Jeeva Clinic
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Jeeva Clinic, Health/Beauty, Ruko Hampton Blok B No. 77 Gading Serpong, Tangerang.
Sering masturbasi bikin botak? 🤔
Jawabannya: Tidak. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masturbasi menyebabkan rambut rontok atau kebotakan pada pria.
Lalu kenapa banyak pria dengan libido tinggi juga mengalami kebotakan?
Penyebab utamanya bukan karena masturbasi, melainkan pengaruh hormon androgen, terutama DHT (Dihydrotestosterone) yang berasal dari hormon testosteron. Pada pria yang memiliki faktor genetik sensitif terhadap DHT, folikel rambut akan mengecil secara bertahap sehingga rambut menjadi semakin tipis dan akhirnya mengalami alopecia androgenetik (male pattern baldness).
Perlu dipahami juga, pria dengan kadar hormon androgen yang lebih tinggi sering kali memiliki libido seksual yang lebih tinggi. Namun, libido tinggi bukan penyebab kebotakan, dan masturbasi juga bukan penyebab rambut rontok. Keduanya hanya bisa sama-sama dipengaruhi oleh hormon, bukan saling menyebabkan.
Jika rambut mulai menipis di area depan atau ubun-ubun, jangan menunggu hingga folikel rambut rusak permanen. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mempertahankan dan menumbuhkan kembali rambut.
📍 Konsultasikan kondisi rambut Anda di Jeeva Clinic untuk mengetahui penyebab kerontokan dan mendapatkan terapi yang sesuai.
Jangan anggap remeh bercak atau ruam di kulit seperti ini. Bisa jadi bukan sekadar alergi atau iritasi, tetapi merupakan tanda infeksi menular seksual (IMS) seperti sifilis.
Sifilis adalah infeksi bakteri yang dapat menimbulkan ruam pada kulit, terutama di telapak tangan dan telapak kaki, serta dapat disertai luka yang sering kali tidak terasa nyeri. Karena gejalanya sering tidak khas, banyak orang baru menyadarinya saat penyakit sudah memasuki stadium yang lebih lanjut.
Jika tidak ditangani, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius yang memengaruhi otak, saraf, jantung, hingga organ tubuh lainnya. Kabar baiknya, sifilis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan dan diobati dengan tepat jika terdeteksi sejak dini.
Jadi, bila kamu menemukan bercak, ruam, atau luka pada kulit yang tidak kunjung membaik—terutama jika memiliki faktor risiko—jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter.
📍 Di Jeeva Clinic, kamu bisa berkonsultasi secara privat dan mendapatkan pemeriksaan sesuai kebutuhan.
💬 Simpan postingan ini dan bagikan ke orang terdekat agar semakin banyak yang sadar pentingnya deteksi dini sifilis.
Siapa bilang kebotakan cuma dialami pria? Wanita juga bisa mengalaminya.” 😥
Kalau rambutmu semakin tipis terutama di area tengah hingga belakang kepala, jangan langsung menyalahkan sampo atau kurang vitamin. Kondisi ini bisa menjadi tanda alopecia androgenetic pada wanita, salah satu penyebab paling umum rambut rontok kronis dan penipisan rambut pada wanita.
Penyebab utamanya adalah pengaruh hormon androgen, terutama ketika folikel rambut memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap hormon tersebut. Akibatnya, folikel rambut mengecil (miniaturisasi), rambut yang tumbuh menjadi semakin halus, pendek, dan lama-kelamaan jumlahnya terus berkurang.
Banyak wanita baru menyadarinya saat belahan rambut mulai melebar atau kulit kepala semakin terlihat. Sayangnya, jika dibiarkan terlalu lama, penipisan rambut bisa semakin progresif.
Karena itu, penanganan alopecia androgenetic pada wanita tidak cukup hanya dengan treatment di klinik. Dibutuhkan diagnosis yang tepat agar terapi dapat disesuaikan dengan penyebabnya, seperti penggunaan obat yang membantu menghambat efek hormon serta terapi untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang folikel rambut untuk tetap aktif dan menghasilkan rambut yang lebih sehat.
📍 Konsultasikan kondisi rambutmu di Jeeva Clinic untuk mengetahui penyebab pasti kerontokan dan mendapatkan terapi yang sesuai.
Sudah treatment berkali-kali tapi rambut tetap makin tipis? Bisa jadi yang kamu lewatkan justru penyebab utamanya.
Kalau penyebab kerontokanmu adalah alopecia androgenetik (kebotakan karena faktor genetik), treatment di klinik saja tidak cukup jika akar masalahnya tidak ditangani.
Pada pria, penyebab utama alopecia androgenetik adalah hormon DHT (Dihydrotestosterone). Hormon ini membuat folikel rambut terus mengecil (miniaturisasi), sehingga rambut tumbuh semakin tipis, pendek, dan akhirnya berhenti tumbuh.
Karena itu, penanganan yang menjadi dasar (gold standard) umumnya meliputi:
✅ DHT blocker untuk membantu menghambat efek hormon DHT pada folikel rambut.
✅ Minoxidil untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut dan memperpanjang fase pertumbuhan rambut.
Sementara treatment di klinik seperti PRP, mesotherapy, atau terapi penunjang lainnya berperan sebagai supportive treatment untuk mengoptimalkan hasil, bukan menggantikan terapi utama.
⚠️ Perlu diingat, penggunaan obat seperti DHT blocker dan minoxidil harus berdasarkan evaluasi dan anjuran dokter, karena tidak semua orang memiliki kondisi yang sama.
Kalau rambutmu sudah mulai menipis, jangan tunggu sampai folikel rambut benar-benar tidak aktif. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mempertahankan dan menumbuhkan kembali rambut.
📍 Konsultasikan kondisi rambutmu di Jeeva Clinic agar mendapatkan diagnosis dan rencana terapi yang sesuai.
Kalau jerawatmu sudah termasuk severe acne (jerawat parah)—meradang, benjolan besar, terasa nyeri, muncul banyak sekaligus, atau mulai meninggalkan bekas—penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh.
Selain terapi medis dari dokter, hasil yang optimal juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari, seperti:
✅ Tidur yang cukup dan berkualitas
✅ Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan minuman manis
✅ Rutin berolahraga
✅ Mengelola stres dengan baik
✅ Menjaga pola makan yang seimbang
Perlu diingat, treatment di klinik bukanlah faktor utama jika kebiasaan sehari-hari masih memicu munculnya jerawat baru. Karena pada banyak kasus, jerawat parah dipengaruhi oleh kombinasi faktor hormon, peradangan, produksi minyak berlebih, hingga gaya hidup.
Di Jeeva Clinic, dokter akan mengevaluasi kondisi kulitmu secara menyeluruh, mencari penyebab jerawat, lalu menentukan terapi yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
📲 Konsultasikan kondisi kulitmu bersama dokter di Jeeva Clinic.
Informasi lebih lanjut bisa DM instagram Jeeva Clinic atau hubungi:
WA Admin : +62 819-5811-7778
📍Ruko Hampton Avenue Blok B No. 77
Gading Serpong
Sering menguncir atau mengepang rambut anak terlalu kencang? Hati-hati, kebiasaan yang dianggap sepele ini bisa berdampak hingga dewasa.
Banyak orang tua menganggap menguncir rambut atau mengepang rambut dengan sangat kencang adalah hal yang wajar agar rambut terlihat rapi. Padahal, jika dilakukan terus-menerus selama bertahun-tahun, kebiasaan ini bisa menyebabkan traction alopecia.
Traction alopecia adalah kondisi kerontokan rambut akibat tarikan yang terjadi secara terus-menerus pada folikel rambut. Biasanya ditandai dengan:
✔️ Garis rambut depan semakin mundur.
✔️ Rambut di area pelipis mulai menipis.
✔️ Rambut sulit tumbuh kembali jika kerusakan sudah berlangsung lama.
Pada tahap awal, folikel rambut masih berpeluang pulih jika penyebabnya dihentikan. Namun jika tarikan terus terjadi selama bertahun-tahun, folikel dapat mengalami kerusakan permanen sehingga rambut tidak bisa tumbuh kembali secara alami.
Karena itu, jangan biasakan mengikat, mengepang, atau menguncir rambut anak terlalu kencang setiap hari. Pilih gaya rambut yang lebih longgar agar folikel rambut tidak terus-menerus mendapat tekanan.
Kalau kamu mulai merasa rambut di bagian depan atau pelipis semakin tipis, jangan hanya menunggu semakin parah. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
📍 Konsultasikan kondisi rambutmu di Jeeva Clinic untuk mengetahui apakah penipisan rambut yang kamu alami merupakan traction alopecia, alopecia androgenetik, atau penyebab lainnya.
Rosacea nggak kunjung membaik padahal skincare dan treatment sudah rutin? Bisa jadi penyebabnya ada di piring makan kamu.
Banyak orang tidak sadar kalau wajah kemerahan akibat rosacea bisa dipicu oleh makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pada sebagian penderita, makanan tertentu dapat memicu pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan peradangan sehingga p**i tampak semakin merah, terasa panas, perih, atau mudah flare-up.
Beberapa makanan yang sering menjadi pemicu antara lain:
🔸 Makanan tinggi histamin (keju tua, makanan fermentasi, daging olahan)
🔸 Makanan pedas
🔸 Minuman beralkohol
🔸 Minuman yang terlalu panas
🔸 Beberapa jenis seafood pada orang yang sensitif
Karena itu, treatment rosacea saja belum tentu cukup jika pemicunya masih dikonsumsi setiap hari. Mengidentifikasi trigger dan memperbaiki pola makan bisa menjadi bagian penting dalam membantu mengontrol gejala rosacea.
Di Jeeva Clinic, kami akan membantu mengevaluasi kondisi kulit, mencari kemungkinan faktor pemicu, dan menyusun penanganan yang sesuai dengan kondisi kulitmu.
📍 Jeeva Clinic – Gading Serpong, Tangerang
📲 Konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab rosacea dan pilihan treatment yang tepat.
Kulit kepala kamu sering gatal, berminyak, dan ada ketombe yang nggak kunjung hilang?” 😣🧴
Kalau kamu mengalami kulit kepala merah, gatal, berminyak, dan muncul ketombe yang berulang, bisa jadi itu bukan sekadar “ketombe biasa”.
Pada Dermatitis Seboroik, kondisi ini terjadi karena peradangan pada kulit kepala yang sering dipicu oleh produksi minyak berlebih dan pertumbuhan jamur Malassezia yang tidak seimbang.
Jadi, penggunaan sampo anti-ketombe atau treatment kulit kepala bukan berarti nggak berguna, tapi sifatnya lebih suportif untuk membantu mengontrol gejala seperti gatal, minyak berlebih, dan pengelupasan kulit.
Yang nggak kalah penting adalah mengelola faktor pemicunya dan menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi kulit kepala masing-masing.
Karena kalau penyebab dan pemicunya belum ditangani, jangan sampai kamu terus gonta-ganti produk… tapi keluhannya tetap balik lagi. 🥲
Ketombe yang berulang bukan cuma soal “sampo apa yang dipakai”, tapi juga soal tahu kondisi kulit kepalamu.
Kamu sering mengalami ketombe yang kambuh?
📩 Konsultasikan kondisi kulit kepalamu bersama tim Jeeva Clinic.
Udah habis uang jutaan, tapi rambut kok nggak tumbuh-tumbuh juga?” 😭💸
Kalau kamu mengalami rambut makin tipis, hairline mundur, atau bagian crown mulai terlihat, bisa jadi masalahnya bukan sekadar “kurang treatment”.
Pada Alopecia Androgenetik, salah satu faktor utamanya adalah hormon DHT (dihydrotestosterone) yang dapat membuat folikel rambut semakin mengecil (miniaturisasi).
Jadi, treatment seperti hair treatment, growth factor, atau prosedur pendukung lainnya bukan berarti nggak berguna, tapi sifatnya lebih suportif untuk membantu kondisi rambut dan kulit kepala.
Yang nggak kalah penting adalah mengatasi faktor penyebabnya dan menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Karena kalau penyebabnya belum ditangani, jangan sampai kamu terus keluar uang untuk treatment… tapi progres rambutnya nggak sesuai harapan. 🥲
Info lebih lanjut hubungi kami di WhatsApp 081958117778
Sudah rutin minum DHT blocker dan pakai minoxidil, tapi rambut kok tetap lama tumbuh? 🤔
Jangan buru-buru menyalahkan produknya. Bisa jadi ada masalah di kulit kepala yang belum ditangani, salah satunya dermatitis seboroik.
Kulit kepala yang mengalami peradangan, gatal, berminyak, dan bersisik dapat mengganggu kondisi ideal untuk pertumbuhan rambut. Akibatnya, hasil terapi yang sedang dijalani bisa terasa kurang maksimal.
Makanya, kalau pertumbuhan rambut terasa lambat meski sudah menggunakan obat atau hair tonic, jangan hanya fokus pada folikel rambut. Pastikan juga kulit kepalamu dalam kondisi sehat.
Informasi lebih lanjut bisa DM instagram Jeeva Clinic atau hubungi:
WA Admin : +62 819-5811-7778
📍Ruko Hampton Avenue Blok B No. 77
Gading Serpong
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Ruko Hampton Blok B No. 77 Gading Serpong
Tangerang