Kasih Ibu

Kasih Ibu

Share

Situys web tentang ibu terbaik bagi anaknya

26/10/2021

Tips Menjaga Kesehatan untuk Ibu Menyusui dan Bekerja

1. Memilih Makanan yang Bergizi Seimbang
Mau tahu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan ibu menyusui dan bekerja? Mudah saja, bijaklah dalam memilih makanan. Ringkasnya, ibu tak boleh asal-asalan dalam mengasup makanan, makanan yang dikonsumsi mesti bergizi seimbang.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), nutrisi yang dibutuhkan ibu menyusui sebanyak sekitar 2500 kalori. Jumlah ini sebaiknya terdiri dari nutrisi seimbang, yaitu makanan yang terdiri dari karbohidrat, protein dan lemak (sumber dapat dari ikan, daging, atau produk susu), serta sayur dan buah-buahan.

Di samping itu, ibu menyusui juga membutuhkan sumber zat besi dan kalsium di samping cairan yang cukup. Kesimp**annya, ada dua faktor yang mempengaruhi gizi ibu menyusui, yaitu jumlah makanan dan jenis makanan.

2. Rutin Berolahraga
Asupan makanan bergizi tak akan cukup dijadikan cara untuk menjaga kesehatan ibu menyusui yang juga sibuk bekerja. Makanan bergizi seimbang harus divariasikan dengan gerak atau olah tubuh. Sayangnya, banyak ibu yang baru melahirkan takut melakukan olahraga.

Menurut IDAI, olahraga juga mempunyai peran penting disamping untuk membentuk tubuh. Aktivitas fisik ini bisa membuat ibu rileks, tetap gembira, dan bugar walau harus menyusui. Menariknya lagi, rasa bahagia, rileks dan ketulusan ibu menyusui berperan penting dalam memproduksi hormon oksitosin, yang berperan dalam produksi ASI.

3. Penuhi Cairan Tubuh
Pekerjaan yang menumpuk terkadang membuat ibu lupa akan pentingnya kebutuhan cairan tubuh. Padahal, ibu menyusui harus memenuhi asupan cairan tubuhnya agar senantiasa sehat dan ASI tetap berkualitas. Nah, dikutip dari National Institutes of Health (NIH), yaitu minumlah secukupnya untuk memuaskan dahaga. Usahakan minum 8 cangkir (dua liter) cairan setiap hari dan pilih cairan yang sehat seperti air, susu, jus, atau sup.

4. Hindari Kafein, Rokok, dan Alkohol
Cara menjaga kesehatan ibu menyusui dan bekerja juga bisa dengan menghindari asupan kafein, rokok, dan alkohol. Menurut NIH, sebenarnya asupan kafein dalam jumlah sedikit (satu cangkir/240 mililiter per hari) tak akan membahayakan ibu dan bayi. Namun, cobalah kurangi asupan kafein selama menyusui.

Selain itu, rokok dan alkohol juga mesti dihindari. Alkohol bisa memengaruhi kualitas ASI. Sementara itu, paparan asap rokok pada bayi bisa meningkatkan Si Kecil terkena pilek dan infeksi.

5. Cukupi Waktu Istirahat
Merawat Si Kecil sambil bekerja tentunya akan menguras tenaga ibu sehingga bisa membuat ibu kelelahan. Oleh sebab itu, cobalah di tengah kesibukan untuk tetap mencukupi waktu istirahat. Bisa tidur sejenak waktu istirahat di kantor tiba, atau tidurlah saat Si Kecil tidur. Dengan begitu, ibu menyusui akan memiliki tambahan waktu tidur dan lebih bertenaga.

6. Jangan Menumpuk Pekerjaan
Pekerjaan yang menumpuk bisa membuat fisik dan psikis ibu menjadi terkuras. Oleh sebab itu, berusaha agar tidak menumpuk pekerjaan sehingga ibu tidak stres. Cobalah diskusikan masalah yang dialami dengan ibu bekerja lainnya, atau dengan atasan agar dapat mencari jalan keluar.

Selain itu, ibu juga perlu mendiskusikan dengan atasan atau rekan kerja mengenai keputusan ibu untuk terus menyusui dan bekerja. Bila perlu, diskusikan manfaat bagi perusahaan bila pekerja perempuannya terus menyusui.

16/10/2021

Penting! 6 Tips Menyusui untuk Ibu Baru, Bunda Perlu Tahu

1. Ikuti kelas menyusui

Ini menjadi ide yang baik untuk mengisi waktu sebelum melahirkan untuk mendapatkan beberapa informasi dan instruksi penting tentang menyusui, terutama bagi Bunda yang baru menjadi ibu. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang belajar tentang menyusui selama kehamilan lebih mungkin berhasil daripada mereka yang tidak, lho.

Kelas menyusui mungkin tersedia di pusat komunitas atau rumah sakit, Bunda. Dengan mengikuti kelas ini, Bunda juga akan bersosialisasi dengan ibu lainnya, sehingga akan memiliki banyak teman untuk berbagi pengalaman dan informasi seputar menyusui.

2. Segera menyusui setelah lahir

Biasanya bayi siap untuk disusui dalam satu jam pertama setelah dilahirkan. Selain berguna untuk menjaga kesehatan dari antibodinya, menyusui bayi dengan segera juga memiliki manfaat lain, di antaranya:

- Mendorong pelepasan hormon oksitosin, yang dapat membantu ibu dan bayi memiliki keterikatan dan kepercayaan diri terkait kemampuan untuk mengasuhnya.

- Skin to skin selama menyusui membantu menstabilkan suhu tubuh bayi, detak jantung, pernapasan, dan kadar gula darah.

3. Siapkan perlengkapan yang tepat

Usahakan untuk membuat diri Bunda nyaman dan bahagia saat menyusui. Hal ini tentunya dapat didukung dengan bekal perlengkapan yang tepat. Adapun beberapa perlengkapan tersebut, yakni:

- Bra menyusui

Bra menyusui yang pas dapat memberi penyangga payudara dengan tepat dan memungkinkan untuk membantu saat menyusui si kecil.

- Bantalan payudara

Bantalan ini bisa berguna untuk payudara Bunda yang mungkin akan mengalami kebocoran atau mengeluarkan sedikit ASI dari waktu ke waktu.

Untuk membelinya, hindari bahan yang terbuat dari lapisan plastik karena dapat mengiritasi puting payudara ya. Jika tidak ingin membelinya, Bunda bisa menggunakan kain atau sapu tangan untuk dijadikan bantalan atau pembalut dengan melipatnya sesuai kebutuhan.

- P***a ASI

P***a ASI penting untuk membantu Bunda mengosongkan payudara, dan menyimpan stok untuk digunakan pada waktu-waktu tertentu. Mengosongkan payudara menjadi upaya agar tubuh Bunda terus memproduksi ASI.

4. Kosongkan payudara

Jika payudara jarang dikosongkan bisa mengakibatkan penyumbatan dan infeksi yang disebut sebagai mastitis, Bunda. Gejalanya meliputi demam, pilek, payudara membengkak dan nyeri, payudara terasa panas atau hangat saat disentuh, adanya benjolan keras, serta guratan merah pada kulit payudara.

Jika mengalaminya, sebaiknya Bunda menemui dokter untuk diresepkan antibiotik yang aman gunakan saat menyusui. Antibiotik tersebut harus tetap dikonsumsi dan dihabiskan bahkan jika gejalanya telah membaik ya, Bunda.

5. Ikuti isyarat bayi saat menyusu

Setiap bayi memiliki cara yang berbeda-beda, Bunda. Ada yang mungkin menyusu dengan banyak tapi jarang. Ada p**a yang menyusu dengan sedikit, namun dalam waktu berdekatan. Hal tersebut normal kok, jadi jangan khawatir jika bayi tidak mengikuti jadwal yang Bunda harapkan.

"Selaku dokter anak, kami hanya mengatakan untuk memenuhi keinginan (bayi)," kata dokter anak di New York, Jennifer Trachberg, MD, dikutip dari The Bumb.

Biasanya pada minggu pertama kehidupannya, bayi mungkin akan menyusu setiap 2-3 jam sebanyak 8-12 kali per hari dalam seharinya. Setiap kali menyusu, mungkin membutuhkan waktu 10-15 menit atau lebih pada tiap payudara.

6. Pastikan bayi dapat cukup ASI

Untuk memastikan bayi mendapatkan cukup ASI, berikut beberapa tips yang bisa Bunda lakukan untuk mengetahuinya:

- Pastikan si kecil menelan ASI saat menyusu dengan cara mendengarkan tegukannya setelah beberapa kali mengisap.

- Lihat bagaimana perilaku bayi beberapa jam setelah sesi menyusui. Misalnya, bayi akan terlihat rileks dengan telapak tangan terbuka.

- Sebelum menyusui, payudara mungkin akan terasa penuh dan kencang. Namun setelah menyusui, payudara akan terasa lebih lembut, sehingga menjadi tanda si kecil telah mendapat makan dengan cukup.

- Si kecil mengalami pertumbuhan yang tampak stabil setiap kontrol ke dokter atau layanan medis.

- Memperhatikan popok basah dan kotoran si kecil juga bisa membantu Bunda mengetahui bahwa bayi makan dengan baik.

- Pada bulan pertama, bayi mungkin menghasilkan sekitar enam atau lebih popok basah dalam sehari dengan urine berwarna terang, dan buang air besar tiga hingga empat hari dengan tekstur lembut dan berwarna kekuningan.

12/10/2021

7 tips agar mom dapat menghasilkan ASI yang melimpah. Yuk, simak penjelasan dari vemale berikut ini.

1. Saat menyusui jangan menunggu si kecil menangis, tawarkan ASI kepada si kecil ketika ia terlihat lapar. Hal ini dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Dan jangan lupa untuk memastikan si kecil menghisap aerola bukan puting.

2. Saat menyusui pastikan mom menjalani pola makan yang sehat. Makanan bernutrisi, sayuran yang sehat dapat membantu meningkatkan ASI.

3. Melakukan skin to skin dengan si kecil akan meningkatkan kedekatan emosional mom dengan anak. Kedekatan ini dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Rasa aman dan nyaman akan membuat mom merasa tenang, sehingga produksi ASI pun melimpah.

4. Kunci sukses menyusui adalah rasa nyaman bagi ibu. Jadi pastikan mom menjauhi stres, hindari terlalu banyak pikiran yang akan mempengaruhi kesehatan mom dan mempengaruhi produksi ASI.

5. Ikuti keinginan si kecil. Jika memang ia ingin menyusu, segera berikan jangan terlalu berpatokan pada jam.

6. Pijatan lembut pada payudara akan membuat lebih relaks dan menghindari lecet. Pijat setelah dan sebelum memompa ASI untuk mendapat hasil yang baik.

7. Saat memberikan ASI tubuh banyak membutuhkan cairan. Tidak hanya air putih, cairan dapat berupa jus maupun susu. Batasi konsumsi teh dan kopi. Mengonsumsi buah yang banyak mengandung air seperti pear sangat disarankan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Tasikmalaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jlk Khz Mustofa
Tasikmalaya
46151

Opening Hours

Monday 07:00 - 18:00
Tuesday 07:00 - 18:00
Wednesday 07:00 - 18:00
Thursday 07:00 - 18:00
Friday 07:00 - 18:00
Saturday 07:00 - 18:00
Sunday 07:00 - 18:00