Ikhtyar
Minuman botani berasaskan bidara dan kelor, pertama di Malaysia. www.ikhtyarhq.com
05/10/2024
07/11/2023
Lindungi Rumah Dari Hadirnya Syaitan
Terdapat hadits dari sahabat Jabir radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
( إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ ) رواه البخاري (3280)
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup p**a wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).
Dan dengan lafadz lain riwayat Bukhari (5624):
أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ
“matikanlah lampu-lampu kalian, jika kalian hendak tidur. Dan tutuplah pintu-pintu serta tutuplah bejana serta wadah-wadah makan dan minum kalian”
Dan dalam riwayat Ahmad (14747):
خَمِّرُوا الْآنِيَةَ وَأَوْكِئُوا الْأَسْقِيَةَ وَأَجِيفُوا الْبَابَ وَأَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ عِنْدَ الرُّقَادِ فَإِنَّ الْفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا اجْتَرَّتْ الْفَتِيلَةَ فَأَحْرَقَتْ الْبَيْتَ ، وَأَكْفِتُوا صِبْيَانَكُمْ عِنْدَ الْمَسَاءِ فَإِنَّ لِلْجِنِّ انْتِشَارًا وَخَطْفَةً
“tutuplah bejana-bejana dan tempat minum kalian. Serta matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur. Karena fuwaisiqoh (binatang kecil, seperti cicak, tokek, dll) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar rumah. Dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika sore hari karena jin bertebaran ketika itu dan terkadang menculiknya”
Juga dalam riwayat Ahmad (14597):
أَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ بِاللَّيْلِ وَأَطْفِئُوا السُّرُجَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهِ بِعُودٍ
“tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya”
Hadits-hadits ini menunjukkan beberapa hal:
Dianjurkan untuk melarang anak-anak kecil keluar rumah ketika menjelang malam. Yaitu mulai sore hari menjelang maghrib hingga beberapa saat setelah isya’. Karena ketika itu setan yang berupa jin sedang bertebaran di muka bumi. Adapun setelah beberapa saat masuknya waktu malam (yaitu waktu isya’), maka dibolehkan untuk keluar.
Dianjurkan menutup pintu rumah, kamar, dan jendela ketika malam hari. Ketika tidak ada kebutuhan untuk membukanya. Anjuran ini terutama ketika hendak tidur.
Juga dianjurkan untuk menutup bejana, tempat minum, tempat makan atau semisalnya. Jika tidak ada benda untuk menutupnya, dianjurkan tetap berusaha menutup walaupun dengan tidak sempurna, semisal dengan menaruh sebatang kayu di atasnya.
Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan:
وفي هذا الحديث الأمر بغلق الأبواب من البيوت في الليل ، وتلك سنة مأمور بها رفقا بالناس لشياطين الإنس والجن
“dalam hadits ini adalah perintah untuk menutup pintu rumah di malam hari. Sunnah ini diperintahkan sebagai bentuk kasih menjaga manusia dari gangguan setan yang berupa manusia atau berupa jin” (Al Istidzkar, 8/363).
Ibnu Bathal mengatakan:
أمره عليه السلام بإغلاق الأبواب بالليل خشية انتشار الشياطين وتسليطهم على ترويع المؤمنين وأذاهم
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk menutup pintu-pintu ketika malam hari karena mengkhawatirkan tersebarnya jin akan membuat orang kesurupan atau menimbulkan ketakutan dan gangguan pada kaum mu’minun” (Syarah Shahih Al Bukhari, 9/67).
Imam An Nawawi menjelaskan:
هذا الحديث فيه جمل من أنواع الخير والأدب الجامعة لمصالح الآخرة والدنيا ، فأمر صلى الله عليه وسلم بهذه الآداب التي هي سبب للسلامة من إيذاء الشيطان ، وجعل الله عز وجل هذه الأسباب أسبابا للسلامة من إيذائه ، فلا يقدر على كشف إناء ، ولا حل سقاء ، ولا فتح باب ، ولا إيذاء صبي وغيره إذا وجدت هذه الأسباب ، وهذا كما جاء في الحديث الصحيح أن العبد إذا سمى عند دخول بيته قال الشيطان : ( لا مبيت ) أي : لا سلطان لنا على المبيت عند هؤلاء ، وكذلك إذا قال الرجل عند ج**ع أهله : ( اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا ) كان سبب سلامة المولود من ضرر الشيطان ، وكذلك شبه هذا مما هو مشهور في الأحاديث الصحيحة
“Hadits ini mengandung sejumlah ajaran kebaikan serta adab-adab yang mengumpulkan maslahah dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk melaksanakan adab-adab sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan hal-hal ini sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Maka setan tidak mampu membuka penutup wadah makan dan minum, tidak dapat membuka pintu dan tidak dapat mengganggu anak kecil dan selainnya jika sebab-sebab dilakukan. Sebagaimana juga disebutkan dalam hadits shahih bahwa jika seorang hamba membaca basmalah ketika masuk rumahnya, maka setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam untukku“. Maksudnya mereka mengatakan: “kita tidak memiliki kekuatan untuk bermalam di rumah mereka”.
Demikian p**a jika sebelum berjima’ seorang membaca,
اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا
/Allahumma jannibnas syaithoona wa jannibis syaitho0na maa rozaqtanaa/
“Ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau berikan rizki kepada kami.”
Maka hal itu akan menjadi sebab keselamatan bagi bayi yang akan dilahirkan dari gangguan setan. Demikian p**a hal serupa dalam beberapa hadits yang masyhur dan shahih” (Syarah Shahih Muslim, 13/185).
Namun, boleh membuka pintu atau jendela ketika malam jika ada kebutuhan. Karena perintah untuk melakukan adab-adab di atas adalah dalam rangka mencegah terjadinya keburukan atau sadd adz dzari’ah. Kaidah fiqhiyyah mengatakan:
ما حرم لذاته لا يباح إلا لضرورة، وما حرم سدا للذريعة أبيح للحاجة
“setiap apa yang diharamkan dzatnya, tidak diperbolehkan kecuali darurat. setiap apa yang diharamkan karena sadd adz-dazara’i, dibolehkan ketika ada hajat”.
Dan yang dimaksud al hajah atau hajat adalah hal-hal yang ada tuntutan untuk melakukannya dan jika tidak dipenuhi maka ia mendapatkan kesusahan dan kesulitan, namun tidak sampai membahayakan.
Oleh karena itu Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:
فإذا أراد أهل البيت فتح النوافذ مثلا لشدة الحر ، مع التحرز للحرمات ، فلا حرج في فتحها ، وإذا كان هناك ما يستدعي فتح باب معين بصفة دائمة لكثرة الدخول والخروج فلا حرج في فتحه ، ومتى انقضت الحاجة أوصد وأغلق
“jika penghuni rumah ingin membuka jendela karena udara terlalu panas misalnya, selama terhindar dari hal-hal yang haram, maka tidak mengapa dibuka. Atau jika ada kebutuhan untuk membuka pintu tertentu karena seringnya orang mondar-mandir keluar-masuk, maka tidak mengapa dibuka. Setelah kebutuhannya sudah selesai, segera ditutup”
Wallahu a’lam.
_______________
01/11/2023
Al-Qur'an Ubat Yang Utama
Ayat-Ayat Al Qur’an Sebagai Penyembuh
Semua ayat Al-Qur`an adalah obat yang bisa menyembuhkan. Namun, ada beberapa ayat atau surat dari Al-Qur`an yang lebih dikhususkan karena memiliki keutamaan sebagai obat penyembuh, misalnya surat Al-fatihah. Allah berfirman
ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).
Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan jiwa. Beliau berkata
ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ
“Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yanh shahih dan masyhur” (Tafsir Adhwaul Bayan).
Kisah Pengobatan Penyakit Jasmani Menggunakan Al Qur’an
Berikut kisah pengobatan penyakit fisik/jasmani dengan menggunakan Al-Fatihah. Kisah ini berasal dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri yang sedang mengobati dengan membacakan bacaan ruqyah kepada orang yang hampir lumpuh karena terkena sengatan kalajengking. Beliau menggunakan Al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah dan ternyata atas izin Allah hal tersebut berhasil menyembuhkannya.
Berikut kisahnya dalam hadits,
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻯِّ ﺃَﻥَّ ﻧَﺎﺳًﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻓﻰ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﻤَﺮُّﻭﺍ ﺑِﺤَﻰٍّ ﻣِﻦْ ﺃَﺣْﻴَﺎﺀِ ﺍﻟْﻌَﺮَﺏِ ﻓَﺎﺳْﺘَﻀَﺎﻓُﻮﻫُﻢْ ﻓَﻠَﻢْ ﻳُﻀِﻴﻔُﻮﻫُﻢْ . ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﻫَﻞْ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺭَﺍﻕٍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺳَﻴِّﺪَ ﺍﻟْﺤَﻰِّ ﻟَﺪِﻳﻎٌ ﺃَﻭْ ﻣُﺼَﺎﺏٌ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻧَﻌَﻢْ ﻓَﺄَﺗَﺎﻩُ ﻓَﺮَﻗَﺎﻩُ ﺑِﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻓَﺒَﺮَﺃَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻓَﺄُﻋْﻄِﻰَ ﻗَﻄِﻴﻌًﺎ ﻣِﻦْ ﻏَﻨَﻢٍ ﻓَﺄَﺑَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻘْﺒَﻠَﻬَﺎ . ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺫْﻛُﺮَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ .- ﻓَﺄَﺗَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓَﺬَﻛَﺮَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﻪُ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺭَﻗَﻴْﺖُ ﺇِﻻَّ ﺑِﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ . ﻓَﺘَﺒَﺴَّﻢَ ﻭَﻗَﺎﻝَ « ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺩْﺭَﺍﻙَ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺭُﻗْﻴَﺔٌ » . ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ « ﺧُﺬُﻭﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﺿْﺮِﺑُﻮﺍ ﻟِﻰ ﺑِﺴَﻬْﻢٍ ﻣَﻌَﻜُﻢْ »
“Dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, ‘Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.’ Di antara para sahabat lantas berkata, ‘Iya ada.’ Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Pembesar tersebut pun sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya -dan disebutkan, ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tersenyum dan berkata, ‘Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?’ Beliau pun bersabda, ‘Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian’” (HR. Bukhari dan Muslim).
_________________
In shaa Allah kita sama-sama IKHTYAR. Dengan Al-Qur'an dan satu sudu akan nampak kesannya, bi iznillah
KENAPA PILIH IKHTYAR ?
Disamping ramuannya yang khas ( bidara + kelor ) dan herba berkhasiat, dari setiap pembelian anda ada infak bahagian untuk Muslimeen Care Academy, 2 in 1 !
Jadi tunggu apa lagi, mari kita IKHTYAR. Tak apa, IKHTYAR JE DULU..
NAK ORDER ? KLIK LINK NI 👇🏻
https://wa.link/8ebmv0
INFAK & BAYARAN ? KLIK LINK NI 👇🏻
https://toyyibpay.com/Jus-Ikhtyar
NAK AMBIL DIMANA ? KLIK LINK NI 👇
Muslimeen Care Cafe & Shop
https://g.co/kgs/P8H6Ub
05/10/2023
ADAKAH AKU DIGANGGU❓
Jawapan aku masa tu TIDAK❗️
Ust tu hulur sebotol pati Daun Kelor & Bidara ni suruh minum. Depan dia aku minum dan takda apa2 pun yang jadi...so,aku balik rumah, tiba-tiba ada rasa bergerak-gerak dari perut,terus muntah-muntah banyak.
Rasa mcm menggigil kejap 1 badan & dalam seminit, terus mcm rasa lega sgt...
Tak semua orang tau dirinya kena gangguan, org kita ni jenis bila dah meracau baru nak terkial2 malam2 buta cari ust. Tu memang normal.
Kenapa kita tak siapkan sesuatu yang bilamana gangguan tu berlaku bila2 masa je kita boleh setel sendiri tanpa susahkan ust tengah2 malam yang jelas makan masa utk panggil dia dtg.
Semenjak daripada tu, pati Bidara & Daun Kelor ni, sentiasa standby kat rumah sekadar utk ikhtiar cepat jika keadaan kelam kabut sambil ruqyah.
Kelebihan Ikhtyar:
✔️ Detect Gangguan
✔️ Keluarkan gangguan biasa/serpihan gangguan
✔️ Meningkatkan Antibodi tubuh
✔️ Mengurangkan risiko Diabetes
✔️ Mengurangkan Stress
✔️ Membantu Masalah Isomnia & Anxiety
*=======*
Kalau ada yang nak beli pati ni, boleh pergi ke Karnival Ummah Bestari di tingkat 3 Pertama Kompleks KL pada 22-31 julai 2022.
STOK memang TERHAD❗️
01/10/2023
Pengaruh Ain
Penyakit ain itu nyata adanya. Pandangan mata bisa menyebabkan orang lain sakit, atau bahkan meninggal. Tentunya penyakit ain ini begitu berbahaya dan menakutkan. Lalu bagaimana sebenarnya hakekat penyakit ain, bagaimana cara mencegahnya serta bagaimana menghindarinya? Simak pemaparan singkat berikut ini.
Apakah penyakit ain itu?
‘Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. Disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan:
إصابة العائن غيرَه بعينه
“Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).
Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:
من إعجاب العائن بالشيء ، ثم تَتبعه كيفية نفْسه الخبيثة ، ثم تستعين على تنفيذ سمها بنظرها إلى المَعِين
“‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).
Gangguan dari ‘ain bisa berupa penyakit, kerusakan atau bahkan kematian.
Penyakit ain benar adanya!
Setelah mengetahui definisi dari ‘ain, mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya: “Ah, mana mungkin sekedar memandang akan menimbulkan penyakit?!”, “bagaimana bisa sekedar pandangan membuat seseorang mati?”. Atau bahkan sebagian orang mengingkari adanya ‘ain karena tidak masuk akal. Oleh karena itulah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين
“Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).
Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:
كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ
“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain” (HR. Muslim no.2195).
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ
“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).
Dan kabar Nabawi ini wajib kita imani, bahwa ‘ain itu benar-benar ada dan pernah terjadi. Dan tentunya sangat mudah bagi Allah untuk membuat adanya penyakit yang semisal ‘ain ini. Dan nyata penyakit ini juga banyak disaksikan adanya oleh orang-orang, yaitu ketika didapati adanya orang-orang yang jatuh sakit secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
________________
Rumaysho.com
In shaa Allah kita sama-sama IKHTYAR. Dengan satu sudu akan nampak kesannya, bi iznillah
KENAPA PILIH IKHTYAR ?
Disamping ramuannya yang khas ( bidara + kelor ) dan herba berkhasiat, dari setiap pembelian anda ada infak bahagian untuk Muslimeen Care Academy, 2 in 1 !
Jadi tunggu apa lagi, mari kita IKHTYAR. Tak apa, IKHTYAR JE DULU..
NAK ORDER ? KLIK LINK NI 👇🏻
https://wa.link/8ebmv0
INFAK & BAYARAN ? KLIK LINK NI 👇🏻
https://toyyibpay.com/Jus-Ikhtyar
NAK AMBIL DIMANA ? KLIK LINK NI 👇
Muslimeen Care Cafe & Shop
https://g.co/kgs/P8H6Ub
25/09/2023
Hukum Ruqyah
Ruqyah secara bahasa Arab artinya meninggikan dan mengangkat. Secara syar’i, ruqyah adalah jampi-jampi yang dirapalkan untuk menyembuhkan demam, kejang-kejang, dan penyakit lainnya (Kitabut Tauhid lil Fauzan, hlm. 48). Bedakan ruqyah dengan rukyah. Adapun rukyah, maksudnya adalah rukyatul hilal, yaitu melihat hilal untuk menentukan awal dan akhir bulan Hijriyah.
Cara melakukan ruqyah secara umum adalah dengan merapalkan atau membacakan bacaan-bacaan ruqyah kepada orang yang sakit. Dan ruqyah tidak identik dengan kesurupan, karena ruqyah biasa digunakan juga untuk menyembuhkan penyakit, baik penyakit badan yang nampak (seperti batuk, pilek, demam, dan semisalnya) maupun penyakit yang tidak nampak (seperti kesurupan dan penyakit ‘ain).
Hukum Ruqyah
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz menjelaskan, “Ruqyah hukumnya boleh jika memenuhi tiga syarat:
Pertama, menggunakan bacaan yang jelas maknanya, tidak ada rapalan mantra-mantra yang samar atau tidak jelas maknanya.
Kedua, bacaan yang digunakan tidak mengandung perkara yang bertentangan dengan syariat.
Ketiga, hati tidak bergantung kepada ruqyah secara dzatnya, namun meyakini bahwa ruqyah adalah sekedar sebab untuk mengusahakan kesembuhan, yang terkadang Allah berikan kesembuhan dengannya dan terkadang tidak.
Jika syarat ini terpenuhi maka ruqyah yang dilakukan tersebut hukumnya boleh menurut pada ulama. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan.” (HR. Muslim no.2200)
Dan juga karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri melakukan ruqyah dan beliau pun pernah di-ruqyah. Demikian juga para sahabat Nabi pun melakukannya. Maka tidak mengapa melakukan ruqyah jika memenuhi kriteria-kriteria di atas, semisal me-ruqyah menggunakan ayat-ayat Al-Qur`an, atau menggunakan doa-doa yang dikenal, atau lafadz-lafadz lain yang dipahami maknanya, dan tidak terdapat pelanggaran syariat di dalamnya.
Adapun jika dalam ruqyah terdapat unsur minta bantuan setan, atau minta bantuan kepada orang mati, atau tawasul dengan kedudukan orang yang sudah mati, atau terdapat mantra-mantra dari huruf muqata’ah yang tidak jelas maknanya, maka ini semua ruqyah yang terlarang.” (Syarah Kitabut Tauhid, rekaman nomor 11)
Sehingga ruqyah itu dibagi menjadi dua:
Pertama, ruqyah syar’iyyah. Yaitu, ruqyah yang sesuai dengan tuntunan syariat, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz di atas.
Kedua, ruqyah ghayru syar’iyyah. Yaitu, ruqyah yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat. Ruqyah jenis ini dibagi menjadi dua lagi :
[1] ruqyah bid’iyyah, yaitu ruqyah yang mengandung ibadah-ibadah yang tidak pernah dituntunkan oleh syariat.
[2] ruqyah syirkiyyah, yaitu ruqyah yang mengandung kesyirikan, seperti meminta bantuan dukun, menggunakan mantra-mantra setan, meminta bantuan kepada jin atau orang mati, menggunakan jimat, menggunakan sihir dan semisalnya. Inilah yang disebutkan dalam hadis dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sesungguhnya ruqyah (jampi-jampi), jimat, dan pelet adalah kesyirikan.” (HR. Abu Daud no. 3883, di-shahih-kan al-Albani dalam Shahih Abu Daud)
Hukum Meminta Di-Ruqyah
Meminta di-ruqyah hukumnya mubah (boleh). Berdasarkan hadis dari Asma bintu Umais radhiyallahu ’anha, ia berkata:
“Wahai Rasulullah, Bani Ja’far terkena penyakit ‘ain, bolehkah kami minta mereka diruqyah? Nabi menjawab: “Iya boleh. Andaikan ada yang bisa mendahului takdir, itulah ‘ain.” “(HR. Tirmidzi no.2059, Ibnu Majah no. 3510, di-shahih-kan al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah)
Juga hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu ’anha, ia berkata: “Dahulu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain.” (HR. Muslim no.2195)
Namun, jika orang yang meminta di-ruqyah ia bertawakal kepada pe-ruqyah atau kepada ruqyah-nya, inilah yang dilarang dalam hadits tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, salah satu ciri mereka adalah tidak minta di-ruqyah. Adapun orang yang meminta di-ruqyah dan tetap bertawakal kepada Allah, hukum asalnya boleh. Namun, meninggalkan perbuatan meminta di-ruqyah, ini lebih utama.
Syaikh ‘Abdul ‘Azhim al-Badawi mengatakan, “Meminta di-ruqyah syar’iyyah hukumnya tidak mengapa. Maksudnya, orang yang sedang sakit tidak mengapa meminta kepada orang yang dianggap bisa me-ruqyah dengan berkata, “Ruqyah-lah saya, bacakan bacaan-bacaan ruqyah kepada saya“. Namun, meninggalkannya lebih utama. Karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menyebutkan 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab di antaranya, yaitu orang yang laa yastarquun, maksudnya orang yang tidak meminta di-ruqyah. Dalam rangka menyempurnakan tawakal kepada Allah ‘Azza Wa Jalla.”
_________________
Muslimah.or.id
Jadi tunggu apa lagi, mari kita IKHTYAR. Tak apa, IKHTYAR JE DULU..
NAK ORDER ? KLIK LINK NI 👇🏻
https://wa.link/8ebmv0
INFAK & BAYARAN ? KLIK LINK NI 👇🏻
https://toyyibpay.com/Jus-Ikhtyar
NAK AMBIL DIMANA ? KLIK LINK NI 👇
Muslimeen Care Cafe & Shop
https://g.co/kgs/P8H6Ub
“Katakanlah: Wahai hamba-hambaKU yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya . Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang” (Surah Az-Zumar: 53)
“Cek gangguan jin & sihir dengan sesudu IKHTYAR”
Sifat solat orang munafik disebutkan dalam ayat berikut ini,
وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
“Dan apabila mereka berdiri untuk solat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan solat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisaa’: 142)
بارك الله فيك
🎥 .almakna
“Cek gangguan jin & sihir dengan sesudu IKHTYAR”
MACAM MANA BOLEH ADA PAKU DALAM BADAN❓
Jin boleh masukkan bende² pelik dalam badan kita kerana dia ada kemampuan yang Allah SWT kurniakan.
Dengkinya orang sampai sanggup buat orang lain derita.
Sampai berdarah dan bernanah banda mangsa dikerjakan.
Anda ingat orang lain takder masalah dengan anda, tapi ada yang memendam perasaan dengki terhadap anda😞.
“Cek gangguan jin & sihir dengan sesudu IKHTYAR”.
Link shopee: shopee.com.my/ikhtyarhq
BOLEHKAH JUMPA TUKANG SIHIR UNTUK MENGUBATI SIHIR❓
Hukumnya adalah haram, kerana jelas perbuatan tersebut membawa kepada pergantungan selain Allah SWT.
Tidak mungkin sihir dilawan dengan sihir dan kejahatan dilawan dengan kejahatan.
Islam menyediakan solusi dengan menngunakan ruqyah yang berasaskan ayat² Al-Quran dan Al-Sunnah.
“Cek gangguan jin & sihir dengan sesudu IKHTYAR”
Link shopee: shopee.com.my/ikhtyarhq
(Sumber: muftiwp.gov.my)
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Address
No 30, Jalan Astana E 13/E
Puncak Alam
42300