British Propolis
Agen Resmi British Propolis
18/06/2022
Kaum Pelangi,
Sang Penghancur Masa Depan
Ini kisah nyata terjadi pada tahun 2016
(Irene Radjiman)
Saat itu di akun fb saya yang sudah tumbang, saya sering posting kegiatan saya saat masih mengajar di sekolah pilot.
Ada 1 orang teman fb saya, seorang ibu yang menanyakan bagaimana caranya agar bisa masuk ke sekolah pilot tersebut. Kami saling bertukar nomor wa hingga akhirnya si ibu tersebut datang langsung ke kantor saya bersama anaknya yang akan dimasukkan ke sekolah pilot.
Di ruangan saya kami ngobrol banyak. Dengan biaya pendidikan sekitar 500 juta saat itu, beliau tidak keberatan. Admin kami menyarankan sebelum mendaftar baiknya dilakukan dulu medical check-up secara pribadi untuk meyakinkan calon siswa benar-benar sehat secara fisik. Jadi waktu mendaftar nanti saat medical examinition sudah yakin 100% lulus. Ibu itu setuju.
Dua pekan kemudian masuk wa ibu tersebut dengan emot menangis.
"Mbak Iren, saya tidak jadi memasukkan anak saya ke sekolah pilot tempat mbak Irene 😭😭😭"
"Lho kenapa Bu? Apa terkendala biaya? Mungkin nanti bisa di nego dg Vice President kami."
"Bukan soal biaya mbak Irene. Boleh saya telp?"
Didalam telpon, ibu itu bercerita bahwa sejak SMA anaknya sering ikut club club olahraga, seperti bulu tangkis, tenis meja, dll, karena si anak memang hobby olah raga dan gym. Namun siapa sangka dalam kegiatan positif itu ternyata ada bahaya juga.
Si anak mengenal seorang dosen kharismatik di sebuah universitas ternama. Dosen ini sangat ramah dan humble sehingga sangat mudah dekat dengan siapapun termasuk anak ibu tersebut. Dosen tersebut juga kerap bertandang ke rumah si ibu. Keluarga pastilah menyambut hangat dan hormat. Si anak juga sering menginap ditempat si dosen, dan sudah pasti diijinkan oleh orang tua nya.
Hingga kemarin keluar hasil medical check-up bahwa darah si anak terinveksi HIV AIDS. Orang tua syok mengetahui hal itu. Tadinya berfikir si anak sering mendatangi prostitusi, namun ternyata dugaan orang tuanya salah.
Setelah didesak dan di introgasi, si anak akhirnya berterus terang bahwa ia terlibat hubungan sesama jenis dengan dosen kharismatik yang dikenal dekat oleh keluarga mereka.
Melalui sambungan telepon yang masih aktif, ibunya menangis meraung-raung membayangkan masa depan anaknya yang hancur oleh kaum pelangi itu.
"Padahal dari kecil anak saya ga ada tanda-tanda seperti itu mbak Irene. Saat kecil yaaa mainannya mobil-mobilan, robot, game perang-perangan. Bahkan saat SMP saya pernah mergokin dia naksir salah satu kembang di sekolahnya. Saya ga nyangka, gimana caranya kok anak saya yang normal bisa belok mbak Iren... suami saya langsung stroke, stress setelah tahu anak kami ODHA...!!!"
Saya hanya bisa terdiam dengan menahan sesak dada yang bergemuruh. Saya juga seorang ibu, dua anak saya semuanya laki-laki. Tak terasa air mata saya juga mengalir.
Kalau dulu saat saya melihat kakak lelaki saya lebih diberi kebebasan oleh ayah saya dibanding saya, saya protes. Namun ayah saya memberi alasan, "Menjaga anak perempuan jauh lebih berat daripada anak lelaki." Namun kini tak bisa lagi begitu. Menjaga anak lelaki maupun perempuan sama beratnya.
Saat kaum belok ini diberi panggung, diterima, dianggap wajar, sama saja kita sedang membuka peluang bagi anak-anak kita untuk meracuni kesehatan jiwa dan raganya.
Jangankan surga, bahkan maskapai manapun tak akan ada yang berani menyerahkan pengoperasian pesawat pada kaum belok.
Pantas saja bila di jaman khalifah Abu Bakar, kaum belok ini akan dibakar, sebab memang sulit menyadarkan lalat kalau bunga itu lebih wangi dibanding kotoran sampah.
..
15/04/2022
Inilah yang kami lakukan dgn anak pertama kami Ghazi. Bukan gak punya duit untuk mnuruti kemauannya,,,
::perlu di praktekkan ketika anak merengek memaksakan kehendaknya🤔🤔🤔🤔
Mendengar ocehan orang lain itu memang kadang-kadang bikin panas kuping::
Namun hidup ini bukan buat menyenangkan orang lain
Kitalah yang bertanggung jawab atas hidup kita sendiri, betul?
Ketika anak saya yang sulung sedang tantrum, menangis, merengek, lalu menjatuhkan dirinya sendiri ke tanah
Saya hanya melihatnya sembari menunggunya, menawarkan air minum untuknya, sambil sesekali bertanya: "sudah belum?", "Sudah mau bangun?", "Oke papa tunggu ya"
Sedangkan istri saya senyum-senyum sembari mengambil foto
Lucunya, orang yang lalu lalang di sekitar kami seolah menyindir, nyinyir, berbicara sok tahu:
"Itu anak di tolongin dulu kek.."
"Duh kasian, minta apa sih? Mainan? Diturutin d**g, kok dibiarin gitu sih..."
"Kejam nih orang, anaknya dibiarin gitu aja, malah di foto-foto p**a.."
..dan semacamnya
Kami tetap tenang, sambil menunggu anak kami yang berusia 2,5 tahun ini bangkit sendiri
Dalam proses ini jangan ada kontak mata dengan si anak, jangan di tinggal, tetap Awasi
Mengapa...?
Karena tantrum itu artinya si anak sedang belajar mengendalikan diri, agar dia mampu mengelola emosi
Menuruti kemauannya tidak akan menyelsaikan masalah, karena menjadi tidak jelas, akan jadi serba salah semuanya
Ini juga mengajarkan tidak semua yang diinginkannya di dunia bisa teralisasi, juga bukan karena ortunya rezeki itu ada
Setelah dia bangkit, barulah sejajarkan posisi tubuh dengannya, minta dia mengatakan dengan jelas apa keinginannya
Alhamdulillah dengan penanganan tantrum yang benar, anak kami tidak terlalu sering begini, dia telah belajar bahwa tidak semua keinginannya bisa terwujud saat itu juga, dia belajar untuk mengendalikan emosi, dia sadar bukan begitu caranya meminta sesuatu
Jadi jika kelak anak Anda tantrum, biarkan saja sambil diawasi, tenangkan saja, sembari tanyakan apakah sudah mau menyelsaikan rengekannya
Klu anak2 mimin sih, gak sampe guling2 gitu, tapi kalu merengek minta jajan. Suruh dia buat sesuatu dulu misalnya mandi dulu, makan dulu, atau tidur siang dulu, atau solat dulu. Tapi janji harus ditepati klu dia sudah lakukan. Kalau dia nggak mau melakukan, ya gak dapat apa yg diinginkan!
Tapi proses pendidikan tidak semudah dan semulus itu, serba dilematis ketika pihak keluarga lain terutama nenek dan keluarga lain yang ikut Campur!
Too many Cooks Spoil the Broth - Terlalu banyak koki yang masak bisa merusakkan makanan itu sendiri jadi gak jelas rasa dan adukan bumbunya. Begitu juga dalam mendidik anak-anak. Bisa terganggu dengan adanya orang ketiga.
Salam Cemerlang 😊🙏
http://parenting.minda.co.id
Source :
10/04/2022
BERSAMA TIM KITA MENANG
Ketika itu panas terik menyengat. Matahari seakan-akan tepat menggantung di ubun-ubun. Tenggorakan terasa mencekik. Debu padang sahara bergumpal menutupi pandangan dua kubu yang sedang bertempur di medan peperangan. Sesekali hanya kilatan pedang yang saling menyambar dan mematikan. Inilah gambaran perang Badar yang merupakan perang pertama kali dalam sejarah Islam.
Perang tersebut berlangsung pada tahun ke-2 Bulan Suci Ramadhan. Saat itu, kondisi pasukan muslimin sedang berpuasa menahan lapar dan dahaga tak terkirakan. Pihak kaum muslimin harus bertahan dengan jumlah pasukan terbatas berjumlah 313 orang saja dengan persenjataan sederhana yang tak memadai. Sedangkan pihak lawan dari kaum musyrikin Mekkah yang dihadapi berjumlah lebih dari 1.000 orang dengan perlengkapan persenjataan yang sangat lengkap.
Meski demikian, keadaan lapar dengan energi dan stamina yang lemah tidak menyurutkan semangat jihad mereka. Satu persatu kekuatan musuh berhasil dipatahkan, hingga akhirnya kemenangan gemilang berpihak pada kaum muslimin.
Kunci kemenangan sesungguhnya bukanlah semata terletak pada kekuatan personil pasukan, kelengkapan persenjataan atau kehebatan strategi, namun spirit berpuasa itulah kunci keberhasilannya. Setiap kilatan pedang yang mereka hunuskan dalam keadaan lapar dan dahaga, seakan menampakkan hidangan berbuka puasa kelak di surga. Tidak ada pilihan bagi mereka, kemenangan atau syahid!
Dalam konteks di Nusantara keberhasilan para pejuang merebut Sunda Kelapa terhadap pasukan Portugis pun terjadi pada bulan Ramadhan yang kemudian kota itu diganti nama Jayakarta atau Jakarta yang terinspirasi dari ayat Fathan Mubina pada surah al-Fath.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang menandai berakhirnya kolonialisme dan imperialisme di bumi pertiwi.
Peristiwa di atas menjadi sejarah yang terukir dengan tinta emas. Masing-masing episode selalu menyebutkan tokoh-tokoh perjuangan yang pelaku hingga kemenangan itu terwujud.
Sadarkah kita bahwa kitapun semua adalah pejuang. Kita adalah para mujahid ekonomi yang berupaya mensolusikan berbagai problematika ummat lewat wasilah bisnis kita.
Momen ramadhan menjadi pemantik semangat untuk membangun pondasi bisnis yang kuat menghunjam ke dalam bumi.
Bersama tim insyaAllah kita akan menang...✊✊✊
Rasulullah bersabda, " apabila bulan ramadhan tiba, pintu-pintu syurga di buka pintu-pintu neraka di tutup dan setan- setan di belenggu". (HR. Imam Bukhari dan Muslim).
Setan-setan penggoda yang membisikkan kata nanti dan kata tapi kepada calon mitra telah dikerengkeng. Hati kaum muslimin begitu mudah menyambut kebaikan. Maka saatnya kita kencangkan syiar. Ajak dan ajar siapapun yang kita inginkan kebaikan kepadanya.
Jangan biarkan satu hari dibulan ini berlalu tanpa penaklukan satu hati bergabung dan berjuang bersama.
Jangan biarkan waktu berlalu tanpa adanya pergeseran jualan yang akan mendekatkan jarak dengan impian yang kita miliki.
Semoga Allah mudahkan perjuangan ini. InsyaAllah bersama tim kita mencatat sejarah kemenangan✊✊😇
24/03/2022
Bisnis masih kecil, nggak masalah. Tapi impian tetap besar. Kenapa? Karena kita punya Tuhan Yang Maha Besar dan karunia-Nya teramat besar.
Alhamdulillah, Buya Yahya berkenan singgah ke rumah dan berbagi ilmu untuk keluarga kami juga mitra-mitra. Masya Allah, betapa bahagianya kami.
Kadang, bisnis yang masih kecil membuat kita pesimis. Ini keliru. Allah justru senang kalau kita berharap dan berbaiksangka kepada-Nya.
Tidak ada ruang untuk pesimis! Siaaaaap? 😉
31/12/2021
DIKASIH MOBIL 😯
Sebagai founder, saya sering ngasih hadiah ke mitra-mitra. Mungkin berlian, trip ke Raja Ampat, trip ke luar negeri, dana haji, dst. Tapi yang kemarin terjadi, benar-benar di luar dugaan saya!
Apa itu? Saya dikasih hadiah sama mitra-mitra! Ya, saya dikasih hadiah! Nggak tanggung-tanggung, hadiahnya adalah sebuah mobil baru! Masya Allah!
Saya kaget, sampai nangis terisak-isak. Lihat deh foto di bawah, hidung saya sampai merah karena nangis. Bahagia, bangga, terharu, semuanya campur-aduk.
Kebahagiaan pun semakin sempurna ketika ditutup doa oleh guru kita, Buya Yahya. Turut hadir juga UMFA, Pak Jamil, Mas Mono, Pak Goz, dll. Di sesi siang, ada Jigo, Mas Azzam Cholidi, dan Ustadz Oemar Mita.
Saya tahu, ucapan terimakasih dari saya tidaklah cukup untuk membalas kebaikan-kebaikan ini. Tapi saya yakin, Allah Yang Maha Kaya dan Maha Pemurah pastilah membalas dengan sebaik-baik balasan.
Terimakasih Diaz, Wendi, Mas Basori, Mbak Ayu, Dedy, Bu Husnah, Gus Akhmad, Mas Barkah, Mas Tri, dan Bu Muli. Sekali lagi, terimakasih.
Sepanjang hidup saya, baru kali ini saya melihat, seorang founder bisnis dikasih hadiah berharga sama mitra-mitranya. Ya Allah, dan founder itu saya.
Kepada semua mitra yang bergabung, semua konsumen yang membeli, semua tokoh yang mendukung, dari lubuk hati saya yang paling dalam, izinkan kali ini saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Berkah selalu.
Semoga Allah selalu merahmati kita dan keluarga kita. Aamiin.
27/12/2021
Memasukkan rasa bahagia di hati seseorang, ini lebih utama daripada i'tikaf di masjid.
Nabi pernah berpesan kurang-lebih seperti itu. Begitu p**a Hasan Al-Bashri.
Membantu tiga mitra bukan berarti membantu tiga orang. Itu sebenarnya membantu tiga keluarga. Totalnya bisa belasan orang bahkan puluhan orang.
Kebayang ada 20 mitra? Atau 100 mitra? Masya Allah. Ini kesempatan bagi kita untuk bertumbuh.
Ini rumusnya...
Cerdaskan orang. Maka dengan izin Allah, kita akan semakin cerdas.
Majukan orang. Maka dengan izin Allah, kita akan semakin maju.
Makmurkan orang. Maka dengan izin Allah, kita akan semakin makmur.
Kayakan orang. Dengan izin Allah, kita akan semakin kaya. Yakin!
Alhamdulillah hampir 400 mitra yang sudah nyoba Heli Trip (dari September sampai Desember). Di antaranya Aqeelah, Juara 1 Hafiz Indonesia di RCTI. Alhamdulillah Aqeelah dan ayahnya sudah jadi mitra BP sejak lama.
Dengan program Heli Trip ini saya hanya ingin mereka (mitra-mitra) merasa bahagia dan bangga berada di komunitas ini. Rasa bahagia itu penting. Yang jelas, si BP masih banyak program-program lainnya yang lebih konkrit.
Dan insya Allah tahun 2022 kita akan bikin berbagai program lebih dahsyat lagi! Fight!
20/12/2021
“Program-program Mas Ippho ditiru orang tuh,” ada yang lapor begitu. Pas tahu ini, saya cuma senyum.
Soalnya jauh-jauh hari seorang guru pernah wanti-wanti ke saya, “Yang namanya leader sejati memang menginspirasi bahkan membuat orang lain mau mengikuti.” Dan menariknya, ini berlaku secara internal dan juga secara eksternal.
Terlihat nyata saat ini, banyak program BP yang diikuti oleh pemain-pemain yang lain. Alhamdulillah. Sesuatu yang baik dan hebat memang harus diikuti. Di antaranya pembinaan jam 3 pagi, tokoh-tokoh yang membersamai, Heli Trip, dll. Diikuti, bagi saya ini nggak masalah. Bagus malah.
Bisnis yang cuan memang layak jadi acuan. 😉
Sekali lagi, sesuatu yang baik yah harus diikuti dan diduplikasi. Sekalian saya mau ngasih tahu, saya sebagai founder sudah blusukan ke rumah mitra-mitra selama 4 tahun terakhir. Dan ratusan mitra sudah menginap di rumah saya sepanjang 2021 ini.
Seorang tokoh di BP pernah bilang, “Bedanya BP sama lain, di sini segala sesuatu dilakukan dengan hati. Baik dalam pembinaan maupun dalam blusukan.” Aamiin, itu memang harapan saya.
Jujur, saya belajar banyak dari mitra-mitra. Mereka tulus dalam membina mitra-mitra. Pake hati. Malu saya kalau nggak bisa niru mereka. Begitu juga ustadz-ustadz di BP, tulus dalam membersamai mitra-mitra.
Nggak cukup sampai di situ. Saya pun belajar dari brand-brand besar di luar sana, mengikuti yang baik-baik dari mereka.
Pada akhirnya, di sini saya ingin mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada ustadz-ustadz dan tokoh-tokoh yang membersamai BP. Insya Allah nambah berkah.
Bagi teman-teman yang telah bergabung di BP, tambah semangat ya. Di sini kita belajar sama-sama, berjuang sama-sama, dan insya Allah sukses sama-sama.
06/12/2021
Perbedaan orang sukses dan orang rata-rata ternyata ada di pola pikirnya
Coba kita buktikan punya pola pikir X dan Y dibawah ini. X = rata-rata, Y = sukses.
X : "tapi aku nggak bisa"
Y : "aku bisa"
X : "tapi saya nggak punya laptop"
Y : "ada yang bisa pinjamkan saya laptop?"
X : "tapi saya bukan ahlinya"
Y : "mari kita kolaborasi dengan ahlinya"
X : "saya tidak punya modal"
Y : "Mari kita mulai dengan modal yang ada"
X : "prosesnya lama nggak nih?"
Y : "Mari kita nikmati prosesnya sampai kita bisa menikmati suksesnya"
Masya Allah, ingin sukses? Rubah dulu pola pikirnya.
Pola pikir ditentukan oleh apa yang didengar, dibaca, dan dilihat. Karena itulah, bila ingin sukses berkumpullah dengan orang-orang yang sevisi, sama-sama ingin sukses.
Mengambil Ibrah dari tukang minyak wangi dan tukang besi, kalau kita bersama dengan orang-orang yang sukses maka akan tertular juga. Kapan? Allah akan memberikan saat kita sudah pantas menerima, saat kita sudah memantaskan diri.
Sebagai bentuk rasa syukur saya ingin mengajak teman-teman yang membaca tulisan ini dan belum punya komunitas positif untuk bergabung bersama kami. Karena bagi kami sukses adalah berjamaah. Dan sudah banyak yang sukses mensukseskan.
Semangat pagi SENIN (Selalu Naik INCOME) in syaa Allah
Semoga Allah membuka pintu-pintu kemudahan, pintu rezeki yang banyak dan berkah untuk kita semua. Aamiin yaa mujibassailiin 🤲😇
In frame : Orang-orang yang sudah sukses dan siap mensukseskan.
11/11/2021
Banyak yang nanya, kenapa saya masuk pada bidang kesehatan? 🙂
Bukankah bidang saya sebelumnya adalah pendidikan dan entrepreneurship? 🙂
Sebenarnya, nggak ada yang berubah. Memang ini produk kesehatan, tapi sehari-hari saya menekuni bidang pendidikan dan entrepreneurship. Kok bisa? Karena sehari-hari saya membina mitra-mitra sebagai entrepreneur.
Sungguh, saya terinspirasi dari Muhammadiyah dan NU. Selama satu abad, fokus utamanya adalah bidang pendidikan dan kesehatan. Bukan apa-apa, kalau orang itu cerdas dan sehat, banyak hal hebat yang bisa dilakukan. Kalau sebaliknya? Yah repot.
Coba bayangkan, maaf, orang itu bodoh dan sakit-sakitan. Hm, hal hebat apa yang bisa dilakukan? Pasti serba terbatas tho? Pantaslah Muhammadiyah dan NU gencar membangun sekolah, kampus, dan rumah sakit. Biar masyarakat jadi cerdas dan sehat.
Sampai hari ini, produk saya ini nggak masuk ke jaringan toko besar, walaupun sangat banyak permintaan di sana. Concern saya, bismillah, ingin mencetak orang-orang jadi pengusaha. Sebanyak mungkin. Sebab itulah saya memilih cara kemitraan.
Sejauh ini, alhamdulillah, banyak mitra yang telah dimakmurkan. Saya pun semakin pede dengan bisnis ini, soalnya sebuah organisasi kuat di Amerika telah memberikan sertifikasi khusus untuk produk ini. Alhamdulillah.
Kalau boleh saya berbagi tips untuk teman-teman pengusaha. Pertama, super-fokus. Kedua, makmurkan orang-orang. Ketiga, mau blusukan. Sekiranya ini dilakukan dengan konsisten dan telaten, insya Allah hasilnya akan paten.
Siaaaaap? 😎
29/10/2021
TIDAK KUAT, JANGAN BACA.
YANG MEWEK'AN JANGAN LIHAT.
Kawan, Surat ini adalah surat ke Tiga, sebuah dokumen penyerahan orang tua kepada GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Malang.
Sebelumnya, yang sempat viral itu, adalah surat dari anak-anak Pak Martiin Sepanjang Sidoarjo, Mereka (dua anak) tanda tangan di depan kepala desa dan muspika, tidak mau merawat Ayahnya (Pak Martiin). Akhirnya perawatan mbah Martiin diambil alih oleh Griya Lansia, hingga saat ini masih di Griya Lansia dan kami rawat dengan baik.
Kedua, Pak Sutiyo, Tiga anaknya tanda tangan "lepas perhatian" dan menyerahkan perawatan Ayahnya ke Griya Lansia Malang. Kasus ini baru saja, sekitar tiga minggu lalu, saat ini masih di Griya Lansia.
Ketiga: Dini hari tadi, kami menerima satu ibu atas nama TRIMAH dari kota Magelang, Jawa Tengah. Foto penyerahan dan surat kesediaan dari yayasan bisa di lihat di foto.
(Nama dan alamat kami tutup, Tetap kami jaga Privasinya).
Ibu Trimah sudah tiba dini hari di Griya Lansia, semoga sehat dan kerasan. Ibu Trimah sudah tidak bisa berjalan normal, bisanya mbrangkang atau ngesot.
Demikianlah, semoga kita bisa memetik pelajaran.
Kami dari GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH MALANG, menyatakan SIAP merawat mbah Trimah sampai tutup usia.
28/10/2021
Suami Yang Lelah Di Dunia Terlebih di Akhirat
••••
Ada seorang suami yang setiap hari lelah bekerja mencari nafkah untuk istri dan anaknya.
Sementara istri dan anak perempuannya ia biarkan selfie menampilkan auratnya, lekuk tubuhnya, kecantikannya untuk dinikmati banyak lelaki di sosial media.
Sungguh suami yang amat kasihan, di dunia ia lelah dan di akhirat pun ia susah.
Sebab ada ancaman keras bagi suami atau ayah yang sengaja membiarkan perbuatan maksiat dalam keluarganya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts…” (HR. An-Nasa-i, no. 2562, Ahmad, 2/134)
Makna ad-dayyuts adalah seorang suami atau bapak yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya. [Lihat Fathul Baari, 10/406].
20/10/2021
Awalnya dia berpikir, jika meminun sedikit sisa air soda ini akan dapat menghilangkan haus dahaganya,
Namun karena merasa kurang puas dan ingin lebih, Maka ia nekad memasukkan kepalanya kedalam kaleng soda itu.
Dan apa yang terjadi ??
Bahwa sisa air soda yang berada dalam kaleng ini yang ia kira akan menyelamatkan hidupnya dari haus dahaga teriknya matahari yang ia rasakan.
Namun siapa sangka itu justru melalaikan dan membuatnya kenyang, sehingga dia tidak dapat keluar dan akhirnya mati terjerat di tengah kubangan kaleng soda,
Demikian juga perumpamaan dalam hidup ini...
Seringkali kita hanya fokus memikirkan bagaimana caranya agar hidup enak, namun lupa memperhatikan bagaimana caranya agar mendapatkan kematian yang enak.
Kita begitu semangat mengejar kesenangan dunia, kadang tidak peduli siang dan malam, tidak peduli halal dan haram, sehingga seringkali lalai dengan ajal dan melupakan bekal kehidupan akhirat.
Padahal manusia dan kenikmatan dunia itu seperti semut dengan setetes madu. Siapa yang hanya mencicipinya, Maka dia akan selamat.
Tetapi siapa yang menyeburkan diri kedalamnya dia akan binasa.
Sungguh dunia ini hanyalah tipu daya..
Maka berhatilah-hatilah, jangan sampai kita didunia ini lalai dan tertipu, sehingga lupa menyiapkan bekal amal shalih untuk akhirat, sebagaimana Allah ﷻ memperingatkan kita semua.
"Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)". (Qs. Al-Hasyr : 18)
✍ Habibie Quotes, 14/10/19
Ig - www.instagram.com/habibiequotes_
Tg - https://t.me/habibiequotes
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Address
Makassar
90142