Toko herbal semarang
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Toko herbal semarang, Health/Beauty, Jalan Gajah Timur Dalam RT 05/RW 09 no. 14 Gayamsari Semarang, Semarang.
*JANTUNG KORONER*
Serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah. Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dalam dunia kedokteran, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard.
Serangan jantung terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke otot jantung. Penyebab utama kondisi ini adalah penyakit jantung koroner, yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang memasok darah ke jantung (pembuluh darah koroner), akibat timbunan kolesterol yang membentuk plak di dinding pembuluh darah. Hal inilah yang menjadi penyebab mengapa kolesterol tinggi bisa membuat seseorang berisiko terkena sakit jantung.
Kondisi ini diperparah dengan terbentuknya gumpalan darah, yang dapat menyumbat total pembuluh darah dan menimbulkan serangan jantung.
*GEJALA SERANGAN JANTUNG*
Serangan jantung bisa muncul secara mendadak dengan beberapa gejala berikut:
• Nyeri dada sebelah kiri seperti tertekan atau tertindih. Gejala ini dapat menyebar ke daerah leher, rahang, lengan, atau punggung.
• Sesak napas.
• Keringat dingin.
• Pusing.
• Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, atau sakit perut.
• Merasa sangat gelisah dan cemas.
• Penurunan kesadaran.
Namun, serangan jantung tidak selalu muncul mendadak. Terkadang, beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya, penderita sudah merasakan nyeri dada (angina) yang muncul saat penderita beraktivitas dan mereda saat beristirahat. Penderita serangan jantung juga bisa tidak mengalami gejala sama sekali, terutama pada penderita diabetes, wanita, dan lansia.
*PENYEBAB SERANGAN JANTUNG*
Serangan jantung terjadi karena pasokan darah ke otot jantung terganggu. Jantung secara konstan membutuhkan pasokan darah yang mengandung oksigen, sama halnya dengan organ dan jaringan lain di dalam tubuh.
Jika jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, otot-otot jantung akan rusak dan akhirnya jantung tidak dapat mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Di bawah ini adalah penyebab terjadinya serangan jantung:
Penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama dari serangan jantung. Penyakit jantung koroner adalah kondisi di mana satu atau lebih pembuluh darah yang memberi pasokan darah ke jantung (pembuluh darah koroner), tersumbat oleh penumpukan plak kolesterol (aterosklerosis) dan gumpalan darah.
Penyalahgunaan NAPZA
NAPZA, seperti kokain, amphetamine, dan methamphetamine, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah koroner hingga memicu serangan jantung.
Kurangnya oksigen dalam darah (hipoksia)
Kadar oksigen dalam darah bisa menurun akibat keracunan karbon monoksida atau kerusakan fungsi paru-paru. Akibatnya, otot jantung akan kekurangan oksigen dan terjadi serangan jantung.
*FAKTOR RISIKO*
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama terjadinya serangan jantung. Ada beberapa kondisi yang berisiko menimbulkan penimbunan lemak dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) pada penyakit jantung koroner, di antaranya:
• Berusia lanjut (pria berusia 45 tahun ke atas atau wanita berusia 55 tahun ke atas)
• Jarang berolahraga
• Merokok
• Menderita hipertensi
• Menderita kolesterol tinggi atau trigliserida tinggi
• Mengalami diabetes
• Mengalami obesitas
• Mengalami stres
• Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami serangan jantung
Selain itu, risiko terjadinya serangan jantung juga lebih tinggi pada orang yang menderita penyakit autoimun, misalnya lupus dan wanita yang mengalami preeklamsia saat hamil.
*DIAGNOSIS SERANGAN JANTUNG*
Orang yang mengalami gejala serangan jantung perlu segera dibawa ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan. Dokter IGD akan memastikan diagnosis dan melakukan pengobatan awal secepatnya. Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan serangan jantung, antara lain:
• EKG atau elektrokardiografi
Pemeriksaan rekam jantung atau EKG dilakukan untuk melihat aktivitas listrik jantung.
• Tes darah
Tes ini bertujuan untuk memeriksa adanya protein penanda terjadinya serangan jantung dan mengetahui seberapa parah kerusakan jantung.
• Rontgen dada
Rontgen dada dilakukan untuk mencari tahu penyebab lain munculnya gejala, seperti paru-paru yang terendam cairan (edema paru).
• Angiografi koroner atau kateterisasi jantung
Kateterisasi jantung bertujuan untuk mencari tahu apakah terdapat penyumbatan atau penyempitan pada arteri koroner, dan menentukan lokasi dari penyumbatan atau penyempitan tersebut.
Beberapa pemeriksaan lain yang dilakukan untuk menilai kemampuan jantung, setelah keadaan penderita sudah stabil, antara lain:
• Ekokardiografi
Pemeriksaan USG jantung atau ekokardiografi ini dilakukan untuk mengetahui lokasi kerusakan pada jantung dan pengaruhnya pada fungsi jantung.
• CT scan atau MRI jantung
Kedua prosedur pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk memeriksa gangguan pada jantung dan melihat kerusakan yang terjadi akibat serangan jantung.
• EKG treadmill
Tes ini dilakukan beberapa hari atau minggu setelah serangan jantung terjadi, untuk mengukur respon kerja jantung dan pembuluh darah ketika beraktivitas.
*KOMPLIKASI SERANGAN JANTUNG*
Serangan jantung bisa menyebabkan komplikasi yang beragam, mulai dari yang ringan hingga yang bisa menyebabkan kematian. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita serangan jantung:
1. Aritmia
Serangan jantung dapat merusak otot jantung dan mengganggu sinyal listrik yang berfungsi untuk mengontrol detak jantung, sehingga terjadilah aritmia. Aritmia adalah kondisi di mana jantung berdetak dengan tidak normal, baik terlalu pelan, cepat, ataupun tak beraturan.
2. Gagal jantung
Serangan jantung dapat memicu gagal jantung. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat secara efektif memompa darah ke seluruh tubuh. Gejalanya berupa sesak napas, cepat merasa lelah, dan bengkak pada tungkai.
3. Syok kardiogenik
Syok kardiogenik terjadi ketika aliran darah ke seluruh tubuh sangat berkurang sehingga organ-organ tubuh tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini mirip dengan gagal jantung, tapi lebih berbahaya. Gejala yang muncul antara lain adalah kulit pucat dan sesak napas.
4. Jantung robek
Robeknya otot jantung atau katup jantung akibat serangan jantung sangat jarang terjadi, tetapi sangat berbahaya. Komplikasi ini dapat muncul sekitar 1-5 hari setelah serangan jantung.
*PENGOBATAN SERANGAN JANTUNG*
Setelah penderita mengalami serangan jantung, jaringan otot jantung dapat kehilangan oksigen dan akhirnya rusak dan mati. Tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya kerusakan jantung adalah mengembalikan aliran darah secepatnya, baik dengan obat-obatan maupun operasi.
Obat-obatan
Berikut ini adalah obat-obatan yang akan diberikan untuk menangani serangan jantung.
• Obat antiplatelet, seperti aspirin dan clopidogrel, untuk mencegah penggumpalan darah, sehingga darah tetap dapat mengalir melalui pembuluh darah yang mengalami penyempitan.
• Obat pelebar pembuluh darah, seperti nitrogliserin, untuk melebarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan aliran darah ke jantung.
• Obat penghilang rasa sakit, seperti morfin, untuk meredakan nyeri yang dirasakan penderita.
• Obat penghancur gumpalan darah, seperti streptokinase, untuk membantu melarutkan gumpalan darah yang menghalangi aliran darah menuju otot jantung.
• Obat antikoagulan, seperti enoxaparin, untuk mencegah penggumpalan darah terjadi lagi.
• Obat kolesterol, misalnya atorvastatin, untuk menurunkan kadar kolestrol.
• Obat hipertensi jenis ACE inhibitor, misalnya ramipril, untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, sehingga mengurangi beban jantung.
• Obat hipertensi jenis penghambat beta, misalnya bisoprolol, untuk menurunkan detak jantung dan mengurangi tekanan darah, sehingga meringankan kerja jantung.
Operasi
Berikut ini adalah prosedur operasi jantung yang mungkin perlu dilakukan untuk menangani serangan jantung:
Pemasangan ring jantung (stent) atau angioplasti koroner
Pada prosedur ini, kateter dengan balon di ujungnya dimasukkan ke dalam pembuluh darah besar di selangkangan atau lengan. Lalu kateter akan diarahkan ke bagian pembuluh darah yang menyempit.
Setelah itu, balon akan dikembangkan untuk membuka pembuluh darah tersebut. Selanjutnya dokter dapat memasukkan ring atau stent untuk mempertahankan agar pembuluh darah tetap terbuka dalam waktu yang lama.
Operasi bypass jantung atau coronary artery bypass graft (CABG)
Operasi bypass jantung dilakukan ketika terjadi banyak penyumbatan arteri koroner atau saat arteri koroner bentuknya tidak normal. CABG dilakukan dengan membuat pembuluh darah baru, yang diambil dari pembuluh darah lain di tungkai, sebagai jalur alternatif bagi aliran darah yang tersumbat.
Bila fungsi jantung tidak juga kembali normal dengan berbagai penanganan di atas, hingga mengakibatkan gagal jantung, dokter jantung dapat menganjurkan transplantasi jantung, yaitu mengganti jantung penderita yang sudah rusak dengan jantung donor.
Jantung donor yang masih sehat biasanya diambil dari pendonor, yaitu orang yang sudah meninggal, dengan persetujuan sebelumnya untuk mendonorkan organ, baik dari orang itu sendiri maupun keluarganya.
Pemulihan setelah Mengalami Serangan Jantung
Program rehabilitasi jantung akan dimulai sejak penderita berada di rumah sakit, hingga beberapa minggu atau beberapa bulan setelah penderita pulang ke rumah. Tujuan utama rehabilitasi ini adalah mengembalikan kebugaran fisik penderita agar bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi dan serangan jantung kembali.
Program rehabilitasi jantung ini terdiri dari beberapa jenis olahraga aerobik, seperti bersepeda, jogging, dan berenang. Untuk mengetahui program rehabilitasi jantung lainnya, penderita bisa menanyakan langsung ke dokter.
Ketika di rumah pun, penderita disarankan untuk melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki jarak dekat dan naik-turun tangga. Selanjutnya, penderita dapat meningkatkan aktivitas fisiknya secara perlahan-lahan.
Selain melakukan rehabilitasi, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan penderita ketika menjalani pemulihan dari serangan jantung:
Hubungan intim
Hubungan intim bisa dilakukan setelah penderita merasa sehat, biasanya 4-6 minggu setelah pengobatan. Hubungan intim tidak membuat seseorang berisiko mengalami serangan jantung berulang.
Meski tidak memicu serangan jantung, perlu diketahui bahwa pria berisiko mengalami impotensi setelah serangan jantung, akibat stres dan kecemasan, serta efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.
Gangguan mental
Setelah pulang dari rumah sakit, penderita dapat merasa cemas, takut, atau mengalami trauma akibat serangan jantung. Hal tersebut dapat memengaruhi kecepatan pemulihan. Oleh karena itu, penderita perlu berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan penanganan terhadap gangguan mental tersebut.
Kembali bekerja dan menyetir
Jenis pekerjaan dan kondisi kesehatan sangat berpengaruh untuk menentukan kapan penderita bisa kembali bekerja. Penderita mungkin diperbolehkan untuk kembali bekerja setelah 2 minggu, atau justru diajurkan untuk mengganti jenis pekerjaannya.
Diskusikan dengan dokter mengenai kapan waktu yang tepat untuk kembali bekerja. Tanyakan juga kepada dokter kapan Anda diperbolehkan untuk kembali menyetir. Biasanya, penderita sudah boleh kembali menyetir setelah 1-6 minggu.
*PENCEGAHAN SERANGAN JANTUNG*
Serangan jantung dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Cara yang bisa dilakukan antara lain:
1. Memperbanyak konsumsi lemak tak jenuh dan serat
Makanan yang baik untuk kesehatan jantung antara lain adalah makanan tinggi lemak tak jenuh, seperti ikan, alpukat, atau biji-bijian; dan makanan tinggi serat, seperti nasi merah, gandum utuh, atau sayuran.
2. Mengurangi konsumsi gula dan garam
Konsumsi garam per hari yang disarankan adalah maksimal satu sendok teh. Sedangkan konsumsi gula per hari, maksimal 6-9 sendok teh.
3. Menangani diabetes dan hipertensi
Dengan mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah, risiko penyakit jantung koroner yang menjadi penyebab utama serangan jantung juga berkurang.
4. Berhenti merokok
Merokok ikut andil dalam proses aterosklerosis di pembuluh darah.
5. Berolahraga secara teratur
Olahraga rutin dapat menjaga kesehatan jantung, serta menangani diabetes dan hipertensi.
6. Tidak menyalahgunakan NAPZA
Metamfetamin dan kokain dapat menyempitkan pembuluh darah jantung, sehingga timbul serangan jantung.
7. Mengelola stres
Pelajari teknik-teknik untuk mengontrol stres, seperti teknik relaksasi otot dan teknis pernapasan. Bila perlu, berkonsultasilah ke psikiater untuk mengatasi stres, karena stres merupakan salah satu faktor risiko serangan jantung.
*SOLUSI HERBAL*
GRAPE ESTRACT & VITALINE : membantu untuk mengikis plak penyumbatan pembuluh darah
JIANGZHITEA & CHITOSAN : menurunkan kekentalan darah
CALCIUM : Menjaga ritme detak jantung supaya teratur
info lebih lanjut hubungi = 0882003879810 (Aisyah Semarang)
30/08/2021
*DEMAM BERDARAH*
Demam berdarah dengue atau biasa disingkat DBD adalah penyakit menular akibat virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue.
Demam berdarah dulu sempat disebut penyakit “break-bone”. Hal ini lantaran gejalanya yang kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot yang membuat tulang terasa retak.
Demam berdarah taraf awal menyebabkan demam tinggi, ruam atau bintik merah, serta nyeri otot dan sendi. Sementara demam berdarah yang parah, juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever (demam dengue), dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah tiba-tiba (shock), dan kematian.
Jutaan kasus infeksi demam berdarah terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa pun tanpa mengenal status, jenis kelamin, dan usia.
Demam berdarah paling sering menyerang selama dan setelah musim hujan, di area-area tropis dan subtropis, seperti:
• Afrika
• Asia Tenggara dan Tiongkok
• India
• Timur Tengah
• Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan
• Australia, Pasifik Selatan dan Pasifik Tengah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus demam berdarah di seluruh dunia meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Diperkirakan ada sekitar 50-100 juta kasus setiap tahunnya, dan sekitar setengah dari populasi manusia di dunia berisiko terkena penyakit ini.
*GEJALA DEMAM BERDARAH*
Terdapat 3 jenis kondisi ini, yaitu demam dengue, demam berdarah dengue, dan dengue shock syndrome. Masing-masing biasanya memiliki gejala DBD yang berbeda.
Demam dengue
Gejala demam dengue klasik biasanya diawali dengan demam tinggi (>40 ºCelsius) selama 4-7 hari setelah digigit nyamuk dan disertai beberapa gejala berikut:
• Sakit kepala parah
• Nyeri pada bagian belakang mata
• Nyeri otot dan sendi parah
• Mual dan muntah
• Ruam
Ruam mungkin muncul di seluruh tubuh 3-4 hari setelah demam, kemudian berkurang setelah 1 hingga 2 hari. Anda mungkin mengalami ruam kedua beberapa hari kemudian.
Demam berdarah dengue (Dengue hemorrhagic fever)
Gejala dari DBD meliputi semua gejala dari demam dengue, ditambah:
• Muntah terus-menerus
• Sakit perut parah
• Sulit bernapas setelah demam awal mereda
• Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening
• Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit, menyebabkan memar berwarna keunguan
Selama 24-48 jam ke depan, kapiler darah di seluruh tubuh mulai bocor. Komponen darah yang bocor dapat mengalir dan membanjiri rongga perut (peritoneum) dan rongga paru-paru.
Perdarahan juga dapat berisiko menimbulkan kerusakan pada kelenjar getah bening dan pembesaran hati. Jenis penyakit dengue ini dapat menyebabkan kematian.
Dengue shock syndrome
Gejala dari dengue shock syndrome adalah yang paling parah. Gejala demam syok meliputi semua gejala dengue dan DBD, ditambah:
• Kebocoran di luar pembuluh darah
• Perdarahan parah
• Shock (tekanan darah sangat rendah)
Demam berdarah biasanya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang mengalami infeksi dengue kedua kalinya. Jenis penyakit ini sering kali berakibat fatal, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.
*FASE ATAU TAHAPAN PENYAKIT*
Setelah nyamuk menggigit, virus yang dibawanya kemudian akan masuk dan mengalir dalam darah Anda. Virus dengue akan lebih dulu berada pada tahap inkubasi sampai pada akhirnya memunculkan gejala dalam 3 tahapan. Fase demam berdarah sering juga disebut “Siklus Pelana Kuda”.
Berikut adalah hal yang harus Anda ketahui:
1. Fase demam
Setelah virus mulai menginfeksi, fase pertama akan muncul ditandai dengan demam tinggi yang tiba-tiba dan bisa lebih dari 40 ºCelsius.
Demam dapat berlangsung selama 2-7 hari. Selain demam, akan muncul gejala lain, seperti nyeri sendi, nyeri otot, dan sakit kepala.
Jika demam bertahan lebih dari seminggu, kemungkinan ini bukan disebabkan oleh demam berdarah.
2. Fase kritis
Setelah fase demam, pasien DBD biasanya akan mengalami fase kritis yang mengecoh. Disebut mengecoh karena pada tahap ini demam sudah turun drastis sehingga dianggap sembuh. Bahkan beberapa pasien ada yang sudah kembali beraktivitas normal.
Padahal, di tahap ini pasien harus tetap mengikuti perawatan dan pengobatan dari dokter. Jika tidak, trombosit darah akan semakin sedikit. Inilah yang terkadang s**a menyebabkan perdarahan yang tidak disadari.
Fase ini harus cepat mendapatkan perawatan. Pasalnya, jika dalam 1-2 hari tidak juga ditangani bisa berakibat fatal.
3. Fase penyembuhan
Setelah fase kritis sudah dilewati dengan penanganan tepat, umumnya pasien DBD akan mengalami demam kembali. Akan tetapi, tidak perlu khawatir.
Umumnya saat demam kembali naik, trombosit pun juga akan perlahan naik. Cairan tubuh yang tadinya turun selama dua fase pertama juga pelan-pelan mulai kembali normal.
Orang yang sakit demam berdarah bisa dikatakan mau sembuh jika jumlah trombosit dan sel darah putihnya kembali normal setelah dites.
Fase penyembuhan juga biasanya ditandai dengan nafsu makan yang meningkat, nyeri otot yang membaik, dan rutinitas buang air kecil kembali normal seperti sediakala.
*PENYEBAB DEMAM BERDARAH*
Penyebab demam berdarah dengue adalah virus dengue yang disebarkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Biasanya pergelangan kaki dan leher menjadi bagian tubuh yang umum digigit nyamuk.
Terdapat 4 virus dengue, yaitu virus DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Setelah nyamuk pembawa virus menggigit, virus akan masuk dan mengalir dalam darah manusia kemudian menginfeksi sel-sel kulit terdekat yang disebut keratinosit.
Virus dengue juga menginfeksi dan berkembang biak di dalam sel Langerhans, sel kekebalan khusus yang ada di lapisan kulit. Sel Langerhans normalnya bekerja membatasi penyebaran infeksi secara terus-menerus.
Namun, sel yang sudah terinfeksi virus itu selanjutnya pergi ke kelenjar getah bening dan menginfeksi lebih banyak sel sehat. Penyebaran virus dengue menghasilkan viremia, yang merupakan tingkat tinggi dari virus dalam aliran darah.
Untuk mengatasi hal ini, sistem imun akan menghasilkan antibodi khusus yang menetralkan partikel virus dengue, sementara sistem kekebalan cadangan diaktifkan untuk membantu antibodi dan sel darah putih melawan virus. Respons imun juga mencakup sel-T sitotoksik (limfosit), yang mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi.
Proses inilah yang kemudian memunculkan berbagai gejala demam berdarah seperti yang sudah dijelaskan atas.
Seekor nyamuk yang membawa virus dengue dapat terus menginfeksi orang lain selama ia masih hidup. Ada kemungkinan seluruh anggota keluarga bisa terinfeksi virus dengue dari nyamuk yang sama dalam waktu 2-3 hari.
Begitu Anda pulih, imunitas Anda akan terbentuk namun hanya untuk strain tertentu. Ada 4 jenis virus demam berdarah, yang berarti Anda mungkin saja bisa terinfeksi lagi tapi oleh jenis yang berbeda dari sebelumnya.
*RESIKO DEMAM BERDARAH*
Ada banyak faktor risiko untuk demam berdarah yaitu:
Tinggal atau bepergian ke daerah dengan iklim tropis
Berada di daerah tropis dan subtropis meningkatkan risiko kena demam berdarah. Daerah yang berisiko tinggi adalah Asia Tenggara, bagian barat Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia.
Punya riwayat terkena demam berdarah
Jika sebelumnya pernah sakit demam berdarah, Anda berpeluang tinggi mengalami gejala yang lebih serius jika terinfeksi lagi.
*KOMPLIKASI DEMAM BERDARAH*
Kondisi ini tidak bisa sembuh hanya dengan dibiarkan. Tanpa penanganan medis, demam berdarah bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan organ tubuh dan bahkan menimbulkan kematian.
Salah satu komplikasi demam berdarah utama yang sering terjadi adalah kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening.
Komplikasi lainnya termasuk perdarahan organ dalam yang ditandai dengan mimisan, gusi berdarah, badan mudah memar tanpa sebab, hingga BAB berdarah. Lambat laun perdarahan dalam dapat menyebabkan syok akibat tekanan darah yang menurun drastis dalam waktu singkat.
Jika sampai mengalami syok, artinya penyakit Anda sudah masuk kategori dengue shock syndrome (DSS). Ini adalah jenis demam dengue yang paling parah dan bisa menyebabkan gagal jantung dan ginjal, Bahkan kemungkinan juga berujung pada kematian.
Jika sudah parah, pasien demam berdarah dengue bisa mengalami kebocoran plasma. Kebocoran plasma dapat dilihat dari tingkat hematokrit atau kekentalan darah pada uji laboratorium di rumah sakit.
*PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH*
Anda dapat mengatasi demam berdarah dengue dengan perawatan di rumah. Anda memerlukan hidrasi serta penanganan rasa sakit yang baik. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda:
Gunakan penyejuk ruangan
Anda bisa menggunakan AC pada ruangan dan di sekitar tempat tidur. Penting untuk menjaga rumah dari nyamuk terutama pada malam hari.
Hindari daerah dengan kasus demam berdarah tinggi
Sementara waktu, hindari kunjungan ke daerah yang sedang wabah DBD. Atur waktu bepergian
Atur waktu kapan Anda harus berkegiatan di luar ruangan ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada dini hari, senja, atau malam hari. Pasalnya, waktu-waktu itu merupakan saat nyamuk keluar dari sarangnya.
Kenakan pakaian tertutup
Kenakan pakaian yang tertutup melindungi tubuh Anda. Misalnya, kenakan baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu saat keluar di malam hari.
Gunakan penangkal nyamuk yang mengandung permethrin dapat dipakaikan ke baju, sepatu, alat kemah Anda. Anda juga dapat membeli pakaian yang mengandung permethrin.
Kenakan lotion anti nyamuk
Saat memakai spray lotion anti nyamuk untuk mencegah demam berdarah ke tubuh Anda, gunakan penangkal yang mengandung paling sedikit 10% konsentrasi DEET nya. Pakai juga kelambu di sekitaran ranjang Anda untuk menghalau nyamuk saat tidur.
Basmi tempat tinggal nyamuk di sekitar rumah Anda
Umumnya, nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar perumahan, berkembang biak di genangan air, seperti ban mobil.
Tempat atau sampah yang bisa menampung air, terlebih saat musim hujan, bisa menjadi sarang nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.
Tutup semua tempat penyimpanan air bersih Anda dengan rapat. Jangan lupa juga untuk menguras atau mengganti bak mandi, kolam, tempat minum hewan di rumah secara rutin. Hal ini juga dapat menjadi cara mencegah DBD.
Semprot lingkungan Anda dengan gas fogging
Apabila ada 1 sampai 2 kasus demam berdarah alias demam berdarah di lingkungan rumah Anda, segera anjurkan ketua RT setempat untuk melakukan fogging. Menyemprot gas fogging dengan bahan zat pyrethroid sintetis dapat membunuh nyamuk dan serangga
*SOLUSI HERBAL :*
MUNCORD : membantu menaikkan daya tahan tubuh
SPIRULINA dan NUTRIENT CALCIUM POWDER : membantu meningkatkan trombosit secara signifikan .
ORDER
INFORMASI LEBIH LANJUT
KONSULTASI GRATIS
HUBUNGI VIA WA +6288233906485 ATAU +62895329596428
30/08/2021
*BAU MULUT (HALITOSIS)*
Bau mulut atau yang juga disebut halitosis adalah kondisi di mana seseorang memiliki aroma napas yang tidak sedap. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi, kebersihan mulut yang tidak terjaga, kondisi kesehatan tertentu, atau gaya hidup yang tidak baik, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.
Beberapa orang menggunakan permen karet dan produk pembersih mulut untuk menghilangkan bau mulut. Penggunaan produk tersebut umumnya hanya memberikan efek sementara. Cara yang direkomendasikan untuk menghilangkan bau mulut adalah dengan mengatasi penyebabnya.
*GEJALA BAU*
Gejala bau mulut biasanya disertai dengan munculnya tanda-tanda atau gejala yang terjadi pada mulut. Tanda atau gejala tersebut meliputi:
• Timbul rasa tidak nyaman atau asam di mulut.
• Mulut kering.
• Lidah berwarna putih.
*PENYEBAB BAU*
Bau mulut dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:
Makanan. Bawang merah, bawang putih, keju, ikan, makan-makanan bercitarasa pedas, jus jeruk, soda, dan kopi dapat menyebabkan bau mulut. Makanan tersebut akan masuk ke aliran darah dan terbawa ke ginjal hingga menyebabkan bau napas menjadi tidak sedap
Makanan yang tersisa. Makanan yang tersisa di mulut atau menyangkut di gigi dan kawat gigi dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan plak di mulut. Bakteri dan plak yang ada di mulut kemudian akan menyebabkan bau napas menjadi tidak sedap.
Gigi palsu. Penggunaan gigi palsu yang tidak tepat atau longgar dapat menyebabkan infeksi. Infeksi yang terjadi tersebut dapat menyebabkan napas berbau tidak sedap.
Merokok dan mengonsumsi alkohol. Merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meninggalkan zat di mulut. Zat tersebut akan mengendap dan menyebabkan mulut berbau tidak sedap.
Kebersihan mulut yang tidak terjaga. Jarang menyikat gigi dapat menyebabkan sisa makanan yang ada di mulut membusuk sehingga napas menjadi bau. Kebersihan mulut yang tidak terjaga juga dapat menyebabkan plak dan berpotensi memicu periodonitis.
Kondisi kesehatan. Masalah kesehatan yang tengah dialami pasien juga dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis. Kondisi tersebut meliputi:
• Sinusitis
• Pneumonia
• Sakit tenggorokan (faringitis)
• Flu
• Radang amandel
• Sariawan
• Bronkitis
• Diabetes
• Intoleransi laktosa
• Gangguan hati
• Gangguan ginjal
• GERD atau penyakit refluks asam lambung
Mulut kering. Air liur berfungsi sebagai pembersih mulut dan mengatasi sisa-sisa makanan yang tertinggal. Saat mulut kering, produksi air liur akan berkurang, sehingga bau mulut dapat muncul. Mulut akan mengering saat seseorang tertidur sehingga napas akan berbau tidak sedap pada pagi hari. Kondisi itu biasa disebut “napas pagi”. Napas pagi dapat memburuk jika pasien tertidur dengan mulut terbuka. Selain itu, bau mulut akibat mulut kering juga bisa terjadi ketika seseorang berpuasa.
Obat-obatan. Obat-obatan yang sedang dikonsumsi juga dapat menyebabkan bau mulut. Obat golongan antihistamin dan diuretik merupakan contoh obat yang memiliki efek samping mulut kering, yang mana merupakan salah satu penyebab utama bau mulut.
Kehamilan. Mual dan muntah yang umum muncul saat masa kehamilan merupakan salah satu penyebab bau mulut pada wanita hamil. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh perubahan hormon, dehidrasi, dan keinginan makan yang tinggi dan beragam saat hamil (ngidam).
*DIAGNOSIS BAU MULUT (HALITOSIS)*
Jika Anda kerap mengalami bau mulut, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi Anda melalui napas yang dihela, baik dari mulut atau pun hidung. Jika diperlukan, dokter dapat mengambil sampel air liur. Hal ini ditujukan untuk melihat adakah penyakit lain yang terdapat di mulut, seperti infeksi atau gangguan pada gusi.
*PENCEGAHAN BAU*
Obat bau mulut dapat berbeda-beda, tergantung penyebab yang ada. Berikut merupakan pencegahan sekaligus pengobatan yang umum dilakukan untuk mengatasi bau mulut:
• Perhatikan pola dan menu makan.
• Bersihkan mulut secara rutin. Jaga kebersihan mulut dengan rajin menggosok gigi. Lakukan juga pembersihan pada lidah untuk menghilangkan bakteri yang ada pada permukaannya.
• Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, terutama bagi yang memasang gigi palsu atau kawat gigi.
• Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol.
• Konsumsi permen atau permen karet rendah gula agar mencegah mulut menjadi kering.
• Perbanyak minum dan mengonsumsi makan-makanan yang membutuhkan banyak kunyahan seperti apel dan wortel.
• Gunakan produk pembersih mulut.
• Mengunyah daun mint atau peterseli.
*SOLUSI HERBAL*
TIENS HERBAL TOOTHPASTE : membantu sekali untuk mengurangi bau mulut
ZINC : membantu untuk mengendalikan asam lambung yang berlebihan
ORDER
INFORMASI LEBIH LANJUT
KONSULTASI GRATIS
HUBUNGI VIA WA +6288233906485 ATAU +62895329596428
28/08/2021
*COVID-19*
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia.
COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona.
Kasus pertama penyakit ini terjadi di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Setelah itu, COVID-19 menular antarmanusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.
Penyebarannya yang cepat membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.
*PENYEBAB COVID-19*
COVID-19 disebabkan oleh SARS-CoV-2, yaitu virus jenis baru dari coronavirus (kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan). Infeksi virus Corona bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu, atau infeksi sistem pernapasan dan paru-paru, seperti pneumonia.
COVID-19 awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Setelah itu, diketahui bahwa infeksi ini juga bisa menular dari manusia ke manusia. Penularannya bisa melalui cara-cara berikut:
• Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 bersin atau batuk
• Memegang mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena droplet penderita COVID-19
• Kontak jarak dekat (kurang dari 2 meter) dengan penderita COVID-19 tanpa mengenakan masker
CDC dan WHO menyatakan COVID-19 juga bisa menular melalui aerosol (partikel zat di udara). Meski demikian, cara penularan ini hanya terjadi dalam prosedur medis tertentu, seperti bronkoskopi, intubasi endotrakeal, hisap lendir, dan pemberian obat hirup melalui nebulizer.
*FAKTOR RISIKO COVID-19*
COVID-19 dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila menyerang orang lanjut usia, ibu hamil, perokok, penderita penyakit tertentu, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah, seperti penderita kanker.
Karena mudah menular, penyakit ini juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, tenaga medis dan orang yang melakukan kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).
Selain itu, pemerintah bersama perusahaan farmasi dan berbagai institusi kesehatan kini juga tengah mengembangkan dan meneliti vaksin COVID-19. Setelah melalui uji klinis dan dinyatakan efektif dan aman diberikan pada manusia, pembuatan vaksin COVID-19 akan diteruskan agar dapat diberikan kepada masyarakat.
*GEJALA COVID-19*
Gejala awal infeksi COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak atau berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut di atas muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus COVID-19.
Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi COVID-19, yaitu:
• Demam (suhu tubuh di atas 38°C)
• Batuk kering
• Sesak napas
Selain gejala di atas, ada beberapa gejala lain yang jarang terjadi, tetapi juga bisa muncul pada infeksi COVID-19, yaitu:
• Mudah lelah
• Nyeri otot
• Nyeri dada
• Sakit tenggorokan
• Sakit kepala
• Mual atau muntah
• Diare
• Pilek atau hidung tersumbat
• Menggigil
• Bersin-bersin
• Hilangnya kemampuan mengecap rasa
• Hilangnya kemampuan mencium bau (anosmia)
Gejala COVID-19 bisa muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah seseorang terinfeksi virus penyebabnya. Sebagian pasien COVID-19 pun ada yang mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia. Selain itu, beberapa laporan kasus juga menyebutkan bahwa sebagian pasien COVID-19 dapat mengalami ruam kulit.
Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR.
Pada beberapa penderita, COVID-19 dapat tidak menimbulkan gejala sama sekali. Orang yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 melalui pemeriksaan RT-PCR namun tidak mengalami gejala disebut sebagai kasus konfirmasi asimptomatik. Penderita ini tetap bisa menularkan COVID-19 ke orang lain.
Pada bulan juli 2020, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengganti istilah operasional lama pada COVID-19, seperti ODP, PDP, OTG menjadi istilah baru, yakni suspek, probable, dan konfirmasi.
Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi COVID-19 seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.
Bila Anda mencurigai diri Anda terpapar COVID-19 tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit. Cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain.
*DIAGNOSIS COVID-19*
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi COVID-19, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanan pasien, dan apakah sebelumnya pasien ada kontak dekat dengan orang yang diduga terinfeksi COVID-19.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut:
• Rapid test, untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
• Tes PCR (polymerase chain reaction) atau swab test, untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
• CT scan atau Rontgen dada, untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
• Tes darah lengkap, untuk memeriksa kadar sel darah putih dan C-reactive protein
Perlu diketahui, rapid test pada COVID-19 hanya digunakan sebagai tes skrining atau pemeriksaan awal, bukan untuk memastikan diagnosis COVID-19. Hasil rapid test positif belum tentu menandakan Anda terkena COVID-19. Anda bisa saja mendapatkan hasil positif bila pernah terinfeksi virus lain atau coronavirus jenis lain.
Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif juga belum tentu menandakan bahwa Anda terbebas dari COVID-19. Oleh sebab itu, apa pun hasil rapid test Anda, konsultasikan dengan dokter agar dapat diberikan pengarahan lebih lanjut, termasuk perlu tidaknya mengonfirmasi hasil tes tersebut dengan tes PCR.
*PENGOBATAN COVID-19*
Sampai saat ini, belum ada obat untuk mengatasi penyakit COVID-19. Jika Anda di diagnosis COVID-19 tetapi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan, Anda bisa melakukan perawatan mandiri di rumah, yaitu:
• Lakukan isolasi mandiri selama 2 minggu dengan tidak keluar rumah dan menjaga jarak dengan orang dalam satu rumah.
• Ukur suhu tubuh 2 kali sehari, pagi dan malam hari.
• Cuci tangan dengan sabun, air mengalir, atau hand sanitizer.
• Banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh.
• Istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhan.
• Konsumsi obat pereda batuk, demam, dan nyeri, setelah berkonsultasi dengan dokter.
• Perhatikan gejala yang Anda alami dan segera hubungi dokter jika gejala memburuk.
Penelitian menunjukkan bahwa pasien COVID-19 dengan gejala ringan dapat sembuh dalam 2 minggu. Namun, sebelum Anda mengakhiri isolasi mandiri dan kembali beraktivitas, tetap lakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda sudah memenuhi kriteria sembuh dari COVID-19.
Jika Anda didiagnosis COVID-19 dan mengalami gejala berat, dokter akan merujuk Anda untuk menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit rujukan. Metode yang dapat dilakukan dokter antara lain:
• Memberikan obat untuk mengurangi keluhan dan gejala
• Memasang ventilator atau alat bantu napas
• Memberikan infus cairan agar tetap terhidrasi
• Memberikan obat pengencer darah dan pencegah penggumpalan darah
Penelitian untuk mencari metode pengobatan yang efektif dalam mengatasi penyakit COVID-19 masih terus dilakukan. Beberapa jenis obat yang diteliti untuk mengatasi COVID-19 adalah remdesivir, lopinavir-ritonavir, dan favipiravir.
Di antara obat-obatan tersebut, remdesivir dinilai paling efektif dalam mengatasi COVID-19 pada beberapa pasien. Meski demikian, penelitian tentang efektivitas remdesivir masih terus berlanjut.
*KOMPLIKASI COVID-19*
Pada kasus yang parah, infeksi COVID-19 bisa menyebabkan komplikasi serius berupa:
• Gagal napas akut
• Pneumonia
• Gagal jantung akut
• Gagal hati akut
• Infeksi sekunder pada organ lain
• Gagal ginjal
• Gangguan pembekuan darah
• Rhabdomyolysis
• ARDS (acute respiratory distress syndrome)
• Syok septik
• Kematian
Selain itu, saat ini muncul istilah long haul COVID-19. Istilah ini merujuk kepada seseorang yang sudah dinyatakan sembuh melalui hasil pemeriksaan PCR yang sudah negatif, namun tetap merasakan keluhan seperti lemas, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, atau demam yang hilang timbul.
*PENCEGAHAN COVID-19*
Saat ini, Indonesia sedang melakukan vaksinasi COVID-19 secara berkala ke masyarakat Indonesia. Meskipun vaksinasi sudah mulai di jalankan, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
• Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 2 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
• Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
• Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
• Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
• Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
• Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi COVID-19, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
• Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
• Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 (termasuk kategori suspek dan probable) yang sebelumnya disebut sebagai ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak menularkan virus Corona ke orang lain, yaitu:
• Lakukan isolasi mandiri dengan tinggal di ruangan yang terpisah dengan orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
• Konsumsi obat-obatan yang disarankan oleh dokter.
• Lakukan pengukuran suhu 2 kali sehari, pagi dan malam hari.
• Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
• Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
• Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
• Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
• Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
• Pakai masker dan sarung tangan bila terpaksa harus berada di tempat umum, seperti rumah sakit atau sedang bersama orang lain.
• Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
*SOLUSI HERBAL*
MUNCORD & ZINC : telah dilakukan beberapa penelitian ttg keampuhannya untuk meningkatkan sistem imun
RENUVES : kandungan vitamin C yang tinggi, membantu sekali membuang dahak di saluran pernafasan dan paru-paru
ORDER
INFORMASI LEBIH LANJUT
KONSULTASI GRATIS
HUBUNGI VIA WA +62895329596428
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Gajah Timur Dalam RT 05/RW 09 No. 14 Gayamsari Semarang
Semarang