Pemanfaatan Sampah Plastik Sampah merupakan persoalan klasik . Namun, sampai saat ini masih menjadi masalah yang serius. Jangan Mengubur Sampah Plastik.
Disamping rendahnya kesadaran masyarakat atas kebersihan, upaya yang dilakukan pemerintah juga belum optimal. Kalau kita lihat di beberapa tempat pembuangan sampah banyak tumpukan sampah yang tidak terangkut. Belum lagi, berapa anak sungai yang ‘mati’ akibat adanya sampah yang terus menumpuk. Potretnya seperti disekolah kita, setiap hari di SMAN 1 Singaparna apabila setiap siswa menghasilkan satu
sampah plastik (permen, ciki, hingga membeli makanan seperti cakue, dll) Ada kira-kira 1000 siswa di SMAN 1 Singaparna maka yang dihasilkan 1000 sampah plastik per hari, 30000 sampah plastik perbulan, 365.000 sampah plastik per tahun. Apabila setiap 1000 sampah plastik dari mahasiswa masuk dalam satu kantong, maka akan dihasilkan 365 kantong per tahun. Sifat-sifat yang menjadikan plastik memiliki keunggulan dibandingkan bahan lain, sekaligus juga menjadikan plastik sebagai sumber masalah yang rumit. Akibat sifatnya yang tidak bisa membusuk, dan tidak terurai secara alami, serta tidak menyerap air, menyebabkan sampah plastik dalam aktifitas sehari-hari semakin meluas, seperti untuk perlengkapan rumah tangga, peralatan sekolah, dan kantor, mainan anak-anak serta berbagai bentuk kemasan. Disamping menimbulkan pencemaran secara fisik, beberapa bahan plastik tertentu juga menyebabkan pencemaran kimiawi. Maka dari itu Sebaiknya perlakuan kita terhadap sampah plastik yaitu, Jangan Membakar Sampah Plastik. Membakar plastik menyebabkan zat-zat beracun dari sampah itu akan terlepas menuju atmosfir dan tentu saja akan masuk ke udara yang kita hirup. Menghirup polusi udara seperti ini akan menyebabkan dampak negatif yang serius pada kesehatan termasuk melemahnya kekebalan tubuh dan kanker paru-paru. Ketika kamu membuang sampah plastik atau segala sesuatu yang terbuat dari plastik (tas plastik, pembungkus permen, kue, Styrofoam, kemasan dari bahan spon, dll), akan dibutuhkan waktu sekitar 200 - 400 tahun untuk hancur. Jangan Membuang Sampah Organik Yang Masih Terbungkus Plastik Jika kamu membuang sampah organik yang masih terbungkus plastik, sampah tersebut tidak akan bisa terurai atau hancur. Jadi pastikan sampah organik kamu dipisahkan dari plastiknya. Berdasarkan fakta diatas sampah plastik tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi dengan banyak cara, yaitu salah satunya yang dilakukan oleh kelompok kami dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi isi dari boneka. Langkahnya, pertama mengumpulkan terlebih dahulu sampah plastik yang ada disekolah kemudian membersihkan plastik-plastik itu dan mengeringkannya. Selanjutnya tahap terakhir yaitu memasukan pelastik kedalam boneka yang sudah kami buat sebelumnya. Dengan demikian kami berharap dapat mengurangi sampah plastik yang banyak dan tidak dimanfaatkan.