ALUR Cerita"

ALUR Cerita"

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from ALUR Cerita", Desa rangkah kidul, Sidoarjo.

LIKE AND COMENT dan Share
✅ berbagi bintang
✅ cidukan berbintang
✅ content random
ikuti di reels
jangan lupa like and share
https://www.youtube.com/@ALURCERITA-i6q

26/04/2026

Pantesan negara ini susah maju, para penemu malah masuk penjara atau dipersulit ijinnya ⁉️

KUBUR*N INOVASI: KALA PERINTIS MOBIL LISTRIK JADI TERSANGKA ⚖️🚗

Di tengah tren mobil listrik (EV) yang makin masif sekarang, ada satu nama yang mungkin terlupakan: Dasep Ahmadi.

Tahun 2012, ia adalah pahlawan yang diharapkan membawa Indonesia mandiri secara teknologi lewat mobil "Ahmadi".

Tapi siapa sangka, proyek riset senilai Rp32 miliar dari BUMN itu justru membawanya ke penjara selama 7 tahun.

Alasannya? Mobilnya dianggap gagal memenuhi standar untuk forum APEC 2013. Di dunia riset, gagal itu biasa.

Tapi di hadapan UU Tipikor, kegagalan teknis yang pakai duit negara bisa langsung dicap "merugikan keuangan negara".

Tragedi ini meninggalkan luka dalam bagi dunia riset kita:

1. Kriminalisasi Inovasi: Peneliti jadi takut berinovasi pakai dana publik karena risiko penjara mengintai jika produknya gagal.

2. Ketergantungan Impor: Saat ini kita ngebut kejar target EV, tapi justru banyak bergantung pada teknologi luar.

Padahal, kalau riset Dasep didukung (bukan dihukum), mungkin sekarang kita sudah punya brand mobil listrik nasional sendiri.

Gimana menurut kalian? Apakah adil jika kegagalan sebuah produk riset langsung dianggap sebagai tindak pidana korupsi?

Haruskah hukum kita membedakan antara 'korupsi murni' (mark-up/suap) dengan 'kegagalan riset'?

26/04/2026

Sutomo (3 Oktober 1920 – 7 Oktober 1981), juga dikenal sebagai B**g Tomo, adalah seorang pemimpin revolusioner dan militer Indonesia yang terkenal karena perannya dalam Revolusi Nasional Indonesia melawan pemerintahan kolonial Belanda.

Dia memainkan peran sentral dalam Pertempuran Surabaya, yang terjadi antara pasukan Britania Raya dan Indonesia dari bulan Oktober hingga November 1945.

Ia dikenal karena berperan mengorganisir rakyat untuk melawan pasukan sekutu dan berperan sebagai pembakar semangat perlawanan rakyat Surabaya melalui pidatonya yang mengobarkan semangat juang melalui radio pada 10 November 1945.

Dan untuk mengenang peristiwa pertempuran tersebut pada 16 Desember 1959, bahwa tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari nasional melalui Keppres No. 316 Tahun 1959.

21/04/2026

Viral di media sosial, kondisi SMPN 48 Satap Gaikiudi di Desa Bu Selatan, Kabupaten Sikka, NTT, memprihatinkan usai diterpa angin kencang. Sebagian atap terlepas dan kayu penyangga patah, membuat ruang kelas rusak berat. Meski begitu, proses belajar mengajar tetap berjalan. Para siswa terpaksa duduk di lantai tanah tanpa meja dan kursi, sementara puing kayu masih berserakan di sekitar kelas. Ironisnya, sekolah ini baru diresmikan pada Mei 2024. Bangunan yang masih menggunakan bambu dan lantai tanah diduga membuat konstruksi mudah rusak. Kondisi ini pun menuai sorotan dan keprihatinan warganet.


https://s.shopee.co.id/an_redir?origin_link=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2Fproduct%2F1083529375%2F25824659315%3Fgads_t_sig%3DgqRjZGVrxHCFomtpsTE0MjUxOnRzc19zZGtfa2V5omt20QABpGFsZ2_SAAAAZKNkZWvAomN0xEAAAAAMRvS3L9OTXdZ5FJNxILig8p7lQ7pNpXYtdZAbsM8MQrkGmzJ0eOQRwaQfuYgAF9FAqYvxRTQ9oVrOjPOJqmNpcGhlcnRleHTEdQAAAAwtSkCgJ7rmtNGzx_4MU-vhMNjRj7TU015Kiqw1IJcp9CPL-2LO6gkzluQ0DWSi84MJRBrfvnElR4MtDIkxmKJlVv7pVLv2H5GriUK2tpZ1s4csg5ayX3O8uGnslqYfLZvhOl4WYHTQmZa6iXutMYXN4A&sm=fb_partner&affiliate_id=11324631378

21/04/2026

Angin segar datang bagi para pemain top eropa keturunan Indonesia yang masih galau untuk menjadi WNI.

Kementrian hukum dan HAM kabarnya berpeluang merampungkan revisi UU kewarganegaraan maksimal tahun ini.

Kabarnya hal ini juga akan memungkinkan para atlet diaspora bisa menyandang paspor Indonesia tanpa melepas paspor asal mereka.

Kalian setuju jiki Indonesia menganut sistem paspor ganda Sob?

20/04/2026

PARA ILMUWAN TEMUKAN RAHASIA MENGAPA IKAN SAPU-SAPU TIDAK MERAJALELA DI HABITAT ASLINYA DAN JAWABANNYA MEMBUAT KITA BERPIKIR ULANG

Siapa yang tidak kenal ikan sapu-sapu? Di sungai-sungai Indonesia, ikan bercangkang keras dari famili Loricariidae ini sudah seperti tamu yang tidak pernah mau pergi. Mereka ada di mana-mana, berkembang biak dengan cepat, dan hampir tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Tapi di Amerika Selatan — kampung halaman mereka sendiri — ceritanya sangat berbeda. Di sana, populasi ikan ini tumbuh normal dan terkendali. Apa rahasianya?

Jawabannya: berang-berang.

Di sungai-sungai Amerika Tengah dan Selatan, hidup seekor mamalia semi-akuatik bernama Lontra longicaudis, atau berang-berang sungai neotropikal. Hewan berukuran 36 hingga 66 sentimeter dengan bobot hingga 15 kilogram ini adalah predator puncak di ekosistem air tawar — gesit, lapar, dan sangat efektif. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE menemukan bahwa di beberapa sungai Guatemala, ikan sapu-sapu dari genus Pterygoplichthys menjadi mangsa utama berang-berang Lontra longicaudis, bahkan mencapai hampir separuh dari total diet mereka di wilayah tertentu, tujuh tahun setelah ikan invasif itu pertama kali dilaporkan.

Ini bukan kebetulan. Berang-berang memang predator spesialis untuk ikan-ikan yang bergerak lambat di dasar perairan — persis karakteristik ikan sapu-sapu. Lontra longicaudis dikenal sebagai predator oportunistik yang mengkhususkan diri pada mangsa akuatik yang bergerak pelan dan memiliki kemampuan terbatas untuk melarikan diri. Meski ikan sapu-sapu terlindungi oleh lapisan sisik keras seperti zirah dan duri tajam di sirip, berang-berang mampu mengatasinya — biasanya dengan menyerang bagian bawah tubuh ikan yang lebih lunak, atau menggigit berulang hingga mangsa melemah.

Yang membuat hubungan ini semakin menarik adalah fakta bahwa berang-berang tidak punya hubungan evolusioner khusus dengan ikan sapu-sapu. Mereka memangsa ikan ini bukan karena sudah terlatih sejak lama, tapi karena begitulah cara ekosistem yang sehat bekerja: ketika satu spesies mulai mendominasi, predator alami yang ada akan mengimbanginya.

Lalu mengapa di Indonesia ikan ini bisa begitu bebas?

Jawaban sederhananya: tidak ada yang menghentikan mereka. Ikan sapu-sapu sejatinya berasal dari Amerika Selatan bagian timur laut — Brasil, Guyana, dan Trinidad dan Tobago. Ketika mereka dilepaskan ke perairan Indonesia — paling sering oleh pemilik akuarium yang tidak lagi menginginkan peliharaannya — mereka tiba di lingkungan baru tanpa predator alami yang mengenal mereka. Berang-berang sungai neotropikal tidak hidup di Asia Tenggara. Predator lokal Indonesia tidak terbiasa berburu ikan bercangkang keras semacam ini. Hasilnya bisa kita lihat hari ini di Kali Ciliwung, Sungai Brantas, dan banyak sungai lainnya.

Dengan strategi reproduksi yang sangat efektif — jantan menggali sarang di tebing sungai dan bisa menghasilkan lebih dari 300 telur dalam sekali bertelur — serta kemampuan bertahan di berbagai kondisi lingkungan, ikan-ikan dari famili Loricariidae ini hampir tidak terbendung begitu masuk ke ekosistem baru. Mereka menggali lumpur, merusak habitat dasar sungai, bersaing dengan ikan lokal untuk mendapatkan makanan, bahkan memangsa telur spesies ikan asli.

Temuan ilmiah ini memberikan pelajaran penting: masalah ikan sapu-sapu bukan semata soal ikan itu sendiri, melainkan soal ekosistem yang tidak lengkap. Membuang ikan invasif secara massal mungkin membantu jangka pendek, tapi tidak menyentuh akar masalahnya. Predasi adalah salah satu penghalang utama yang bisa dihadapi spesies eksotis di wilayah baru, dan keberadaan predator alami terbukti berperan membantu mengendalikan dampak negatif spesies invasif terhadap lingkungan.

Sayangnya, menghadirkan berang-berang ke Indonesia bukan solusi yang sederhana — bahkan bukan solusi yang tepat, karena introduksi predator asing ke ekosistem baru justru bisa memunculkan masalah invasif yang baru. Pendekatan yang lebih realistis adalah memastikan predator-predator lokal yang ada — seperti ikan gabus, buaya, dan burung pemangsa ikan — tetap terjaga populasinya, serta menghentikan kebiasaan melepaskan hewan peliharaan ke alam bebas yang menjadi akar dari semua masalah ini.

Karena pada akhirnya, alam selalu punya keseimbangannya sendiri. Masalah muncul ketika manusia merusaknya — dan perbaikannya tidak pernah semudah yang dibayangkan.

20/04/2026

——
Cuma suara bapaknya kok yg serem hatinya mah baik 😇🤍

20/04/2026

——
Viking in the world 😎

15/04/2026

——
Viral sebuah video yang menampilkan lelahnya seorang ibu membayarkan utang anaknya yang hobi bermain j*di *nline.

Dengan berlinang air mata, ibu tersebut memperlihatkan gulungan uang yang telah ditabungnya dengan susah payah.

“Duit yang cuman segini malah buat main sl*t,” ujarnya.

“Aku bukannya gak ikhlas karena duit ini buat bayar utang, tapi aku sedih, ngerti gak? Aku ngumpulin seribu, dua ribu. Aku dagang buat kamu,” tambahnya.

Video tersebut menuai sorotan netizen yang berempati serta mengecam j*di *nline.

15/04/2026

——
Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) harus berhadapan dengan majikannya setelah ketahuan mengambil bahan makanan dari dapur rumah majikan.

Aksi ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan anak-anaknya di kampung lantaran gajinya selama tiga bulan tak kunjung dibayarkan.

ART tersebut terpaksa mengambil beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya karena terdesak kondisi ekonomi. Namun, aksinya terhenti setelah sang majikan memergokinya.

"Balikin barang-barang saya! Tiga bulan doang kamu ngambilin barang-barang saya!" teriak sang majikan dengan nada kesal, sebagaimana terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Di sisi lain, ART tersebut hanya bisa tertunduk, diduga memohon belas kasihan sambil menjelaskan kondisi bahwa ia belum menerima gaji. Kasus ini sontak memicu perdebatan publik mengenai etika kerja versus hak dasar pekerja.

Gimana menurut kalian, apakah ini Kriminal?...

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Sidoarjo?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Desa Rangkah Kidul
Sidoarjo
61212