Toko Ibu Dewi

Toko Ibu Dewi

Share

Menjual produk-produk jamu tradisional

11/05/2022

Leukosit tinggi pada ibu hamil kerap terjadi sejak trimester pertama kehamilan dan terus meningkat hingga trimester ketiga. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari stres hingga kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, Bumil perlu waspada terlebih bila leukosit tinggi disertai gejala tertentu.

Leukosit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, bertambahnya jumlah leukosit kerap dikaitkan dengan adanya infeksi. Akan tetapi, jumlah leukosit juga dapat meningkat meski tanpa infeksi.

Normalnya, jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 4.000–10.000 sel per mikroliter darah. Namun, nilai normal tersebut akan meningkat pada ibu hamil, yaitu 6.000–16.000 sel per mikroliter darah.

Leukosit dinyatakan tinggi selama hamil apabila jumlahnya melewati batas normal tersebut. Meski begitu, nilai dan satuan pengukuran leukosit dapat sedikit berbeda pada setiap laboratorium.

Penyebab Leukosit Tinggi pada Ibu Hamil
Alasan utama terjadinya leukosit tinggi pada ibu hamil adalah stres fisik atau beban biologis selama masa kehamilan. Stres fisik muncul sebagai respons terhadap perubahan yang terjadi di dalam tubuh ibu hamil, termasuk perubahan hormon, beban kerja jantung, sistem pencernaan, metabolisme, bahkan kepadatan tulang.

Stres fisik tersebut merangsang produksi leukosit, terutama sel darah putih jenis neutrofil. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil dan mempersiapkan tubuh menuju proses persalinan. Jumlah leukosit biasanya akan semakin tinggi saat mendekati dan selama masa persalinan.

Meski begitu, Bumil tidak perlu khawatir, karena hal ini tidak membahayakan janin. Leukosit tinggi selama hamil dapat dapat dikatakan berbahaya apabila kadarnya melebihi batas normal dan disertai tanda atau keluhan lain yang mengarah ke suatu penyakit.

Kondisi Leukosit Tinggi pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai
Meski peningkatan jumlah leukosit pada ibu hamil umumnya normal terjadi, tetapi ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan dokter, seperti:

1. Infeksi dan reaksi alergi
Saat ibu hamil mengalami infeksi, baik akibat virus maupun bakteri, jumlah leukosit dapat meningkat hingga melebihi batas normal. Hal ini terjadi sebagai respons pertahanan tubuh terhadap kuman. Begitu p**a saat ibu hamil mengalami alergi, jumlah leukosit dapat meningkat hingga di atas nilai normal.

2. Obat-obatan tertentu
Sebagian ibu hamil memerlukan pengobatan khusus untuk membantu pematangan organ tubuh janin, terutama ibu hamil yang berisiko melahirkan secara prematur.

Pada kondisi ini, ibu hamil akan diberikan obat-obatan golongan kortikosteroid, seperti dexamethasone, yang dapat p**a meningkatkan kadar leukosit. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berbahaya tetapi pemakaian obat ini harus di bawah pengawasan dokter.

3. Komplikasi kehamilan
Komplikasi kehamilan, seperti preeklamsia, juga dapat meningkatkan jumlah leukosit saat hamil. Hal ini terjadi karena kondisi tersebut dapat memicu proses peradangan dalam tubuh, yang kemudian merangsang produksi leukosit. Semakin parah kondisi preeklamsia, semakin tinggi jumlah leukosit dalam tubuh ibu hamil.

4. Gejala tumor atau kanker
Tumor dan kanker bisa menjadi penyebab leukosit tinggi pada ibu hamil. Kadar leukosit bahkan dapat meningkat hingga lebih dari 100.000 sel per mikroliter darah. Keadaan ini bisa menjadi tanda adanya leukemia atau kanker sumsum tulang pada ibu hamil.

Sumber : alodokter

10/05/2022

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya suhu panas ekstrem yang melanda Indonesia.

Diperkirakan, cuaca ekstrem ini akan bertahan selama beberapa waktu ke depan.

Oleh sebab itu, Sahabat NOVA wajib melindungi diri agar tidak terpapar sinar matahari berlebih.

Salah satunya adalah melindungi rambut agar tidak mudah rusak dan bau karena sinar UV matahari.

Lantas bagaimana cara menjaga rambut tetap wangi di tengah terik matahari? Melansir Stylo, berikut ini cara mencegah rambut bau apek:

1. Rajin keramas

Frekuensi keramas sangat berpengaruh terhadap kondisi rambut karena kotoran dan keringat yang menempel di rambut bisa menjadi penyebab utama rambut bau apek.

Solusinya tentunya adalah dengan lebih rajin keramas, tetapi ingat bahwa terlalu sering keramas juga bisa membuat kulit kepala kering.

Jangka waktu yang pas untuk keramas di negara tropis seperti Indonesia adalah setiap 2-3 hari agar keringat belum terlalu menumpuk.

2. Pakai penutup kepala

Sinar matahari dan polusi bisa menjadi penyebab rambut bau apek dan rambut berkeringat.

Solusinya adalah dengan mengenakan topi atau scarf untuk menutupi rambut saat harus bepergian dan terekspos sinar matahari serta debu polusi.

Bagi yang menggunakan hijab atau sering menggunakan helm juga wajib memperhatikan kebersihan hijab dan helm yang digunakan.

3. Jangan sering menggaruk kepala

Meski sulit menahan rasa gatal, menggaruk kulit kepala justru merangsang produksi minyak yang lebih banyak.

Akibatnya, rambut justru jadi semakin lepek, berminyak, dan semakin gampang bau.

Solusi apabila rambut sudah terasa gatal adalah keramas.

Selamat mencoba!

09/05/2022

Anak Tidak Mau Makan Nasi, Amankah?

Tidak sedikit anak yang sulit bahkan tidak mau makan nasi. Padahal, nasi mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatannya. Nah, kalau buah hati Bunda dan Ayah termasuk salah satunya, yuk cari tahu melalui artikel ini apakah tidak makan nasi berbahaya bagi kesehatan anak.

Nasi adalah makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Maka wajar jika banyak orang yang beranggapan bahwa belum benar-benar makan bila tidak makan nasi.

Nutrisi yang terkandung pada nasi juga terbilang cukup banyak. Di dalam 100 gram nasi putih, setidaknya terkandung 180 kalori, dengan sekitar 40 gram karbohidrat, 0,2 gram serat, 25 mg kalsium, 27 mg fosfor, 1 mg natrium, 0,1 mg tembaga, 0,6 mg seng, 0,05 mg vitamin B1 (tiamin), 0,1 mg vitamin B2 (riboflavin), dan 2,6 mg niasin.

Jadi, Amankah bila Anak Tidak Mau Makan Nasi?
Jika Si Kecil tidak mau atau sedang bosan dengan nasi, tidak masalah ya, Bun. Hal ini aman kok, asalkan Bunda tetap memberikan ia makanan lain yang bisa menggantikan nasi sebagai sumber karbohidratnya. Memaksa anak untuk makan nasi justru bisa membuatnya trauma dan tidak mau makan sama sekali, lho.

Nah, berikut ini adalah makanan pengganti nasi yang bisa Bunda pilih untuk menjadi sumber karbohidrat anak:

Kentang
Ubi
Jagung
Singkong
Sama halnya dengan nasi, makanan-makanan di atas juga dilengkapi dengan beragam nutrisi yang penting bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Contohnya kentang. Selain karbohidrat, kentang juga mengandung protein, vitamin B1, B6, vitamin C, seng, tembaga, kalium, besi, natrium, kalsium, dan fosfor. Kalsium dan fosfor itu sendiri berperan penting untuk membangun tulang dan gigi yang kuat.

Begitu pun ubi. Ubi turut diperkaya dengan vitamin B1, natrium, tembaga, kalium, seng, fosfor, kalsium, dan zat besi. Di dalam tubuh anak, zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi dapat membuat anak menjadi lemas, sesak napas, terlihat pucat, bahkan lebih rentan terkena penyakit.

Jadi, ketika Si Kecil tidak mau makan nasi, Bunda tidak perlu terlalu panik, ya. Selama ia tetap mau mengonsumsi makanan pengganti nasi dan makanan sehat lain yang Bunda berikan, tidak makan nasi bukanlah hal yang harus dipusingkan.

Kendati demikian, tidak ada salahnya bila Bunda tetap sabar dan terus membujuknya secara perlahan untuk mau makan nasi. Bunda bisa mengolah nasi putih biasa menjadi nasi uduk atau nasi kuning dengan bentuk yang lucu dan unik, agar Si kecil lebih tertarik untuk memakannya.

Jika Si Kecil tetap tidak mau makan nasi atau makanan pengganti nasi lainnya, terlebih jika hal ini sudah membuat berat badannya berkurang, sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

sumber : alodokter.com

09/05/2022

Jangan Dilewatkan, Ini 8 Manfaat Timun untuk Kesehatan Anak

Bun, mulai sekarang, coba deh biasakan Si Kecil makan timun. Pasalnya, timun tidak hanya rendah kalori, tapi juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatannya, lho. Untuk tahu manfaat apa saja yang bisa didapat Si Kecil dari mengonsumsi timun, simak informasi lengkapnya di artikel ini yuk, Bun!

Timun atau mentimun seringkali dianggap sebagai sayur. Padahal, timun termasuk ke dalam jenis buah-buahan, lho. Sama seperti buah lainnya, timun pun memiliki segudang nutrisi penting untuk kesehatan anak, antara lain karbohidrat, protein, serat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, folat, kolin, serta vitamin A, C, dan K.

Sederet Manfaat Timun untuk Kesehatan Anak
Dilihat dari kandungan gizinya, mengonsumsi timun bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan anak, di antaranya:

1. Mencegah dehidrasi
Hampir 95% buah timun terdiri dari air. Nah, kandungan air pada buah ini dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan harian anak, sehingga ia pun akan terhindar dari dehidrasi.

2. Menurunkan risiko sembelit
Kandungan air dan serat pada timun bermanfaat untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di usus dan membantu agar usus bisa bekerja dengan optimal. Dengan kondisi usus yang terjaga, anak pun dapat terhindar dari risiko sulit BAB.

3. Mendukung kesehatan tulang
Tidak hanya kaya dengan air, timun juga mengandung cukup banyak kalsium lho, Bun. Kalsium merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk mendukung kesehatan tulang anak.

Beberapa mineral lain, seperti magnesium, zinc, dan mangan, juga ditemukan pada timun. Sama halnya dengan kalsium, mineral-mineral tersebut pun berperan dalam menjaga kesehatan tulang.

4. Mencegah kenaikan berat badan berlebih
Bertambahnya berat badan anak memang hal yang baik. Namun, kalau bobot tubuhnya bertambah terlalu banyak, ini justru bisa meningkatkan risikonya mengalami obesitas.

Agar berat badan Si Kecil bisa terkontrol dengan baik, Bunda bisa nih memberikan timun sebagai camilan sehatnya. Pasalnya, buah ini mengandung gizi yang melimpah, tetapi tetap rendah kalori.

5. Menangkal radikal bebas
Bunda mungkin sudah tahu bahwa paparan radikal bebas yang berasal dari asap rokok atau asap kendaraan bisa merusak sel-sel di dalam tubuh Si Kecil bahkan meningkatkan risikonya mengalami penyakit kronis, termasuk kanker.

Nah, untuk melindungi anak dari bahaya paparan radikal bebas tersebut, ada baiknya Bunda memberikan ia buah-buahan tinggi antioksidan, seperti stroberi, blueberry, dan termasuk timun.

6. Menjaga kesehatan jantung
Buah timun rendah sodium, tetapi mengandung serat, antioksidan, dan tinggi akan kandungan kalium. Nutrisi-nutrisi tersebut baik untuk mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah, serta menjaga kesehatan jantung anak.

7. Menjaga kesehatan mata
Selain tinggi akan kandungan antioksidan dan kalium, buah mentimun juga mengandung cukup banyak beta karoten. Di dalam tubuh Si kecil, beta karoten berperan penting untuk menjaga kesehatan indra penglihatannya, termasuk mencegah terjadinya rabun senja dan katarak.

8. Meningkatkan kemampuan mengingat
Mentimun dipercaya cukup baik untuk kesehatan otak anak. Sebab, buah timun kaya kandungan flavonoid yang disebut dengan fisetin. Berdasarkan penelitian, flavonoid mampu melindungi sel saraf otak dan dapat meningkatkan kemampuan mengingat Si Kecil.

Nah, melihat banyaknya manfaat timun untuk kesehatan anak, mulai sekarang Bunda tidak perlu ragu lagi untuk memberikan buah ini kepada Si Kecil, ya. Mentimun bisa dikonsumsi langsung, dicampurkan dengan air putih sebagai infused water, atau diolah menjadi menu masakan, seperti sayur timun bening.

Kendati bermanfaat, ingat ya, Bun, tetap berikan Si Kecil makanan sehat lainnya, seperti telur, ikan, daging, sayur, serta buah jenis lainnya, agar nutrisinya terpenuhi dengan baik.

Bila Bunda masih ragu untuk memberikan timun kepada Si Kecil atau bingung dengan pilihan makanan baik untuk kesehatannya, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Sumber : alodokter.com

09/05/2022

Daftar Makanan yang Dapat Membantu Pemulihan Pascaoperasi

Selain melakukan perawatan pada luka, pasien yang menjalani operasi juga harus memperhatikan jenis-jenis makanan yang dikonsumsi. Pasalnya, makanan yang dimakan turut andil dalam mempercepat proses pemulihan pascaoperasi. Ketahui apa saja jenis makanan tersebut.

Setelah menjalani operasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari kontrol lanjutan pascaoperasi, perawatan luka bekas operasi, keharusan untuk mulai aktif bergerak, hingga pola makan.

Ada makanan yang perlu dihindari atau dibatasi asupannya, seperti minuman berkarbonasi dan makanan tinggi lemak. Sebaliknya, ada p**a makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi, karena bisa membantu proses pemulihan pascaoperasi.

Hal-hal tersebut akan memengaruhi lama pemulihan setelah operasi. Bila tidak ada komplikasi dan infeksi pascaoperasi, umumnya, luka bekas operasi bisa pulih setelah 6 minggu hingga 2 bulan.

Cara Mempercepat Pemulihan Pascaoperasi
Agar proses pemulihan setelah operasi bisa lebih cepat dan luka bekas sayatan terhindar dari infeksi, pasien dapat melakukan beberapa upaya berikut ini:

Lakukan kontrol ke dokter sesuai jadwal yang telah ditentukan
Periksa bekas luka secara rutin. Pastikan tidak ada tanda-tanda infeksi.

Jaga luka operasi agar tidak terkena air dalam 24 jam pertama setelah operasi.

Ganti perban penutup luka operasi secara berkala. Pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membuka perban.
Konsumsi makanan bernutrisi.

Lakukan aktivitas ringan, seperti berjalan-jalan di sekitar rumah.
Hindari berenang selama beberapa minggu setelah operasi.
Hindari mengangkat benda yang terlalu berat selama beberapa minggu setelah operasi.

Hindari mengonsumsi obat selain obat yang diresepkan oleh dokter.

Hindari mengemudi selama 2 minggu sampai 2 bulan, atau sesuai anjuran dokter.

Jangan memaksakan diri untuk kembali bekerja jika luka bekas operasi belum benar-benar sembuh.

Pilihan Makanan yang Membantu Pemulihan Pascaoperasi
Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang setelah menjalani operasi dapat mempercepat penyembuhan luka serta mencegah infeksi dan komplikasi. Dengan begitu, Anda bisa segera kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Berikut ini adalah pilihan makanan yang dapat Anda konsumsi untuk membantu mempercepat pemulihan pascaoperasi:

1. Telur
Setelah operasi, tubuh memerlukan protein untuk mempercepat penyembuhan pascaoperasi. Salah satu sumber protein yang baik untuk dikonsumsi adalah telur. Selain protein, telur juga mengandung vitamin A, vitamin B12, zinc, zat besi, dan selenium.

Nutrisi yang terkandung di dalam telur tersebut mampu memperkuat imunitas tubuh, membuat luka bekas operasi cepat sembuh, dan mempercepat pemulihan tubuh secara umum.

2. Salmon
Salmon kaya akan asam lemak omega-3 dan protein. Makanan laut yang diketahui rendah merkuri ini juga mengandung vitamin B, selenium, zat besi, dan zinc.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa nutrisi yang terkandung dalam salmon dapat membantu mengatasi peradangan, meningkatkan imunitas tubuh, dan menyembuhkan luka bekas operasi lebih cepat. Berkat manfaatnya ini, salmon cocok dijadikan menu makanan pascaoperasi.

3. Sayuran hijau
Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kangkung, dan sawi, mengandung vitamin C, mangan, magnesium, serta asam folat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh pascaoperasi.

Walaupun mengonsumsi terlalu banyak sayuran memang kadang dapat membuat perut kembung, Anda tidak perlu khawatir, sebab efek samping ini biasanya hanya terjadi dalam 1–2 hari saja.

4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung protein, vitamin E, mangan, magnesium, dan nutrisi lainnya yang dapat menghasilkan energi serta meningkatkan fungsi sel kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Pilihan kacang-kacangan dan biji-bijian yang dapat Anda konsumsi untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi adalah almond, kenari, biji bunga matahari, dan biji rami. Anda juga bisa memilih biji-bijian utuh sebagai sumber karbohidrat, seperti gandum.

5. Sup Krim
Selain jenis makanan di atas, sup krim bisa menjadi pilihan cara pengolahan makanan yang tepat untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi. Sup krim mudah dicerna oleh tubuh serta dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari dehidrasi dan sembelit yang dapat mengganggu proses pemulihan.

Jika tidak memiliki banyak waktu untuk membuat sup sendiri, Anda juga bisa mencoba sup krim instan yang banyak dijual di pasaran, misalnya sup krim yang dibuat dari kepiting asli atau dilengkapi jagung.

Kepiting mengandung asam lemak omega-3, vitamin B12, dan selenium yang diketahui mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, jagung juga mengandung karbohidrat, serat, protein, dan nutrisi penting lainnya yang dapat mempercepat pemulihan pascaoperasi.

Dalam pengolahannya, sup krim juga bisa ditambahkan garam beryodium. Mengonsumsi yodium dalam jumlah cukup diketahui bisa membantu produksi hormon tiroid, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur proses metabolisme, memperbaiki jaringan tubuh, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Itulah berbagai jenis makanan yang dapat Anda konsumsi untuk membantu pemulihan setelah operasi. Selain memerhatikan jenis makanan, jangan lupa juga untuk melakukan kontrol sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter dan melakukan perawatan luka pascaoperasi dengan cara yang benar, ya.

Jika setelah operasi Anda mengalami keluhan tertentu atau gejala infeksi luka bekas operasi, seperti luka terlihat kemerahan, sakit, dan terasa panas saat disentuh, bernanah, berbau tidak sedap, atau muncul demam, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Sumber : alodokter.com

09/05/2022

Siapa nih yang sering gini 😄

09/05/2022

Cinta itu terlalu sederhana. Terkadang kata-kata menjadi terlalu rumit untuk mengungkapkannya.

09/05/2022

Wasir (Hemoroid)

Pengertian Wasir (Hemoroid)

Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran pada pembuluh darah di bagian akhir usus besar (rektum) dan a**s. Wasir dapat terjadi di segala usia, tetapi lebih sering dialami oleh orang usia 50 tahun atau lebih.

Wasir atau yang juga dikenal dengan ambeien umumnya tidak mengganggu dan tidak menimbulkan keluhan. Namun, wasir juga bisa menimbulkan keluhan berupa rasa tidak nyaman, gatal, serta perdarahan dari a**s.

Klasifikasi Wasir
Ada dua jenis wasir, yaitu wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid). Pada wasir internal, pembuluh darah yang membengkak tidak terlihat dari luar. Sedangkan pada wasir eksternal, pembengkakan pembuluh darah tampak dari luar dan terasa lebih nyeri.

Berdasarkan ukuran dan tingkat keparahannya, wasir internal dapat dikelompokkan menjadi:

Derajat satu: pembengkakan kecil muncul di dalam dinding a**s dan tidak terlihat di luar a**s

Derajat dua: pembengkakan lebih besar yang keluar dari a**s saat buang air besar (BAB) dan masuk kembali dengan sendirinya seusai BAB

Derajat tiga: terdapat satu atau beberapa benjolan kecil yang menggantung di a**s, tetapi bisa didorong untuk masuk kembali

Derajat empat – terdapat benjolan besar yang menggantung dari a**s dan tidak bisa didorong kembali

Gejala dan Penyebab Wasir

Wasir kerap ditandai dengan benjolan di luar a**s. Gejala lain yang sering menyertai wasir adalah:

- Rasa gatal atau sakit di sekitar a**s
- Benjolan keras di sekitar a**s yang terasa perih
- Perdarahan dari a**s setelah buang air besar
- Keluarnya lendir setelah BAB

Wasir dapat dipicu oleh kebiasaan mengejan terlalu keras saat buang air besar atau duduk terlalu lama, sembelit atau diare yang berkepanjangan, sering mengangkat beban yang terlalu berat, kehamilan atau baru melahirkan, dan obesitas.

Pengobatan dan Pencegahan Wasir

Wasir harus segera ditangani agar tidak membengkak, pecah, atau terpelintir. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara:

- Mengonsumsi obat pelancar BAB
- Menerapkan pola makan yang sehat dan menambah asupan serat
- Menggunakan salep wasir
- Menjalani operasi pengangkatan wasir

Untuk menghindari terjadinya wasir, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan kaya serat, banyak minum air putih, dan rutin berolahraga. Selain itu, hindari kebiasaan yang dapat memicu wasir, seperti duduk terlalu lama, menunda BAB, atau mengejan berlebihan.

Sumber : alodokter.com

8 Kebiasaan Penyebab Saraf Kejepit, Sering Dilakukan Sehari-hari 08/05/2022

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220113103644-255-746036/8-kebiasaan-penyebab-saraf-kejepit-sering-dilakukan-sehari-hari

8 Kebiasaan Penyebab Saraf Kejepit, Sering Dilakukan Sehari-hari Terdapat sejumlah kebiasaan penyebab saraf kejepit yang sering kali dilakukan setiap hari. Berikut kebiasaan penyebab saraf kejepit.

Saraf Kejepit : Penyebab dan Penanganannya - Universitas Indonesia 08/05/2022

https://www.ui.ac.id/saraf-kejepit-penyebab-dan-penanganannya/

Saraf Kejepit : Penyebab dan Penanganannya - Universitas Indonesia Penulis: Alfin Heriagus Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) edukasi masyarakat melalui kanal instagram .UI secara live dengan...

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Semarang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Genuksari, Genuk
Semarang
50115