OrganicBeauty.id

OrganicBeauty.id

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from OrganicBeauty.id, Health/Beauty, Tangerang.

03/01/2020

GOOD THINGS HAPPEN TO THOSE WHO REMOVES THEIR MAKEUP BEFORE BED! Yuk yang mau belajar membuat Micellar Water sendiri, bisa ikut kelas online nya Amore Natural Skincare. Bahan yang digunakan natural yang sesuai dengan kaidah ECOCERT.

Photos 29/06/2018

Blame it to !

Who else with me ???

Photos from OrganicBeauty.id's post 29/06/2018

This is maybe my shortest review. Karena ini termasuk produk yang "nggak buat saya", tapi nggak mau kebanyakan julid...
Pertama beli karena penasaran sama brand nya (kayaknya cukup happening) tapi nggak tau mau beli apa. Kebetulan belum punya facial scrub/exfoliator, jadi coba beli ini.
Pertama dibuka, baunya udah nggak 'pleasing' buat saya. Gimana yah describe nya? Kayak adonan roti jadul yang belum dipanggang. Amis-amis gimana gitu...
Ketika dipakai pun, buat saya butiran scrub nya kurang. Mungkin tunggu produknya agak mengering terus digosok-gosok di muka ya? Saya pernah sih nyoba metode begitu, meski nggak lama karena nggak tahan sama aromanya. Tetap aja saya masih merasa kurang puas sama hasilnya. Nggak bikin kulit muka saya terasa lebih halus atau gimana. Sama aja kayak sebelum pakai... buat saya, masih lebih baik brightening facial wash Tattvika yang ada black rice scrub nya.
Daaan selama pemakaian saya harus tahan-tahan nafas atau dalam hati bilang "iyyeuuuuhhh~".
Maybe it's not that bad. Maybe it's just not my 'kind of scent'. Maybe it is just NOT FOR ME.
Jadi, bagi yang mau coba (terutama reviewer), dan nggak keberatan dapat produk 'bekasan' saya, monggo DM alamat nanti saya kirimkan ini. Siapa tahu produk ini memberikan pengalaman yang berbeda untuk orang lain.

@ Liberica

Photos 28/06/2018

Am tryin to not be sarcastic here. Seriously, don't blame the yogis!

Stay sane, everybody!
he said 😂😂😂.

Photos from OrganicBeauty.id's post 11/01/2018

Baru aja nyampe dan langsung jadi penghuni tetap kantong saya. Lagi cekrik cekrik buat IG toko sebelah, sekalian aja saya foto!

Satu lagi alternatif natural skincare & cosmetics, dari frida skincare. Ini brand korea, tapi creatornya asli Indonesia.

Anyway, saya beli blushing lip & cheek tint warna pastel n**e. Karena cuma ada dua opsi. Warna lainnya adalah Blood Stone (merah tua) dan kayaknya warna begitu nggak pernah cocok di muka saya. 😅

Ini lip tint, bukan liquid lisptick. Warnanya sheer, tapi buildable. Di bibir orang juga hasilnya beda-beda. Karena warna asli bibir saya lumayan gelap, jadi warnanya bisa dibuat sheer sampai cokelat banget seperti liquid lipstick ala ala 90an yang lagi happening. Di bibir nggak bisa sampai cokelat, karena dia putih kali yah?

Meski di bibir bisa buildable, di p**i saya nggak bisa. Tetap aja "tenggelam" warnanya. Mungkin untuk cheek stain harus pakai yang warna lebih tua kali yah?

Sekilas baca ingredients nya sih sudah cukup oke, nggak ada yang "berbahaya". Hanya saja pigment yang dipakai masih mineral based, bukan plant based. Mereka juga nggak kasi tau apakah ingredients nya sesuai standar ecocert atau nggak. Kurang lebih ingredients nya mirip dengan Burt's Bees.

Kalau lipstick natural yang sebelumnya masih terasa aroma gliserin nya, liquid lip ini enggak. So it's a plus.

Lipstik ini harganya 150ribu. Nggak mahal untuk standar barang import. Dibanding punya Alima Pure yang diatas 300ribu, mending beli ini.

Photos from OrganicBeauty.id's post 01/01/2018

Saya baru ngeh. Ternyata saya belum review produk ini. Padahal udah cukup lama saya pakai ini setiap hari. Yup, setiap hari!

Mbak Puji did a good job on this one!

Alasan saya (secara nggak sadar) cinta sama produk ini :
1. Ini produk kosmetik PLANT BASED pertama di Indonesia... yang saya temuin 😁 Beda sama bedak sebelumnya yang saya review, itu mineral based, cuma ecocert aja bahannya.
2. Warnanya universal. Nggak perlu freak out lihat penampakannya yang agak - agak kuning, karena menurut Bobbi Brown, warna ini masuk ke hampir semua warna kulit (In Bobbi Brown We Trust!) Ya anggaplah ini banana powder versi lokal bin natural. Nggak pusing saat beli, nggak takut salah pilih shade.
3. Murceee~ Jadi si Mbak Puji yang baik hati ini, punya prinsip untuk membuat kosmetik alami menjadi terjangkau. Dibanding bedak satunya, harga bedak ini kurleb setengahnya dengan isi dua kali lipatnya. Dan untuk all-plant-based-cosmetic??? Hellow...
4. Kalau mineral based makeup itu memberikan efek kering, bedak ini punya fungsi mattifying yang nggak sekuat mineral based, jadi bisa cocok untuk semua jenis kulit. Mulai dari yang berminyak sampai yang kulitnya kering.

Cuma minusnya, kontainernya bulky banget. Gede makan tempat. Secara desain juga kesannya murah (ya emang mursida sik~ 😂 bawel amat ya guee) Jangan harap ada kotak cakep atau apa. Ya begini doang tampilannya di toko. Mungkin kedepannya saya perlu cari kontainer bedak yang agak kecilan buat bawa2 di tas.

Produk ini baunya agak-agak mirip jamu. Mungkin bagi sebagian orang jadi masalah. Dan bedak ini nggak dijual dengan sponge atau puff. Jadi ya harus beli sendiri. Buat saya nggak masalah karena saya lebih s**a aplikasi dengan kuas untuk seluruh muka, atau dengan BeautyBlender buat baking di bawah mata (kalau lagi niat). Apakah kedepannya beli lagi? Iyalah, iya banget. Daripada beli 100% pure, bisa 10x lipat harganya. Itu juga belum termasuk tiket PP cyin~

Photos from OrganicBeauty.id's post 21/12/2017

AKHIRNYAAAAHH AKUH MENDAPATKANMUH!!! 😍😍😍 First thing first, I won't state this is ideal. But this brand is the best option available on the market right now.

Sebenarnya saya bukan orang yang doyan pake blush. Karena banyak brand yang akhirnya bikin saya jerawatan. Produk yang saya review sebelumnya juga blotchy, nggak bisa blend dengan baik (sorry, but I have to be honest 🙏). So far, produk ini belum bikin p**i saya jerawatan sih meski dipakai setiap hari. Tapi saya akan update kalau2 reviewnya berubah setelah pemakaian yang lebih lama.

Anyway, sejauh yang saya tahu, 100% Pure bisa dibilang merek kosmetik paling OK buat saya. Karena sejauh ini, baru merek ini yang saya temukan, yang menggunakan fully fruit dyed pigments. Banyak brand kosmetik yang claim natural atau alami, tapi untuk pewarna mereka masih menggunakan bahan-bahan kimia atau mineral based. Well, it is not that bad, karena sudah ada yg diizinkan oleh ecocert, but why stick to second best if you can get the best, rite?

Eh ngomong-ngomong, pada tau nggak kalo pewarna merah buat kosmetik juga dihasilkan dari serangga yang dihancurkan (crushed bugs)? Yaaa itu organik & natural sih, cuma kok kedenerannya kejem ya?

Back to topic... Penggunaan pigmen buah ini yang membuat 100% Pure menjadi mahal banget. Karena bisa bayangin, berapa kilo buah yang harus dihabiskan buat menghasilkan satu produk? Belum lagi pengawet yang digunakan adalah natural tocopherol, yang -beda dengan tocopherol sintetis- harganya seringkali nggak terjangkau oleh para artisan.
Memang ada beberapa pihak yang berpendapat kalau fruit pigments aja nggak cukup buat kosmetik. Harus ditambah zat pewarna lain. Tapi nyatanya, produk ini ya memang nggak pakai. "Terus mau gimana? Apa harus ditambahin ingredients di list nya padahal nggak pake?" Saya malah digituin sama official nya. 😅

Yaaa saya bukan ahli kimia sih. Maap-maap kalo salah... CMIIW

20/11/2017

Sebenernya lagi nggak mood buat tapi this product deserves a shoutout! Thyme Blemish Gel dari

Jadi salah satu side effect nya jadi reviewer adalah korbanin kulit. Yes, bahkan jika produk itu natural sekalipun, kalau nggak cocok bisa brantakan juga ini muka.

Karena kemarin jajan banyak di istimewa jogja, saya jadi coba2 banyak produk baru di muka saya. Dan sebagiannya bikin kulit saya berakout parah. Like, parah banget sampai saya jadi bahan bully di FOW minggu ini 😂😂😂

Thanks to yang always care sama temen2nya, dia suruh saya cobain ini (actually he insisted me to) di jerawat saya yang jumlahnya ada delapan. Yup, delapan at a time! Jadilah saya jaga lapak semalaman dengan obat jerawat di muka 😂

Even though Steven said it is colorless, this product has slighly greenish color. As we all know, green could cancel redness on skin. Tapi lama2 warnanya disappear kok.

Pas baru di apply ada rasa "menusuk"nya gitu. Dikit sih, nyaris nggak berasa (buat saya) mungkin buat yang lain jatohnya perih 😁 but it works so it's worth it.

Soal harga, gausah nanya... produk Skin Dewi emang juarakk soal harga. Paling mehong kayaknya seantero KOI. Tapi ya kalo dibandingin sama Kiehl's atau merek2 skincare di sephora saya rasa sama aja yah. Tergantung standarnya juga sih. Quality comes with price.

Anyway thanks Steven!

21/10/2017

After a tiring day, let's have some relaxing warm bath ♡

Perlu diketahui dan dipahami bahwa tidak semua sabun handmade/artisan soap adalah alami.

Sabun keluaran Sedapur Salam ini contohnya, masih menggunakan fragrance oil (pengharum sintetis) dan pewarna pada beberapa variannya (tidak semua). Untuk yang kulitnya "badak" kayak saya, mungkin nggak berasa pengaruhnya. Akan tetapi bagi sebagian orang bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi lainnya. Oleh karena itu penting bagi konsumen untuk mengetahui benar apa yang mereka beli, baik dengan bertanya pada produsen atau berdasarkan ulasan dari sesama konsumen (shared reviews).

Varian yang saya coba kali ini sepertinya termasuk yang "aman" (less likely using fragrance and colorants). Sabun ini menggunakan campuran arang bambu alias bamboo charcoal dalam bahasa bule (ditulis bamboo carbon oleh produsennya).

Seperti yang telah umum diketahui bahwa bahan satu ini memiliki banyak manfaat diantaranya dapat menyerap mineral, racun (toksin), kotoran dan zat berbahaya lainnya dari permukaan kulit, serta dapat bertindak sebagai exfoliant untuk mengangkat sel kulit mati.

Kelebihan sabun Sedapur Salam ini adalah di klaim dibuat oleh yayasan pendidikan Sekolah Anak Alam di Yogyakarta. Namun saya tidak mau over claim bahwa sabun ini dibuat oleh anak-anak sekolah. Karena bisa saja pengerjaan sabun dibuat oleh tim guru, orang tua murid atau karyawan biasa yang memang dibayar untuk itu.

Bagaimanapun, sejauh ini saya belum menemukan masalah berarti di kulit saya selama menggunakan sabun ini. Dan sebagaimana sabun berbahan dasar coconut oil lainnya, sabun ini dapat bertahan lebih lama. Saya biasa memotongnya menjadi dua atau tiga bagian, sehingga total satu "bar" sabun bisa saya gunakan sebulan lebih bahkan bisa dua bulan.

Apa diantara kalian ada yang memiliki pengalaman berbeda tentang sabun ini? Please don't hesitate to share below ♡

19/10/2017

*cringe 😁

04/08/2017

This is a love-it-or-hate-it item.

Benda ini sudah menghuni tas saya selama beberapa bulan. Buat saya yang kulitnya kombinasi, bedak ini berguna banget. Efeknya mattifying dan coverage nya bagus. Bahkan ada kawan yang berprofesi sebagai dokter kulit, nggak percaya kalau saya nggak pakai foundie. Padahal saya cuma pakai bedak ini doang... Anyway, beberapa kawan saya yang lain justru nggak s**a sama bedak ini. Apa pasal? "Kering banget!" katanya. Memang salah satu kendala produk mineral adalah efek keringnya.

Banyak yang claim kalau mineral makeup bisa mengurangi jerawat. Well, di saya nggak ngaruh sih 😁

FYI, saya jerawatan sejak jadi kelinci percobaan skincare2 dan makeup2 natural ini. Gara-garanya, saya nggak tau ada beberapa ingredients yang nggak bisa dipakai barengan. Jadi saran saya, kalau mau nyoba jangan asal nyoba. Baca review dulu, dan perhatikan kalau ada 'peringatan' di kemasan atau deskripsi. Kalau nggak ada, sebaiknya tanya.

Satu hal lagi, bedak ini ukurannya kecil. Artinya, harganya termasuk mihil 🙈 Saking kecil dan ringannya, saya taruh di atas daun nya tabernaemontana corymbosa variegata* aja nggak jatuh!

Tapi karena coverage nya bagus, a little goes a long way. Nggak cepet habis, jadi worth the price!
Buat saya, harganya alhamdulillah masih terjangkau. Dan kemasan kecil ini nggak bikin tas jadi berat, ideal buat dibawa kemana-mana.

Yang bikin agak repot, aplikatornya itu kecil juga dan gampang rusak. Mau cari gantinya, nggak nemu puff bedak yang sekecil itu di pasaran 😓 mau aplikasi pakai kuas juga sulit... Lah gedean kuasnya daripada container nya 😅

Konklusinya, produk ini life-savior buat saya yang punya kulit kayak kilang minyak. Semoga artisannya bersedia bikin dengan ukuran kemasan yang lebih besar supaya saya bisa ganti puff nya atau pakai powder brush. Karena demi alasan hygiene saya harus bersihkan secara berkala, apapun aplikatornya.

03/08/2017

Let's just stop by and say thanks to God, or listening to the universe.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Tangerang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Tangerang
15326