang tidak normal. Meskipun kista ovarium biasanya bersifat jinak, tetapi pada beberapa kasus, kista ovarium bisa berkembang menjadi ganas.
Sebagian besar kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Kista ini biasanya hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Kista baru menimbulkan masalah jika tidak kunjung menghilang atau justru makin membesar. Dalam kondisi ini, penderita dapat merasakan nyeri panggul atau perut kembung.
Kondisi serius juga dapat terjadi jika kista pecah atau jaringan ovarium terpelintir sehingga perlu penanganan secepatnya. Pada kasus tertentu, kista ovarium juga bisa memengaruhi kesuburan wanita.
Penanganan Kista Ovarium
Metode penanganan kista ovarium disesuaikan dengan usia pasien, serta jenis dan ukuran kista. Dokter mungkin hanya akan melakukan pemantauan rutin jika kista masih kecil dan tidak menimbulkan gejala. Namun, jika kista membesar, tindakan operasi pengangkatan kista dapat dilakukan.
Sulit untuk dapat mencegah timbulnya kista. Kendati demikian, pemeriksaan panggul secara teratur dapat memantau jika terjadi perubahan pada ovarium. Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika terjadi menstruasi di luar kebiasaan.
29/08/2023
Nyeri Kista Tak Tertahankan
Pilihan cara untuk mengatasi nyeri kista di rumah
Pengobatan kista tidak bisa sembarangan, karena harus disesuaikan dengan beberapa hal. Mulai dari jenis kista, lokasi terbentuknya, gejala yang dialami, hingga kondisi kista tersebut. Sebenarnya sah-sah saja bila Anda ingin mengatasi nyeri kista yang kerap kali muncul dan membuat tidak nyaman.
1. Pakai kompres hangat
2. Beri pijatan lembut
3. Olahraga teratur
4. Gunakan kompres dingin untuk peradangan kompres es dingin
5. Terapkan teknik relaksasi pose yoga untuk diabetes
21/07/2023
Cara Pesan :
1. Sebutkan nama lengkap
2. Sebutkan alamat lengkap + kode pos (untuk menentukan ongkos kirim)
3. Sebutkan berapa box yang anda pesan
4. Pilih BCA/ BNI/ MANDIRI untuk anda transfer
Kirim ke no HP Customer Service :
👉Contoh SMS (misalkan nama anda Dodi Budiman) :
Dodi Budiman, Order 2 box Vitamale, Jl Paledang No.1 RT02 RW03 Kelurahan pralaya kecamatan ambaran bandung jawa barat 14520, via BCA
(Kirim ke no :
👉Selanjutnya kami akan membalas total harga + ongkos kirim + rek bank.
Konfirmasikan pembayaran anda setelah transfer :
contoh sms konfirmasi transfer :
sudah transfer Rp. 420.000 via BCA utk 2 box Vitamale, tgl transfer, dari Dodi (bandung)
kirim via SMS ke :
Paket dikirim rapi (polos untuk menjaga privacy anda).
​​Anda tidak perlu kawatir order online karena kami jamin
PASTI SAMPAI & semua pengiriman bisa dilacak STATUSNYA
secara online melalui website jasa pengiriman
jika via JNE cek online
jika via POS Indonesia cek online
Simpanlah baik-baik NO RESI yang kami kirimkan via SMS
untuk mengetahui status paket anda
Jika kami kirim no resi hari ini
maka baru bisa cek online status besok sore/lusa.
Saatnya belanja dengan cara CERDAS! tidak perlu repot bepergian,
cukup SMS & konfirmasi transfer, paket dikirim ke alamat anda,
Mudah, Murah, Bebas Macet & PRIVACY andapun terjaga
05/05/2023
Mengenal Sistem Reproduksi Wanita dan Gangguan yang Perlu
Sistem reproduksi wanita memegang peranan penting dalam proses kehamilan dan kelahiran. Tak hanya itu, sistem reproduksi wanita juga menghasilkan hormon seks wanita yang berfungsi untuk mengontrol siklus menstruasi dan produksi ASI.
Pembuahan hingga pembentukan janin terjadi di dalam organ pada sistem reproduksi wanita. Proses ini dimulai dari produksi sel telur oleh indung telur yang lalu disalurkan ke tuba falopi untuk dibuahi oleh sperma. Telur yang telah dibuahi akan menempel di rahim (implantasi) yang menjadi tempat janin berkembang hingga dilahirkan.
Mengenal Sistem Reproduksi Wanita dan Gangguan yang Perlu Diwaspadai - Alodokter
Selain proses kehamilan dan kelahiran, sistem reproduksi wanita juga berperan dalam siklus menstruasi dan menopause. Saat rahim menebal dan tidak terjadi implantasi, wanita akan mengalami menstruasi. Sementara itu, selama menopause, sistem reproduksi wanita akan secara bertahap menghentikan produksi hormon seks wanita.
Organ reproduksi wanita dibagi menjadi dua berdasarkan letaknya, yaitu organ reproduksi internal dan organ reproduksi eksternal. Yuk, simak fungsi masing-masing organ reproduksi wanita berikut ini.
Organ Internal dalam Sistem Reproduksi Wanita
Berikut ini adalah organ-organ internal sekaligus organ-organ utama dalam sistem reproduksi wanita:
1. Va**na
Va**na merupakan tabung berotot yang menghubungkan serviks (mulut rahim) ke bagian luar tubuh. Va**na berfungsi sebagai jalan masuknya p***s selama berhubungan seksual, jalan lahirnya bayi pada proses persalinan, dan jalur keluarnya darah saat menstruasi.
2. Rahim
Organ berongga yang bentuknya menyerupai buah pir ini merupakan tempat bagi janin untuk berkembang. Rahim terbagi menjadi dua bagian, yaitu serviks dan korpus.
Serviks terletak di bagian bawah rahim dan menghubungkan rahim dengan va**na. Sementara itu, korpus adalah bagian utama rahim yang dapat membesar dengan mudah untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
3. Indung telur (ovarium)
Indung telur adalah kelenjar berbentuk oval yang terletak di kedua sisi rahim. Organ di dalam sistem reproduksi wanita ini berperan dalam memproduksi hormon estrogen dan progesteron.
Selain itu, indung telur juga merupakan tempat penyimpanan dan pematangan sel telur sebelum dilepaskan saat ovulasi.
4. Tuba falopi
Tuba falopi merupakan saluran kecil yang melekat pada bagian atas rahim. Saluran ini bertugas untuk mengangkut sel telur dari indung telur menuju ke rahim. Di tuba falopi inilah sel telur dibuahi oleh sperma, sebelum akhirnya proses implantasi terjadi.
Organ Eksternal dalam Sistem Reproduksi Wanita
Organ-organ eksternal pada sistem reproduksi wanita memiliki dua fungsi, yaitu memungkinkan sperma masuk ke dalam tubuh dan melindungi organ internal dari organisme penyebab infeksi.
Berikut ini adalah organ-organ eksternal dalam sistem reproduksi wanita:
1. L***a mayora
L***a mayora merupakan dua lipatan besar menyerupai bibir yang melindungi dan menyelubungi organ reproduksi eksternal lainnya. Organ ini mengandung kelenjar keringat dan minyak. Saat memasuki masa pubertas, l***a mayora akan tertutupi oleh rambut.
2. L***a minora
L***a minora memiliki bentuk lipatan yang lebih kecil daripada l***a mayora. Organ sistem reproduksi ini terletak tepat di dalam l***a mayora, serta mengelilingi lubang va**na dan uretra. Saat terjadi rangsangan seksual, l***a minora akan membengkak dan menjadi lebih sensitif.
3. Kelenjar Bartholin
Kelenjar Bartholin merupakan kelenjar yang terletak tepat di sebelah lubang va**na. Saat menerima rangsangan, kelenjar ini akan menghasilkan cairan kental yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual.
4. Klitoris
Terletak tepat di ujung atas l***a minora, klitoris merupakan organ yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual. Klitoris ditutupi oleh lipatan kulit bernama preputium. Lipatan ini mirip seperti kulup di ujung p***s. Rangsangan pada klitoris bisa membuat wanita mengalami orgasme.
Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita
Sama seperti organ tubuh lainnya, organ pada sistem reproduksi wanita juga bisa mengalami gangguan. Berikut adalah beberapa gangguan pada organ reproduksi wanita yang harus diwaspadai:
Endometriosis
Miom
Interstitial cystitis, yaitu gangguan kandung kemih kronis
Polycystic o***y syndrome (PCOS)
Penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS, herpes ge***al, klamidia, gonore, dan sifilis
Kanker pada organ reproduksi wanita, seperti kanker serviks, kanker ovarium, kanker rahim, kanker va**na, atau kanker v***a
Gejala dari setiap gangguan pada sistem reproduksi wanita ini bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, periksakan diri ke dokter kandungan jika Anda mengalami berbagai keluhan berikut ini:
Nyeri menstruasi yang sangat hebat atau menstruasi yang tidak teratur
Sakit selama atau setelah berhubungan seksual
Perdarahan setelah berhubungan seksual
Infertilitas
Perubahan menstruasi selama 3 siklus berturut-turut
Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menyarankan serangkaian tes untuk menentukan penyebab gangguan organ reproduksi tersebut. Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan memberikan saran dan penanganan yang sesuai.
05/05/2023
Mengenal Jenis Kista
Kista dapat terbentuk atau tumbuh di berbagai area tubuh, mulai dari wajah hingga ovarium. Tidak seperti penyakit lainnya, kista sering kali tidak diketahui penyebabnya dan jarang menimbulkan gejala.
Kista merupakan kantong berisi cairan, gas, atau bahan padat yang terbentuk di bagian tubuh mana pun, termasuk wajah, kulit kepala, punggung, lengan, kaki, serta organ dalam tubuh seperti hati, ovarium, rahim, ginjal
Sebagian besar kista umumnya tidak berbahaya atau bersifat nonkanker. Namun, ada juga kista yang bisa berkembang menjadi kanker.
Jenis Kista yang Penting untuk Diketahui
Kista terdiri dari berbagai jenis, begitu p**a cara terbentuknya. Berikut ini adalah macam-macam kista yang perlu Anda ketahui:
1. Kista ovarium
Kista ovarium adalah benjolan atau kantong berisi cairan yang tumbuh di ovarium atau indung telur. Kondisi ini tergolong umum dialami oleh wanita. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus.
Kemunculan kista ovarium cenderung tidak menimbulkan gejala. Namun, jika kista ovarium tumbuh hingga berukuran besar dan pecah, maka dapat menimbulkan gejala yang serius, seperti perut bengkak, demam, pingsan, pusing, napas cepat, dan nyeri panggul atau perut yang parah.
2. Kista epidermoid
Kista epidermoid merupakan benjolan jinak yang bisa tumbuh di bagian kulit mana pun, seperti wajah, leher, kepala, punggung, dan alat kelamin. Kista epidermoid biasanya jarang menimbulkan gangguan. Namun, pada beberapa kasus, jenis kista ini dapat mengganggu penampilan, terasa nyeri, atau mengalami infeksi.
3. Kista payudara
Kista payudara adalah benjolan berisi cairan yang tumbuh di jaringan payudara. Kista jenis ini umumnya jinak atau tidak berkembang menjadi sel kanker. Dalam beberapa kasus, kista payudara tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali jika kista semakin membesar dan menimbulkan rasa nyeri.
4. Kista ganglion
Kista ganglion adalah benjolan jinak yang muncul di sepanjang persendian. Biasanya, kista ini tumbuh di pergelangan tangan atau ruas jari tangan. Meski jarang terjadi, kista ganglion bisa muncul di tempat lain, seperti ujung jari tangan, lutut bagian luar, pergelangan kaki, dan punggung kaki.
5. Kista dermoid
Kista dermoid merupakan pertumbuhan kantong abnormal di tubuh yang berisi berbagai macam struktur jaringan, seperti folikel rambut, kelenjar keringat, gigi, dan jaringan saraf.
Kista dermoid dapat muncul di permukaan kulit atau organ lain di dalam tubuh, misalnya tulang belakang, otak, rongga sinus, rongga perut, dan indung telur.
6. Kista Baker
Kista Baker adalah kantong berisi cairan yang menyebabkan munculnya benjolan di belakang lutut. Rasa sakit dari kondisi ini dapat menjadi lebih buruk ketika lutut sering digerakkan.
Kista Baker umumnya disebabkan oleh timbunan cairan pelumas sendi (cairan sinovial) yang berlebih pada jaringan lutut. Kondisi ini dipicu oleh sejumlah masalah pada lutut, seperti radang sendi atau robeknya tulang rawan di bagian lutut.
Pada beberapa kasus, kista Baker tidak menyebabkan rasa sakit sehingga sering kali tidak disadari keberadaannya. Namun, Anda harus segera ke dokter bila kista Baker menimbulkan nyeri dan pembengkakan di belakang lutut yang mengganggu aktivitas.
7. Kista Bartholin
Kista Bartholin adalah pembengkakan atau benjolan pada salah satu maupun kedua kelenjar pelumas va**na atau kelenjar Bartholin yang terletak di sisi va**na. Kista ini dapat terbentuk ketika kelenjar tersebut mengalami penyumbatan.
Infeksi kista Bartholin dapat disebabkan oleh infeksi bakteri penyebab penyakit menular seksual (PMS), seperti gonore dan chlamydia. Kista Bartholin dapat menimbulkan rasa sakit bila terinfeksi.
8. Kista ginjal
Kista ginjal adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ginjal. Kista ginjal terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kista ginjal sederhana dan penyakit ginjal polikistik.
Jenis kista yang umum terjadi adalah kista ginjal sederhana. Kista jenis ini merupakan kista jinak dan tidak berkembang menjadi kanker, serta jarang menyebabkan komplikasi serius.
Biasanya, kista ginjal sederhana tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, gejala akan muncul bila kista tumbuh cukup besar atau sudah terinfeksi. Gejala-gejalanya meliputi demam, rasa nyeri di punggung, pinggang atau perut bagian atas, sering buang air kecil, dan terdapat darah dalam urine.
Sedangkan jenis kista ginjal lainnya, yaitu penyakit ginjal polikistik, merupakan kondisi yang diturunkan dalam keluarga dan bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Kista ini bisa menimbulkan gejala seperti tekanan darah tinggi, nyeri punggung, dan kencing berdarah. Namun, tidak semua penderita penyakit ini akan mengalami gejala tersebut.
Selain macam-macam kista di atas, ada berbagai jenis kista lainnya, di antaranya kista epididimis, kista pankreas, kista tiroid, kista konjungtiva, kista hemoragik, kista mukosa, dan kista pineal.
Meski macam-macam kista umumnya akan hilang dengan sendirinya, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter jika muncul benjolan di tubuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah munculnya komplikasi atau masalah kesehatan lain yang lebih serius serta agar dokter dapat menghilangkan kista, jika kista tersebut berbahaya.
05/05/2023
Waspadai Nyeri Saat Haid, Bagian kiri dan kanan rahim wanita dua organ ovarium atau indung telur.
Berfungsi dalam proses reproduksi, baik sebagai tempat keluarnya sel telur, maupun sebagai tempat dikeluarkannya hormon-hormon perempuan, yaitu estrogen dan progesterone, yang mengatur siklus haid dan kehamilan.
Selain itu, kedua hormon ini juga mempengaruhi bentuk tubuh, payudara, dan pertumbuhan rambut di tubuh perempuan. Setiap bulan, terjadi yang disebut dengan ovulasi, yaitu keluarnya sebuah sel telur dari ovarium. Sel telur ini akan berjalan masuk dari ovarium ke dalam rahim melalui saluran telur.
Jenis kista pada ovarium
Kista adalah kantung berisi cairan yang bisa terdapat di mana saja di dalam tubuh manusia. Di dalam ovarium dapat terbentuk beberapa macam kista. Yang paling sering terbentuk adalah kista fungsional kerap terbentuk saat siklus haid yang normal.
Setiap bulan terbentuk kantung kecil yang disebut folikel berisi sel telur dan cairan di dalam ovarium. Pada saat sel telur sudah matang, sel telur akan lepas dengan pecahnya kantung tadi. Kemudian, kantung yang sudah pecah itu masih mengeluarkan hormon-hormon sampai saatnya hamil atau sampai saatnya akan haid lagi.
Satu tipe kista fungsional di ovarium dapat terjadi karena tidak pecahnya kantung folikel tadi, yang dapat terus tumbuh. Kista yang demikian biasanya akan mengecil dan menghilang setelah satu sampai tiga bulan.
Kista fungsional lain misalnya kista corpus luteum, terbentuk karena setelah kantung folikel pecah dan mengeluarkan sel telur, kantung itu menutup kembali dan cairan mengumpul di dalamnya. Kista seperti ini akan menghilang lagi setelah beberapa minggu, akan tetapi bisa juga mengganggu kalau terpuntir atau berdarah sehingga menyebabkan nyeri. Obat-obatan tertentu yang dipakai untuk membuat ovulasi dapat meningkatkan risiko kista fungsional. Namun, kista-kista seperti ini tidak pernah menjadi kanker.
Kista lainnya adalah kista cokelat atau endometrioma. Disebut kista cokelat karena berisi cairan cokelat kental. Kista seperti ini tumbuh di dalam ovarium perempuan dengan penyakit endometriosis. Penyakit ini ditandai dengan tumbuhnya jaringan lapisan dalam rahim, yang disebut lapisan haid, di luar rahim. Kalau jaringan ini tumbuh di dalam ovarium terbentuklah kista cokelat. Cairan cokelat itu sebenarnya adalah darah haid yang terkumpul di sana. Kista jenis ini dapat menyebabkan nyeri haid dan nyeri saat berhubungan seksual, sehingga sering menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan keturunan.
Ada juga kista yang disebut cystadenoma yang tumbuh di lapisan luar ovarium, berisi cairan bening atau cairan kental. Kista jenis ini dapat tumbuh sangat besar dan menyebabkan rasa sakit. Selain itu, ada juga kista dermoid. Kista jenis ini seringkali berisi rambut, lemak, bahkan gigi. Kista jenis ini dapat menjadi besar dan terasa nyeri.
Ovarium polikistik adalah keadaan di mana sel-sel menjadi matang di dalam ovarium, akan tetapi kantung folikel tidak pecah untuk mengeluarkan sel telur. Hal ini terjadi pada setiap siklus haid sehingga terbentuk banyak kista-kista kecil di dalam ovarium. Kista seperti ini akan dapat mengganggu kesuburan, siklus haid, dan mengganggu bentuk tubuh dan rambut tubuh karena perubahan hormon yang disebabkannya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Makassar
90222